Jauh dari ingar-bingar ajang kolaborasi PGA TOUR dan Asian Tour di Malaysia, perjuangan untuk meraih tampuk kehormatan golf profesional juga digelar di Pakistan. Pada ajang UMA CNS Open Golf Championhip, pegolf Thailand Namchok Tantiphokakul melejit ke jajaran atas setelah menorehkan skor 5-under 67. Ia berbagi posisi teratas dengan pegolf amatir Pakistan Ahmad Baig.

Performa Namchok pada putaran pertama kemarin (11/10) patut diacungi jempol. Bukan hanya karena ia bisa menjadi salah satu pimpinan klasemen sementara, tapi juga lantaran permainannya sendiri jauh dari apa yang biasa disebut sebagai permainan yang rapi.

Pegolf berusia 31 tahun tersebut hanya mengantarkan bolanya ke 6 dari 14 fairway. Tapi ternyata itu tidak menjadi masalah baginya lantaran pukulan-pukulan recovery-nya justru akurat. Tak heran jika ia bisa mendapat banyak peluang birdie. Ia menorehkan delapan birdie dengan tiga bogey untuk berada di puncak klasemen sementara di Karachi Golf Club.

“Saya bisa memasukkan sejumlah putt, yang menyelamatkan putaran saya. Banyak pukulan saya yang meleset dari fairway di sembilan hole pertama, tapi saya hanya kena dua bogey,” tutur Namchok. “Barulah di sembilan hole terakhir saya bisa memukul lebih banyak ke fairway.”

Pegolf amatir Ahmad Baig menjadi paket kejutan bagi para pegolf profesional dengan menjadi salah satu pimpinan klasemen di Karachi Golf Club. Foto: Asian Tour

Mengawali putaran pertama dengan dua birdie berturut-turut, Namchok menyebut permainannya di hole 9 sebagai sorotan pada hari itu.

“Itu hole yang sangat sulit. Saya memukul bola ke pepohonan, tapi bola memantul keluar. Lalu saya berhasil memukul bola ke green pada pukulan kedua, dan berhasil mendapatkan birdie,” jelas Namchok, yang namanya berarti “Keberuntungan” dalam bahasa Thailand.

Namun, kejutan yang tak kalah mengagumkan justru dibukukan oleh pegolf amatir Ahmad Baig. Pegolf Pakistan ini menampilkan permainan putter yang luar biasa. Ia hanya membutuhkan 25 putt untuk menyamai pencapaian Namchok.

“Ini merupakan turnamen Asian Tour pertama buat saya dan saya sangat senang dengan putaran saya, terutama di sembilan hole pertama (hole 10-18), di mana saya mendapat empat birdie berturut-turut,” kata Baig, yang melakukan satu putt di lima kesempatan yang semuanya membuahkan birdie.

“Saya sudah pernah mengalami situasi ini (tertekan) sebelumnya. Sebulan yang lalu saya menjuarai Sindh Open, …” – Ahmad Baig

Ia mulai merasakan tekanan ketika ia berbagi posisi teratas di hole 14. Tapi pengalamannya menjuarai sebuah turnamen di lapangan yang sama, ternyata membantunya untuk mengatasi tekanan tersebut.

“Saya sudah pernah mengalami situasi ini (tertekan) sebelumnya. Sebulan yang lalu saya menjuarai Sindh Open, juga di lapangan ini,” ujar Baig lagi. “Besok saya akan memainkan yang terbaik dan berusaha agar bisa main 4 atau 5-under.”

Empat pegolf berada di belakang Namchok dan Baig. Pegolf Thailand lainnya Pawin Ingkhapradit berbagi peringkat ketiga bersama pegolf tuan rumah lainnya Muhammad Sabir, pegolf Filipina James Ryan Lam, dan pegolf India Honeey Baisoya masing-masing membukukan 4-under 68.

Satu-satunya wakil Indonesia di Karachi Golf Club, Danny Masrin, harus berjuang keras untuk membukukan skor rendah pada hari pertama kemarin. Di sembilan hole pertamanya saja, ia harus puas dengan skor 2-over 38 lantaran membukukan empat bogey dan hanya dua birdie di hole 5 dan 8. Skornya di sembilan hole terakhir juga lebih buruk lagi lantaran di hole 13 mendapat triple bogey. Ia mencatatkan satu-satunya birdie di sembilan hole terakhir itu di hole 12, dan harus mendapat dua bogey di tiga hole terakhirnya.

Leave a comment