Pegolf asal Jepang Yusaku Miyazato masih mempertahankan posisinya di puncak klasemen, meskipun pada putaran ketiga (28/1) hanya bermain dengan skor even par 71 pada ajang Leopalace21 Myanmar Open.

Miyazato, yang merupakan pemegang tiga gelar Japan Golf Tour, harus menjalani putaran yang tak mudah kali ini. Meskipun memimpin tiga angka pada awal putaran ketiga, di antaranya ditandai dengan mencatatkan eagle di hole 4 par 5 Pun Hlaing Golf Club, harus mendapat bogey di hole 8.

”Pukulan tee saya kurang bagus dan sulit bermain dalam kondisi berangin. Saya tak bisa membaca dari mana angin berembus. Eagle yang saya dapatkan itu beruntung karena saya bisa membaca green dan melakukan putt dengan baik,” ungkap Miyazato.

Satu-satunya birdie ia dapatkan justru di hole 14, setelah sebelumnya mendapat bogey lagi di hole 13, dan harus mendapat bogey lagi di hole sesudahnya. Meskipun demikian, pesaing terdekatnya, Kim Kyungtae—akrab disapa KT Kim—pun belum dapat memaksimalkan sejumlah peluang yang ia miliki untuk tak hanya menyamakan kedudukan, tapi juga menyalib Miyazato.

Kim, pemegang 13 gelar Japan Golf Tour dan merupakan pegolf Korea tersukses di Jepang, bermain lebih baik daripada Miyazato pada hari ketiga. Ia sempat bermain 5-under hingga 12 hole yang ia mainkan, namun harus mendapat tiga bogey di hole 13, 14, dan 16. Meski demikian, dengan perolehan 10-under 203, Kim kini hanya selisih satu stroke dari Miyazato.

Lulusan Qualifying School Asian Tour Kim Sihwan dari Amerika Serikat, yang sekaligus mejadi pemain terakhir yang memastikan berpartisipasi pada ajang ini, tampak benar-benar menikmati peluang yang ia miliki. Pada putaran ketiga ia mencatatkan skor 68 dan hanya berjarak dua angka dari Miyazato.

Sementara itu, lulusan Asian Tour lainnya, Todd Sinnott dari Australia menyamai skor Miyazato dengan mencatatkan rekor skor terendah, 64 dan untuk sementara berada di posisi T4 bersama pegolf Spanyol Carlos Pigem dan bintang muda asal Filipina Miguel Tabuena yang sama-sama mencatatkan total skor 205.

”Putaran yang bagus. Selama dua hari pertama, saya memukul enam bola ke air, jadi target utama saya hari ini (kemarin) ialah tidak memukul satu bola pun ke air. Saya berhasil melakukannya dan skor saya menggambarkan hasilnya,” tutur Sinnott.

Adapun Tabuena mengaku kondisi pada hari ketiga memang berat.

”Terutama pada di hole-hole par 3. Mesti dimainkan sangat jauh dan angina terus berganti arah. Sembilan hole pertama saya jelek, tapi saya mengingatkan diri sendiri untuk melakukan pukulan yang bagus dan menembak bola ke green karena putting saya bagus,” tutur Tabuena. ”Ini turnamen golf dan saya ingin menang. Semoga saja saya bisa memberi tekanan kepada mereka (para pemain yang berada di posisi atas) setelah sembilan hole pertama.”

Leopalace21 Myanmar Open kali ini merupakan kali kedua bagi Leopalace21, sebuah perusahaan properti asal Jepang, untuk menjadi sponsor utama. Dengan komitmen mendukung ajang ini selama tiga tahun, turnamen ini akan kembali digelar tahun 2018 mendatang.

Turnamen kerja sama Asian Tour dan Japan Golf Tour ini merupakan turnamen kedua bagi dua Tour papan atas tersebut untuk musim 2017.