Setelah putaran kedua yang luar biasa berat, sejumlah pegolf Asia memastikan diri lolos ke putaran akhir pekan The Open ke-145. Dari tujuh pemain Asia yang bertahan menghadapi cuaca ekstrem hari kedua di Royal Troon Golf Club, Skotlandia, salah satunya ialah pemain nomor satu Asian Tour, Anirban Lahiri.

Lahiri berhasil lolos ke putaran akhir pekan setelah total mencatatkan skor 1-under 141 setelah kemarin (15/06) ia harus bermain dengan skor 1-over 72 di tengah cuaca khas Skotlandia berupa suhu yang dingin dan angin menyusul cuaca cerah pada hari pertama.

”Saya berhasil mengendalikan kekacauan [akibat cuaca] lantaran saya tidak main terlalu bagus. Niat saya ialah mengawali dengan bagus, tapi malah sebaliknya.

Lahiri yang tiga kali lolos cut pada ajang Major tertua itu menuturkan sejumlah penilaian yang keliru yang ia lakukan diakibatkan oleh kondisi cuaca yang baru pertama kali ia hadapi.

”Cara kami memainkan sembilan putaran pertama sangatlah berbeda, jadi saya fakta ini ikut menolong saya. Saya senang bisa bertahan, meskipun saya merasa mestinya bisa mendapatkan beberapa  birdie. Agak kecewa sih, tapi hasilnya sebenarnya bisa lebih buruk,” sambungnya.

Setelah mendapat bogey di hole 4, Lahiri yang bermian dengan Keegan Bradley dan Sergio Garcia mendapat birdie di hole 8 par 3 yang disebut Postage Stamp dengan putt dari jarak 10 kaki. Ia sempat kena bogey lagi di hole 9 dan 10 saat cuaca mulai berubah. Beruntung ia mendapat birdie lagi di hole 16.

”Hole-hole tersulit ada di sembilan hole terakhir. Grup kami memainkan hole 7, 8, 9, dan 10 di tengah angin dan hujan dan itulah kondisi terberatnya. Sulit menilai seberapa jauh jarak pukul kami,” tuturnya.

Memainkan The Open keempat dalam kariernya, Lahiri mengaku tahun ini ia tidak terlalu gugup dan mengaku senang bisa mengawali pekan penting ini dengan kondisi yang positif.

”Saya rasa saya memainkan golf terbaik saya saat saya bisa sangat fokus pada ajang Major. Semoga saja dua hari ke depan membuktikannya,” ujarnya lagi

Sementara itu, pemain Korea, An Byeonghun mencatatkan skor 2-under 140 setelah kemarin kembali mencatat skor 1-under 70.

”Sangat berat, terutama beberapa hole awal dan kemudian angin berhenti berembus sejenak. Lalu beberapa hole terakhir juga jadi sulit. Saya dapat bogey, bogey untuk menutup putaran dan angin berembus dari samping. Secara keseluruhan saya bermain bagus. Mendapat skor yang sama seperti kemarin, tapi hari ini (kemarin) jelas lebih baik,” ujar bintang EurAsia Cup ini.

An mengaku berjuang untuk mendapat par di tiap hole dan baru berusaha mendapat birdie ketika bisa memainkan short iron-nya.

Selain Lahiri dan An, legenda Thailand Thongchai Jaidee, pemain Jepang Yuta Ikeda dan Kodai Ichihara, KT Kim, dan Lee Soomin juga berhasil lolos ke putaran akhir pekan.

Adapun Kiradech Aphibarnrat menjadi salah satu yang harus mengakhiri petualangannya di Skotlandia pekan ini setelah bermain total 7-over 149.

”Hasil yang mengecewakan. Ini The Open keempat buat saya dan saya belum pernah lolos cut. Saya berlatih keras memukul bola dan berharap mendapat hasil yang lebih baik. Lapangan di AS mungkin lebih cocok buat permainan saya, tapi untuk menjadi pemain top, Anda mesti main di mana saja. Anda tak bisa bilang kalau Anda tak bisa main di tengah angin, kita mesti bisa menerima semua kondisi. Saya hanya perlu berlatih lebih keras,” ujarnya.

Korban lain dari cuaca yang brutal itu ialah pemuda Thailand lain yang menjadi pemain termuda pada ajang The Open tahun ini, Phachara Khongwatmai. Pegolf berusia 17 tahun ini mesti bermain 10-over 81 kemarin.

”Hari ini kondisinya sangat buruk, berangin, hujan, dingin—semua jadi satu,” ujarnya. ”Golf amatlah sulit. Ini pertama kalinya dalam hidup ini saya bermain dalam kondisi begini. Sembilan hole terakhir saya juga sangat buruk, saya main 7-over.”

Meskipun demikian, ia berharap bisa kembali bermain pada The Open dan berniat untuk lebih mempersiapkan dirinya.

”Saya mesti belajar bagaimana memukul bola ketika hujan dan saat angin berembus seperti di sini. Hal positifnya, saya bisa memukul bola dengan bagus di tiga hole terakhir.

”Saya akan rehat sejenak untuk menghadapi King’s Cup dua pekan setelah ini. Target saya ialah mempertahankan kartu Asian Tour untuk musim depan. Tapi pekan ini, saya akan selalu ingat betapa sulitnya golf itu,” tutup Phachara.