Im Sungjae berniat menjadi pegolf Asia pertama yang menjuarai WGC-Dell Technologies Match Play.

Im Sungjae, Sang Mesin Birdie, berniat mengukuhkan reputasinya sebagai jagoan match play dengan mencatatkan hasil maksimal pada World Golf Championships-Dell Technologies Match Play yang dimulai hari Rabu (24/3) ini.

Pegolf berusia 22 tahun ini melakoni debutnya pada ajang berhadiah total US$10,5 juta, yang dikhususkan bagi 64 pemain elite yang akan dimainkan di Austin Country Club ini. Im berniat untuk mengandalkan permainan agresif untuk menjadi juara Asia pertama pada ajang ini. Ajang ini sekaligus menjadi penyegaran setelah melakoni format strokeplay.

Untuk urusan match play, Im telah membuktikan kapasitasnya dalam debutnya pada Presidents Cup tahun 2019 lalu. Kala itu ia menyumbangkan 3,5 poin bagi Tim Internasional, termasuk kemenangan meyakinkan 3 & 4 atas Gary Woodland pada partai tunggal. Kali ini ia berharap bisa terus mengusung semangat kompetitif sampai hari Minggu. Tahun 2019 lalu ia memimpin kategori Total Birdie PGA TOUR (480 birdie) dan 2020 (390) birdie. Sementara pada musim ini ia memimpin di kategori yang sama dengan catatan 286 birdie.

Ia berada dalam Grup 16 yang terdiri atas Victor Perez, Marc Leishman yang bermain bersama dalam Tim Internasional, dan Russell Henley. Dengan dua pegolf teratas tiap grup akan melaju ke babak knock-out partai tunggal. Pegolf Asia lainnya ialah Kim Siwoo dan Hideki Matsuyama, dan mereka semua berusaha untuk meraih sukses pekan ini.

Kim, yang meraih gelar ketiga PGA TOUR pada bulan Januari lalu dan baru saja meraih sepuluh besar pada THE PLAYERS Championship, akan berada di Grup 5 bersama pimpinan klasemen FedExCup Bryson DeChambeau, Tommy Fleetwood, dan Antoine Rozner. Sementara Matsuyama akan menghadapi Patrick Cantlay, Carlos Ortiz, dan Brian Harman di Grup 10.

Im sendiri telah menunjukkan kualitas yang membuatnya berjulukan ”Ironman”. Seperti halnya pemain lainnya, untuk bisa menjuarai ajang ini ia pun harus meraih tujuh kemenangan dalam lima hari ini.

”Dalam stroke play, skor tiap hole perlu diperhitungkan, tapi dalam match play, jika kalah satu hole, saya bisa menebusnya di hole berikutnya.” — Im Sungjae.

”Dalam partai match play, saya harus berfokus pada tiap hole. Saya mesti main bagus supaya bisa mengalahkan lawan. Itulah perbedaan antara match play dan stroke play. Dalam stroke play, skor tiap hole perlu diperhitungkan, tapi dalam match play, jika kalah satu hole, saya bisa menebusnya di hole berikutnya. Saya masih berpeluang bersaing dengan lawan saya, jadi saya mesti fokus dan strateginya juga berbeda.”

Im jelas ingat pahit-manis pengalamannya pada Presidents Cup di Royal Melbourne tahun 2019 lalu. Meskipun penampilannya kala itu menjadi sorotan dalam kariernya, dan menjadi salah satu penyumbang poin terbesar dalam tim, Tim Internasional kalah tipis 16-14 dari Tim AS yang dipimpin oleh Tiger Woods.

”Pada Presidents Cup saat itu saya sedang berada dalam performa yang bagus. Permainan saya prima dan kondisinya juga luar biasa. Saya memiliki percaya diri kalau saya bisa mengalahkan siapa pun di lapangan itu,” tutur Im.

Sejauh ini, penantang terkuat Asia yang nyaris memenangkan WGC-Dell Technologies Match Play ialah pegolf Jepang Hideto Tanihara. Ia berhasil menembus semifinal pada tahun 2017 sebelum akhirnya kalah 1-up dari Dustin Johnson, yang akhirnya keluar sebagai juara. Tanihara mengalahkan pemain top lain, seperti Ross Fisher, Paul Casey, dan Jordan Spieth untuk bermain pada putaran akhir pekan. Lalu tahun 2018, Kiradech Aphibarnrat berhasil menembus perempat final sebelum akhirnya takluk dari Bubba Watson, yang kemudian menjadi juara. Setahun kemudian pada 2019, Li Haotong menembus putaran keempat, tapi takluk dari Kevin Kisner, yang akhirnya menjadi pemenang.

Johnson akan menjadi pemain unggulan untuk keempat kalinya berturut-turut dan bakal mengincar kemenangan kedua setelah tahun 2017. Ia akan menghadapi Kevin Na, Robert MacIntyre, dan Adam Long di fase grup. Juara bertahan Kevin Kisner, pemenang tahun 2019 menjadi pemain No.48 akan berusaha mempertahankan gelarnya menghadapi Juara THE PLAYERS 2021 Justin Thomas, Louis Oosthuizen, dan Matt Kuchar. Kisner menaklukkan Kuchar, juara edisi 2013, tahun 2019 itu dengan skor 3&2. Ootshuizen sendiri juga pernah takluk dari Jason Day tahun 2016.

Austin Country Club akan menjadi tuan rumah untuk kelima kalinya dari turnamen ini, menyusul pembatalan pada tahun 2020 lantaran COVID-20.