Dua wakil Indonesia akhirnya menuntaskan perjuangan dengan finis di posisi yang lebih baik daripada sehari sebelumnya.

Ajang Asia-Pasific Amateur Championship kembali terbukti sebagai kompetisi paling ketat bagi para pegolf amatir Asia Pasifik. Dengan dua wakil Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan M. Rifqi Alam Ramadhan akhirnya harus mengakhiri perjuangan mereka dengan masing-masing finis di posisi T28 dan T54.

Pada putaran final kali ini, Naraajie akhirnya berhasil memperbaiki peringkatnya. Setelah mengawali dengan berada di peringkat T31, ia akhirnya finis di posisi T28.

Meski demikian, Naraajie harus berjuang keras untuk menuntaskan putaran final ini. Pasalnya, ia justru memulai pertandingan dengan bogey.

“Rencana permainan saya hari ini kurang berjalan dengan baik. Sejak awal putaran final ini, saya sudah langsung kesulitan. Tadi sempat bangkit dan bisa main 1-under sampai hole 7, tapi kemudian justru mendapat bogey lagi di hole 8 dan 9,” tutur Naraajie.

Naraajie kemudian kembali mendapat bogey di hole 12 dan 13, namun bisa bangkit lagi dengan tiga birdie berturut-turut di hole 14, 15, dan 16.

“Selama lima kali mengikuti turnamen ini, memang lapangan ini bukan yang paling berat. Tapi memang susah bermain di sini. Bisa bermain di lapangan ini buat saya menjadi suatu privilese karena ini lapangan yang juga jadi tuan rumah ajang World Golf Championships. Hole 18 di sini bagus sekali. Biasanya saya hanya bisa nonton di TV, tapi sekarang malah bisa bermain di sini. Jadi, ini benar-benar sesuatu yang spesial juga buat saya,” tandasnya.

“Saya pikir saya harus bermain lebih sabar lagi dan tidak mudah emosi. Saya juga perlu untuk menyingkirkan keinginan untuk menang sejak awal.”

Dengan finis di posisi T28, catatan penampilan terbaik Naraajie selama ini ialah pada edisi 2018 di Singapura tahun lalu. Kala itu, ia sempat bersaing untuk meraih juara, sebelum akhirnya harus puas finis di posisi T24.

Sementara itu, dalam dua kali penampilannya pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship, Alam, panggilan M. Rifqi Alam Ramadhan, berhasil tampil penuh empat putaran. Pada kesempatan di Shanghai kali ini, ia akhirnya finis di peringkat T54 setelah pada putaran final tadi (29/9) ia menorehkan skor 76, melengkapi skor 73-79-75 yang ia bukukan dalam tiga hari sebelumnya.

M. Rifqi Alam Ramadhan menikmati penampilan 100% selalu lolos cut dalam dua penampilan terakhirnya pada Asia-Pacific Amateur Championship. Foto: AAC.

“Bisa lolos pada debut saya tahun lalu sebenarnya menjadi sesuatu yang sangat melegakan. Soalnya itu pertama kalinya saya ikut turnamen ini. Kalau tahun ini, saya memang sudah menduga bakal lolos sih,” tutur Alam.

Selesai memainkan delapan putaran sejak pertama kali bertanding pada ajang ini, Alam jelas belajar banyak dari permainannya sepanjang pekan. Satu hal yang sangat ia soroti ialah pentingnya untuk tetap mengikuti rencana permainan yang sudah disusun sejak awal.

“Saya belajar untuk bermain dengan terus mempercayai rencana permainan yang ada. Selain itu, saya juga belajar untuk tidak mencoba memukul bola ketika pikiran belum yakin melakukannya,” sambungnya.

Pada hari kedua, ia sempat mengubah rencana permainannya di dua hole dengan maksud bermain aman. Namun, hasil yang ia dapatkan malah sebaliknya. Selain itu, ia juga melewatkan tiga putt birdie, yang semestinya bisa memperbaiki peringkatnya pada akhir turnamen ini.

Meskipun hasil yang ia raih dalam empat hari ini, membuatnya hanya bermain dengan skor 303, lima stroke lebih banyak daripada penampilannya tahun 2018 lalu, ia berhasil finis di posisi yang lebih baik dari pegolf India Rayhan Thomas, yang tahun lalu merupakan salah satu runner-up.

Rayhan menjadi salah satu pemain amatir top yang juga kesulitan untuk mengeluarkan permainan terbaiknya sepanjang pekan ini. Ia akhirnya finis di peringkat T62 setelah pada putaran final bermain dengan skor 83.

George Gandranata masih memegang catatan prestasi terbaik yang pernah dibukukan Indonesia pada Asia-Pacific Amateur Championship. Pada tahun 2011 silam, ketika Hideki Matsuyama memenangkan kejuaraan ini untuk kedua kalinya secara berturut-turut, George membukukan skor 70-71-77-67 dengan skor total 3-under 285.

Adapun prestasi terbaik setelah itu dibukukan oleh Tirto Tamardi pada edisi 2015 silam. Kala itu, pegolf asal Surabaya ini finis di peringkat T19 setelah bermain dengan skor 69-68-72. Edisi 2015 itu menjadi satu-satunya penyelenggaraan kejuaraan ini yang hanya dimainkan tiga putaran, mengingat kondisi cuaca di Hong Kong waktu itu tidak memungkinkan putaran final dimainkan.

Selanjutnya, Naraajie dan Alam akan mempersiapkan dirinya untuk mengikuti Kejuaraan Nasional yang berlangsung pada 8-11 Oktober 2019 mendatang di Gading Raya Padang Golf & Klub.

Leave a comment