Minjee Lee bersinar paling terang di bawah siraman cahaya malam di Emirates Golf Club Faldo Course usai menjuarai Omega Dubai Moonlight Classic.

Tampil sebagai pegolf dengan peringkat tertinggi dari seluruh peserta yang bersaing di Emirates Golf Club Faldo Course, Minjee Lee menuntaskan Omega Dubai Moonlight Classic juga sebagai pegolf peringkat teratas pada klasemen akhir ajang Ladies European Tour tersebut. Meski demikian, pegolf peringkat 9 pada Rolex Women’s Ranking itu baru menyadari kalau dirinya berpeluang menang ketika memasuki hole terakhir.

Sepanjang putaran final itu, Lee memang bermain tidak terlalu istimewa. Usai membukukan birdie di hole pertama, ia harus menanti hingga hole 10 untuk birdie keduanya pada hari itu. Dua birdie yang diantarai oleh sebuah bogey dari hole 14, 15, dan 16 dan par di dua hole terakhir ternyata membawanya untuk memainkan hole tambahan dengan Celine Boutier.

Performa bintang Solheim Cup Eropa Celine Boutier memang sempat memberi tekanan berarti. Ketimbang Lee, pegolf asal Perancis ini berhasil menorehkan lima birdie dalam 13 hole yang ia mainkan. Bogey di hole 16 terbukti menjadi krusial, mengingat ia semestinya dapat menuntaskan turnamen ini dengan kemenangan kalau saya tidak tersandung di hole tersebut. Dengan sama-sama mencatatkan skor total 10-under 206, ia dan Lee harus memainkan hole tambahan untuk menentukan pemenang.

 

 

Sementara itu, pegolf Swedia Caroline Hedwall yang sempat dominan dalam dua putaran pertama, serta juara bertahan Nuria Iturrioz, sebenarnya sama-sama berpeluang untuk meramaikan babak play-off. Namun, keduanya akhirnya harus puas hanya dengan catatan 9-under 207, bersama pegolf Jerman Laura Fuenfstueck.

Hole play-off dimainkan di hole 18, yang sepanjang putaran final hanya memberikan lima birdie. Antisipasinya, Lee dan Boutier bakal memainkan hole ini lebih dari sekali, mengingat catatan tersebut. Beruntung Minjee kemudian mencapai green dengan bolanya berjarak kurang dari 6 meter, sementara bola Boutier berjarak lebih dari 9 meter.

Dengan kemungkinan keduanya membutuhkan dua putt, para penggemar pun berharap drama berlanjut. Namun, Minjee justru memiliki rencana yang berbeda. Ia pun mencatatkan birdie keenam di hole 18 itu pada putaran final ini. Begitu bolanya berhasil masuk, ia meluapkan emosinya, sesuatu yang cukup jarang terjadi. Putting jitu itu turut memberinya gelar profesional ke-8 dalam kariernya, sebuah kemenangan yang pasti berkesan mengingat inilah gelar yang ia raih di bawah langit malam Dubai.

”Tahun ini memangb erat, tapi kemenangan ini menjadi cara yang sangat baik untuk mengakhirinya. Saya sangat menikmati format turnamen ini dan semuanya tentang pekan ini, kesempatan kedua bagi saya bermain golf pada malam hari seperti ini jelas sangat berkesan,” tutur pegolf berusia 24 tahun ini.

 

Finis di tempat kedua Celine Boutier mengoleksi poin penuh untuk Race to Costa Del Sol dan memperbaiki posisinya ke peringkat 11. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Kemenangan ini membuatnya mengikuti jejak para pemenang sebelumnya, seperti Annika Sorenstam, Lexi Thompson, dan Feng Shanshan yang tampil sebagai pemain berperingkat tertinggi dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Meski demikian, Lee bukanlah anggota Ladies European Tour. Meskipun trofi dan hadiah uang senilai €36.266 berhak menjadi miliknya, ia tidak dapat memiliki poin untuk Race to Costa Del Sol (Order of Merit Ladies European Tour). Poin itu menjadi miliki Boutier, yang cukup membawanya ke peringkat 11 dari sebelumnya berada di posisi 49. Pegolf Denmark Emily Kristine Pedersen masih memimpin perlombaan ini dengan saat ini mengoleksi 499,35 poin.

Lee boleh jadi keluar sebagai pemenang, tapi putaran terbaik pada putaran final ini justru dicatatkan oleh pegolf Skotlandia, Kylie Henry. Ia mencatatkan sembilan birdie tanpa bogey untuk mendongkrak peringkatnya dan finis di posisi 10 bersama Lydia Ko, Georgia Hall, dan Alison Lee.