Zhang Xinjun mengusung misi menyaingi para pemain bintang pada ajang Genesis Invitational yang dimulai hari ini.

Tiga kali gagal lolos cut dari lima turnamen yang ia ikuti pada tahun 2021 tidak membuatnya patah semangat. Prestasi terbaiknya hanyalah finis T60 pada ajang Farmers Insurance Open bulan lalu. Meski demikian, Zhang Xinjun mengusung keyakinan bahwa ia bisa membalikkan keberuntungannya.

Usai gagal lolos cut lagi pada AT&T Pebble Beach Pro-Am pekan lalu, Zhang kini bersiap untuk memulai The Genesis Invitational hosted by Tiger Woods, di Riviera Country Club, Los Angeles. Meski masih memiliki percaya diri tinggi, Zhang juga jelas sadar bahwa kehadirannya pekan ini membuatnya harus mengusung misi menyaingi para pemain bintang yang bakal tampil pekan ini.

The Genesis Invitational ini menjadi turnamen keenam secara berturut-turut baginya. Ia memang mempersiapkan jadwal ini sebagai upayanya untuk mengikuti THE PLAYERS Championship bulan depan. Debutnya di TPC Sawgrass itu sudah sangat ia nantikan.

”The Genesis Invitational sangatlah penting buat saya. Saya tidak lolos cut di Pebble Beach, yang memberi waktu lebih untuk rileks sepanjang akhir pekan. Tahun ini saya memiliki jadwal yang padat, jadi saya hanya mendapat sedikit waktu istirahat setelah bertanding setiap pekan,” ujar Zjang.

Ia tidak terlalu mengkhawatirkan performanya yang kurang baik dalam tiga kali gagal lolos cut yang ia alami, yang hanya berselisih dua stroke. Kemampuan driving-nyalah yang membuat Zhang khawatir. Selama musim 2020-2021 ini ia hanya berhasil memukul 56% fairway. Akibatnya, ia kesulitan untuk bisa bermain agresif.

”Saya mesti mempertajam putter saya dan menciptakan banyak birdie, jadi saya akan menghabiskan lebih banyak waktu di green latihan sebagai persiapan.” — C.T. Pan.

Ketika pekan ini ia tampil untuk kedua kalinya di Riviera, dengan The Genesis Invitational sebagai satu dari tiga ajang besar pada PGA TOUR, yang juga diikuti delapan dari sepuluh pegolf teratas dunia, termasuk Dustin Johnson, Zhang sadar bahwa memukul ke fairway menjadi sangat krusial untuk bisa mencapai green.

”Saya berharap bisa mendapatkan performa saya lagi dan mendapatkan hasil yang bagus. Driving akan menjadi elemen yang sangat penting di lapangan ini. Di beberapa hole Anda mesti bisa memukul draw atau fade untuk menempatkan bola di fairway dan kalau bisa menempatkan bola di fairway, saya bisa mendapatkan lebih banyak peluang,” sambung Zhang, yang gagal lolos cut dalam penampilan perdananya di Riviera tahun 2018.

Seperti halnya Zhang, pegolf China Taipei C.T. Pan juga menargetkan menemukan kembali permainannya setelah serangkaian hasil yang kurang lebih sama dengan Zhang. Ia baru bisa lolos cut di Pebble Beach pekan lalu dalam empat turnamen yang ia ikuti. Ia sempat finis T44 di Riviera tahun 2019. Kali ini ia berniat untuk meningkatkan kualitas putting-nya.

”Saya menyukai lapangan untuk Genesis ini. Baru-baru ini permainan long iron saya cukup bagus, tapi saya merasa percaya diri untuk pekan-pekan ke depan. Saya mesti mempertajam putter saya dan menciptakan banyak birdie, jadi saya akan menghabiskan lebih banyak waktu di green latihan sebagai persiapan,” tuturnya.

Pegolf Australia Adam Scott akan mempertahankan gelarnya dalam ajang yang menyediakan total hadiah sebesar US$9,3 juta dan 550 poin FedExCup bagi pemenangnya. Sembilan dari sepuluh pegolf teratas klasemen FedExCup, yang dipimpin Patrick Cantlay, juga akan meramaikan persaingan. Sementara pegolf Asia lainnya yang ikut bersaing pekan ini termasuk Hideki Matsuyama, Juara The American Express Kim Siwoo, dan Lee Kyounghoon, yang baru saja meraih prestasi terbaiknya pada PGA TOUR dengan finis T2 pada Waste Management Phoenix Open dua pekan lalu.