Lahiri menikmati akhir pekan, An Byeonghun masih dalam zona bersaing.

Tidaklah mudah mengungkapkan kebahagiaan secara penuh ketika merasa ada yang janggal atau kurang dari permainan Anda. Begitulah yang dialami oleh Anirban Lahiri. Untuk pertama kalinya sejak pertama kali bermain pada ajang flagship PGA TOUR ini pada 2016, pegolf asal India tersebut berhasil lolos cut. Namun, ia masih belum mencapai tahap perkembangan aspek permainan yang paling ia harapkan.

Setelah memasukkan putt terakhir untuk menorehkan skor 2-under 70 untuk putaran pertamanya, Lahiri mencatatkan skor 1-under 71 untuk putaran kedua. Bermain dari sembilan hole kedua di TPC Sawgrass Stadium Course, Lahiri harus mendapat bogey di hole 11. Dua birdie di hole 13 dan 16, dan delapan hole kemudian ia harus kembali mendapat bogey sebelum menambah koleksi birdie di hole 8.

“Pukulan saya lebih baik daripada kemarin, tapi malah gagal memaksimalkan kesempatan yang saya peroleh. Saya pikir saya tidak bermain cukup bagus di hole-hole par 5, satu pukulan melenceng di hole 11 (masuk ke air), tapi selain itu saya juga merasa banyak putting yang tidak sampai. Padahal green-nya terasa jauh lebih baik makanya seharusnya saya bisa memasukkan lebih banyak putt lagi,” papar Lahiri.

Performa Lahiri musim 2018-2019 ini memang belum memuaskan. Akibatnya, ranking FedExCup miliknya pun masih jauh dari posisi aman untuk mempertahankan statusnya musim depan. Sejauh ini prestasi terbaiknya adalah finis di sepuluh besar pada Mayakoba Golf Classic bulan November 2018 lalu.

Perbaikan swing yang ia lakukan juga ternyata memakan waktu cukup lama sampai hasilnya mulai terlihat pada pekan ini. Namun, ketika ia mulai mendapati sedikit konsistensi pukulan, justru performa putting-nya yang tidak maksimal.

“Rasanya kecepatan (putting) saya cukup berkurang, banyak putt dari jarak 20, 25 kaki yang tidak sampai dan bergulir di 9-15 kaki melalui sedikit break. Saya mesti melatihnya (putting) lagi. Bagaimanapun juga, saya senang dengan pukulan saya dan percaya diri saya mulai bangkit. Permainan iron saya, yang selama ini menjadi titik perhatian saya dalam beberapa bulan terakhir juga mulai bagus. Saya mulai melihat bentuk pukulan yang saya inginkan,” imbuh Lahiri.

Anirban Lahiri akan menikmati putaran akhir pekan pertamanya di TPC Sawgrass berkat torehan 3-under 141 miliknya. Foto: Getty Images.

Menghadapi dua putaran terakhir, Lahiri berharap bisa mempertahankan konsistensi pukulannya sembari membuat putting-nya menjadi lebih jitu lagi.

“Putting saya berada jauh di bawah rata-rata dalam dua hari terakhir. Dan biasanya ketika saya tidak bisa putting dengan baik, skor saya juga tidak bagus. Bisa melihat kembalinya konsistensi berkat pukulan bola saya tentu merupakan sesuatu yang sangat positif dan saya hanya perlu berusaha agar putter saya makin jitu dan saya akan bisa mendapat skor yang rendah,” tandasnya.

Dengan Lahiri yang masih harus mengutak-atik putter untuk memaksimalkan dua putaran final, kita terpaksa kehilangan sosok khas yang akrab bahkan bagi publik golf di Indonesia. Salah satu rekan main satu grup Lahiri, Kiradech Aphibarnrat, harus pulang lebih awal. Ia harus tersingkir lantaran bermain dengan skor total 9-over 153.

Pada putaran kedua tersebut, Kiradech berhasil bangkit dan membukukan skor 69. Ia mencatatkan enam birdie dengan tiga bogey. Sayangnya, angka tersebut tidak cukup untuk membawanya melangkah ke putaran akhir pekan lantaran skor 84 yang ia bukukan pada hari pertama.

“Cara bermain saya tidak banyak berbeda ketimbang kemarin (putaran pertama). Kemarin itu saya memukul bola dengan cukup baik, memukul sesuai target, tapi short game saya sangat mengecewakan. Sungguh di bawah standar saya. Saya tidak bisa melakukan up-and-down dari mana pun dan putting, saya tidak bisa memasukkan putt!” jelas pegolf Thai pertama yang meraih keanggotaan pada PGA TOUR ini.

“Setelah menyelesaikan putaran pertama kemarin, saya masih bingung dan tidak habis pikir bagaimana bisa main 12-over dengan pukulan bola yang seperti itu. Pukulan saya hari ini persis sama. Saya sebenarnya cukup puas dengan permainan saya.”

Memainkan hari kedua, Kiradech bertekad untuk mencatatkan birdie sebanyak mungkin, sekadar membuktikan bahwa ia sanggup bermain di TPC Sawgrass.

“Setelah kemarin, saya nyaris menyerah setelah bermain hampir enam jam. Satu hari yang buruk dan ternyata hari ini lebih baik dan semoga tiga under ini bisa membangun percaya diri dan momentum,” tandas Kiradech yang berniat untuk rehat sepekan sebelum menuju WGC-Dell Technologies Match Play.

Meski kecewa karena gagal lolos cut, Kiradech Aphibarnrat membawa pulang hal positif dengan berhasil memangkas skor hingga 15 stroke. Foto: Getty Images.

Pada akhir pekan ini, enam pegolf Asia akan berjuang untuk mencatatkan finis terbaik. Selain Lahiri, juara edisi 2017 asal Korea Kim Siwoo juga berada di posisi T39. Pegolf China Taipei C.T. Pan juga kembali menikmati putaran akhir pekan setelah bermain 2-under 70. Adapun Hideki Matsuyama untuk sementara berada di peringkat T67 setelah bermain 71-72. Kang Sung berhasil melambungkan posisinya dan kini ada di peringkat T20 setelah pada hari kedua bermain 6-under 66.

Untuk sementara peluang terbaik ada di tangan An Byeonghun. Pegolf berusia 27 tahun ini kini berada di posisi T10 setelah mengumpulkan skor 7-under 137. Setelah pada hari pertama membukukan skor 66, An menorehkan skor 1-under 71 berkat empat birdie dan tiga bogey.

“Saya pikir kunci permainan saya pada pekan ini ialah ball striking. Fairway di sini sempit dan green-nya sulit dan Anda mesti menempatkan bola di sesuai yang Anda inginkan untuk memudahkan putt,” tutur An.

Bermain untuk pertama kalinya pada bulan Maret, An juga menilai kondisi lapangan kali ini jauh lebih bersahabat ketimbang tahun lalu yang, menurutnya, lebih keras. “Saya tidak bilang lebih mudah, tapi lapangan ini jelas dimainkan lebih berbeda ketimbang tahun lalu,” tandasnya.

Pada akhir putaran kedua, Tommy Fleetwood dan Rory McIlroy berbagi posisi teratas. Keduanya mengumpulkan 12-under 132 dengan Jim Furyk, Ian Poulter, Brian Harman, dan Abraham Ancer berjarak tiga stroke di belakang mereka.

Adapun Tiger Woods yang tengah berusaha menyamai rekor tiga kemenangan Jack Nicklaus pada ajang ini menempati peringkat yang sama dengan Lahiri dan Kim Siwoo setelah bermain 1-under 71. Sedang juara bertahan Webb Simpson ada di peringkat T26 dengan 4-under 140.

Leave a comment