PGA TOUR memutuskan mengadakan momen hening mengenang George Floyd pada pukul 08:46 sebagai langkah melanjutkan pembicaraan untuk menghentikan ketidakadilan sosial dan ras.

Hampir separuh dari total peserta Charles Schwab Challenge hari ini dipastikan memainkan waktu tee pagi di Colonial Country Club. Dan untuk sesaat, mereka akan menghentikan aktivitas kompetisi untuk sesaat. Maka suara impact antara clubface dan bola, atau suara bola yang menyentuh dasar lubang, takkan terdengar untuk sesaat.

Langkah ini menjadi sebuah upaya yang bertujuan agar semua suara dan upaya yang tengah dilakukan untuk mengakhiri ketidakadilan sosial dan ras. Untuk itu, PGA TOUR mengalokasikan waktu tee pada pukul 08:46 sebagai momen khusus ini sehingga tidak akan ada pemain yang melakukan tee off pada pukul tersebut.

Keputusan tersebut tak hanya dilakukan di Fort Worth, tapi juga TPC Sawgrass yang menjadi tuan rumah bagi ajang Korn Ferry Tour Challenge.

Keputusan untuk mengalokasikan pukul 08:46 itu juga dilakukan mengingat angka ini menjadi simbol universal dari ketidakadilan ras yang dihadapi oleh masyarakat berkulit hitam di Amerika.

“Kata yang penting yang terus saya pikirkan dalam beberapa pekan terakhir ialah toleransi,” ujar Rory McIlroy Rabu (10/6) kemarin.

“Saya pikir semua orang bisa sedikit lebih toleran, dan sedikit lebih teredukasi, dan tak bersikap masa bodoh. Sekarang, jika melihat sejarah, tak pernah ada tempat di lingkungan masyarakat bagi apa yang saat ini telah terjadi, sejauh apa pun Anda melihat ke belakang.

“Saya pikir semua orang bisa sedikit lebih toleran, dan sedikit lebih teredukasi, dan tak bersikap masa bodoh.” — Rory McIlroy

McIlroy melanjutkan bahwa adanya keseriusan untunk melakuan perubahan dan reformasi menjadi sesuatu yang luar biasa.

“Saya berharap hal tersebut bisa terus terus dibahas. Sambil terus melangkah, saya pikir semua orang telah belajar banyak dalam beberapa pekan terakhir, dan semoga kita bisa melihat perubahan, seiring berjalannya waktu,” sambung juara bertahan FedExCup ini.

Kematian George Floyd di tangan polisi di Minneapolis, Minnesota pada tanggal 25 Mei telah memicu protes di seluruh dunia. Pada 1 Juni yang lalu, Komisioner PGA TOUR Jay Monahan mengirimkan surat kepada seluruh staf, pemain, dan turnamen, kemudian duduk bersama Harold Varner III untuk membahas peran potensial PGA TOUR dalam memberi solusi dan pembahasan di skala nasional.

Monahan juga membagikan pemikirannya tentang peristiwa yang belakangan ini terjadi dengan sejumlah media. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tidak memiliki semua jawaban yang dibutuhkan, tapi mereka akan terus mendengar, mempelajari, “menuntut perubahan ke arah yang lebih baik”, dan bersiap untuk menjawab tuntutan untuk bisa memberi komitmen pada solusi yang ada.

“Saya pikir diskusi akan berjalan, dan saya pikir beberapa orang juga akan melupakannya. Saya juga berpikir banyak yang akan terus melanjutkan hidup mereka, tapi pembicaraan yang saya lakukan dengan Jay di luar rekaman, (termasuk apa yang kami lakukan) pada pekan takkan menjadi yang terakhir,” ujar Varner.

“Jadi, ya, mereka telah memberi tekanan, tapi saya pikir tindakan itu merupakan langkah yang tepat, dan saya pikir Jay memahaminya, jadi saya sangat mendukungnya. Kami membahas tentang latar belakang saya, apa yang saya pikirkan.

 

 

“Saya rasa saya sangat beruntung bisa mengungkapkan sesuatu dan ini sesuatu yang penting, tapi juga menjadi bagian dari perubahan. Semua orang dalam komunitas ini akan menjadi bagian dari perubahan tersebut.”

Inclusion Leadership Council telah menadi bagian integral dari upaya PGA TOUR, termasuk juga CORE, grup sumber daya manusia yang berasal dari berbagai latar budaya, yang didedikasikan pada keberagaman pemikiran dan perubahan budaya. Selain itu, PGA TOUR juga tengah mengembangkan rencana untuk dilakukan untuk periode jangka panjang. Rencana ini akan berfokus pada komitmen untuk mengatasi isu-isu ketidakadilan ras. Mereka berencana untuk memberikan keteranga lebih lanjut mengenai rencana ini dalam waktu dekat.

Untuk saat ini, para pemain dan panitia jelas bersemangat untuk memberikan penghormatan kepada peristiwa yang telah menginspirasi aksi di seluruh Amerika.

“Menjadi salah satu olahraga pertama yang bisa kembali dipertandingkan membuat kami sangat perlu untuk memberi jalan bagi olahraga lainnya, tak hanya bagi masyarakat secara umum,” ujar Brooks Koepka.

“Dan saya pikir sangatlah penting untuk menentukan arahan. Saya pikir pukul 08:46 nanti akan menjadi sangat spesial. Saya tak tahu kalau PGA TOUR pernah melakukan sesuatu seperti ini, memutuskan untuk mengambil waktu sejenak (untuk memberi penghormatan) ketika sebuah putaran tengah berlangsung. Setidaknya selama saya bermain hal ini belum pernah terjadi. Tapi saya pikir ini keputusan istimewa mengingat peristiwa yang tengah terjadi saat ini.

“Perubahan harus terjadi dan saya ingin menjadi bagian dari solusi. Dan saya pikir inilah salah satu cara PGA TOUR bisa terlibat dan ikut mewujudkannya.”

1 Comments

Comments are closed.