Lydia Kok mendapatkan momentum yang bagus ketika memulai Asia Swing lewat HSBC Women’s World Championship pekan ini.

Lydia Ko jelas berusaha untuk memiliki persiapan yang cukup menjelang HSBC Women’s World Championship pekan ini. Setelah hanya bisa bermain dua putaran pada ajang LA Open pekan lalu, ia sempat melakukan pendakian hingga tujuh mil bersama sahabatnya, Kristen Gillman, sebelum terbang menuju Singapura dan menghabiskan beberapa jam menyaksikan sejumlah episode melalui tayangan hiburan di pesawat.

Meskipun letih akibat penerbangan jarak jauh itu, pagi ini ia masih bisa bangun dan langsung melakukan latihan kebugaran pada pukul 6 pagi waktu Singapura.

”Semoga saya tidak terlalu berisik bagi tamu yang menginap di kamar di bawah saya,” ujar Ko. ”Sebenarnya, saya jarang sekali bangun pagi-pagi dan berlatih.”

Dua pekan silam, Ko baru saja memenangkan gelar LPGA ke-16 dalam kariernya. Dan baginya, kemenangan di Hawaii pada ajang LOTTE Championship itu menjadi bukti nyata bahwa ia bisa kembali ke jajaran para juara. Kemenangan itu menjadi yang pertama baginya sejak terakhir meraih gelar pada tahun 2018.

Pegolf yang baru genap berusia 24 tahun ini kemudian mengikuti HUGEL-AIR PREMIA LA Open, meskipun ia mengaku tidak pernah nyaman bermain di lapangan di sana. Skor 78 yang ia bukukan pada hari Rabu itu terbukti membuatnya gagal lolos cut untuk pertama kalinya sejak ISPS Handa Women’s Australia Open 2020.

”Ada hal yang baik dan sangat buruk yang saya alami dalam dua pekan terakhir. Namun, yang perlu Anda ketahui, bahkan ketika di LA saya mengalami hari pertama yang berat, saya bisa bermain solid pada hari kedua. Rasanya saya masih bisa bermain dengan momentum yang bagus dan kemenangan di Hawai jelas membangun rasa percaya diri dan mengingatkan diri saya bahwa saya bisa kembali ke jajaran para juara,” jelasnya.

”Cara terbaik untuk menjelaskannya ialah kita serasa pergi ke sauna, tapi tidak perlu membayarnya.” — Lydia Ko.

”Jadi, saya senang bisa berada di posisi tersebut lagi. Meskipun saya gagal lolos cut di LA, saya pikir saya memang butuh sedikit istirahat dan pulih untuk menuju ajang ini, terutama mengingat cuaca pada pekan ini dan pekan berikutnya cukup hangat. Saya merasa senang dan saya pikir, secara keseluruhan, semua kami sangat bersyukur untuk kesempatan bisa datang ke sini.”

Keletihan akibat penerbangan jauh mungkin hanya menjadi salah satu rintangan yang menjadi pengalaman seluruh pemain. Hal lainnya, sudah jelas, cuaca panas di Singapura.

”Cara terbaik untuk menjelaskannya ialah kita serasa pergi ke sauna, tapi tidak perlu membayarnya. Sauna gratis sepanjang hari. Namun, semua pemain akan bermain dalam kondisi yang sama. Mungkin badai akan melanda beberapa saat, jadi menurut saya kondisi ini tidak akan menjadi keuntungan bagi pemain mana pun juga,” ujarnya lagi.

”Menurut saya ini kondisi bertanding yang seimbang dan Anda harus bersiap main dalam kondisi panas ketika berada di belahan bumi sini. Tantangan-tantangan seperti inilah yang akan kami hadapi, tapi memang beginilah adanya.”

Sejauh ini, prestasi terbaik Ko ialah ketika ia finis di tempat kedua, di belakang Park Inbee pada tahun 2015.