Kim Taehoon memenangkan mobil ketiga dalam kurang dari enam bulan pada putaran pertama The Genesis Invitational.

Pegolf Korea lainnya berhasil mencuri perhatian pada sebuah ajang PGA TOUR. Dalam debutnya pada Tour nomor satu di dunia itu, Kim Taehoon meninggalkan kesan yang dalam pada ajang The Genesis Invitational. Tidak hanya ia mengawali putaran pertama dengan skor 2-under, yang menempatkannya di peringkat T19, tapi juga ia berhasil membawa pulang sebuah mobil keren.

Momen istimewa tersebut tercipta di hole 16 par 3 ketika ia menggunakan 7-iron untuk memukul dari jarak 164 meter untuk mendarat tak jauh dari pin. Dua pantulan dan seguliran singkat kemudian, bola tersebut memasuki lubang, sekaligus memberikan sebuah eagle di kartu skornya, plus mobil Genesis S80.

Uniknya, ini bukanlah mobil Genesis baru pertama yang ia bawa pulang dalam kurang dari setengah tahun. Pada bulan Oktober 2020 lalu, ia menjuarai Genesis Championship 2020, ajang Korean Tour. Kemenangan itulah yang memberinya debut PGA TOUR pada pekan ini, selain membawa pulang mobil model GV80. Kemenangan tersebut menjadi satu-satunya gelar yang ia raih pada tahun 2020 lalu, sekaligus gelar Korean Tour keempatnya.

Sebulan kemudian, pegolf berusia 36 tahun ini membawa pulang model lainnya lagi, kali ini GV70 sebagai ganjaran dari keberhasilannya menjuarai Order of Merit Korean Tour musim 2020. Dengan demikian, ini menjadi mobil ketiga dalama kurang dari enam bulan bagi pegolf yang beralih profesional pada tahun 2005 ini.

”Dua mobil pertama yang ia menangkan, ia berikan kepada kedua orangtuanya dan dia belum memutuskan apa-apa untuk mobil ketiganya ini,” ujar penerjemah yang mendampingi Kim.

Sebagai pemain debutan, Kim lekas panas dan langsung mengawali putaran pertama ini dengan birdie dan eagle di hole 10 dan 11. Setelah sempat mendapat bogey di hole 14, ia membukukan hole-in-one di hole 16 dan menuntaskan sembilan hole pertamanya itu dengan 4-under.

Catatan dua eagle yang ia bukukan di tujuh hole pertama menjadikan Kim sebagai pegolf keempat (sejak 1983) yang mencatatkan hal tersebut di Riviera Country Club pada putaran yang sama. Pegolf lain yang melakukan hal tersebut ialah Scott McCarron (1997), Sergio Garcia (2012), dan Phil Mickelson (2017).

”Ini turnamen PGA TOUR pertama saya dan sebenarnya saya tak banyak memiliki persiapan.” — Kim Taehoon.

Momentum tersebut sepertinya akan berlanjut ke sembilan hole berikutnya ketika ia mencatatkan birdie lagi di hole 1. Sayangnya, momentum itu sempat terhenti. Dalam tiga hole berikutnya ia terpaksa main dengan skor 4-over menyusul double bogey dan dua bogey yang ia bukukan. Toh ia lekas bangkit dengan memasukkan birdie dari jarak 4 meter di hole 8, yang membuatnya berbagi tempat dengan 15 pegolf lainnya, termasuk sang juara bertahan Adam Scott.

”Ini turnamen PGA TOUR pertama baginya dan sebenarnya ia tidak terlalu siap untuk mengikuti turnamen karena Korean Tour berakhir tahun lalu dan ia tak banyak persiapan, tapi saat ini, ia menikmati putaran yang ia mainkan,” tambah sang penerjemah lagi.

”Ia memang sempat memulai permainan dengan eagle lalu membuat hole-in-one, tapi pada pertengahan permainannya, ia mulai kehilangan skor, namun berhasil bangkit dan bisa menikmati permainan kali ini.”

Sementara itu, rekan senegaranya yang mencapai finis T2 pada Waste Management Phoenix Open, Lee Kyounghoon, mengawali ajang pekan ini dengan skor 70. Adapun Kim Siwoo, Kang Sung, pegolf Jepang Hideki Matsuyama, dan pegolf China Taipei C.T. Pan menorehkan skor 71.

Untuk sementara Sam Burns menempati peringkat teratas setelah menorehkan skor 7-under 64. Dua pegolf lainnya, Matt Fitzpatrick dan Max Homa menempelnya dengan skor 66, sedang delapan pegolf lainnya membukukan skor 67.

Dengan dua bogey, satu double bogey, dan dua birdie di sembilan hole berikutnya, ia menuntaskan putaran pertamanya itu di peringkat T19.