Kepengurusan Persatuan Golf Indonesia periode 2018-2022 akan kembali dipimpin oleh Murdaya Widyawimarta Po. Kepastian ini diperoleh usai Musyawarah Nasional induk olahraga golf tersebut, yang digelar di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, kemarin (29/11). Ini menjadi periode kepengurusan kedua bagi pengusaha asal Blitar tersebut.

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ini sendiri semula dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 29 dan 30 November ini. Akan tetapi, Munas ternyata bisa diselesaikan sehari lebih cepat daripada jadwal yang ditentukan sebelumnya lantaran forum menerima pertanggungjawaban dan secara aklamasi mempercayakan Murdaya Po untuk melanjutkan kepengurusannya untuk periode kedua.

Pada Munas kali ini, hampir bisa dibilang langkah Murdaya Po untuk kembali memimpin asosiasi golf di Indonesia ini tidak mengalami rintangan. Sejak pendaftaran calon ketua umum dibuka pada 1 November 2018 sampai ditutup pada 12 November 2018 lalu, satu-satunya pesaing datang dari sosok Muchdi Purwoprandjono, yang berasal dari lingkup Jakarta Golf Club.

Sayangnya, Muchdi justru gagal memenuhi salah satu persyaratan yang ditentukan oleh pihak panitia, yaitu memperoleh dukungan, setidaknya dari enam Pengurus Provinsi (Pengprov).

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum PB PGI I Gusti Putu Gede, yang juga bertanggung jawab sebagai Ketua Panitia Munas PGI 2018 ini menyampaikan bahwa panitia telah memberi waktu kepada Muchdi untuk memenuhi persyaratan tersebut, namun hingga batas waktu yang diberikan, yaitu 27 November 2018 lalu per pukul 13:00, Muchdi malah belum berhasil memenuhi persyaratan tersebut.

“Berdasarkan verifikasi faktual terhadap dua calon tersebut, Murdaya Po sudah memenuhi seluruh persyaratan. Sedangkan Muchdi masih belum memenuhi persyaratan, yaitu belum memberikan surat dukungan dari enam Pengprov,” ujar I Gusti Putu Gede.

Sementara itu, selain telah menyerahkan seluruh persyaratan secara lengkap, Murdaya Po sendiri telah mendapat dukungan tertulis dari 22 Pengprov. Dukungan itu kemudian bertambah dua lagi ketika Munas berlangsung, yang sekaligus memastikan tugas untuk periode kedua.

Jalannya sidang sempat diwarnai perdebatan ketika pleno pertama, yang membahas dan mengesahkan tata tertib dan acara Munas. Perwakilan dari Pengprov Jawa Barat serta kubu pendukung Muchdi akhirnya memutuskan meninggalkan ruangan sidang untuk menyatakan kekecewaan mereka.

Dengan total peserta sidang yang mencapai angka 405 dari total 492 suara yang berhak memberikan suara, dan dengan mayoritas memberi dukungan kepada Murdaya Po, sidang pun akhirnya berakhir dengan suara aklamasi. Dan terpilihnya Murdaya Po berarti bahwa berbagai program pembinaan yang telah dimulai sejak 2014 silam akan diteruskan demi membawa Indonesia menjadi kekuatan yang disegani secara regional, maupun internasional.

Usai menerima bendera kepengurusan dari ketua sidang, Murdaya Po pun menegaskan prioritas pertama yang akan ia lakukan ialah meningkatkan prestasi para pegolf yang ada. Selain itu, ia juga akan mengadakan pelatihan intensif serta meggelar banyak pertandingan.

“Untuk pelatih kita akan tetap memakai high performance coach bersama David Milne dan Lawrie Montague. Selama empat tahun dibina, performa para pemain semakin bagus dna meningkat,” ujar Murdaya Po. “Targetnya tetap karena saya sendiri mempunyai rencana yang saksama selama 10 tahun ke depan. Golf memang tidak bisa meraih hasil seketika.”

Selain melanjutkan program pembinaan dan pelatihan yang sudah berjalan dengan baik, Murdaya Po jelas harus memperkuat relasi dengan berbagai pihak untuk meninggalkan warisan kepengurusan yang bisa dilanjutkan oleh pengurus berikutnya.

Dalam empat tahun pertama kepengurusan Murdaya Po, harus diakui bahwa ada banyak atlet Indonesia yang mulai berbicara di kancah internasional. Komitmen penuh untuk mencetak pemain berprestasi didukung dengan kehadiran David dan Lawrie telah membuahkan hasil yang membanggakan. Mulai dari Naraajie Emerald Ramadhan Putra yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan pegolf pertama yang masuk Junior Presidents Cup, sampai Ribka Vania yang bisa mengikuti Youth Olympics; dari rata-rata skor yang menurun drastis, sampai kepada peringkat ranking amatir dunia yang melonjak, dengan Naraajie sempat menduduki peringkat 52 dunia dan kini masih berada di jajaran 100 besar dunia.

Leave a comment