HSBC Women’s World Championship resmi dimulai lewat peluncuran kejuaraan yang unik, sembari merayakan inisiatif keberlanjutan dari Sentosa Golf Club.

Ada yang unik di Sentosa Golf Club pada hari ini. Dalam peluncuran dimulainya HSBC Women’s World Championship di Singapura pagi ini, sebuah peluncuran yang unik dilakukan sebagai bagian dari perayaan inisiatif keberlanjutan yang dipelopori oleh Sentosa Golf Club. Lapangan yang belum lama ini mendapat penghargaan sebagai ”The World’s Best Golf Club” dan ”The World’s Best Eco-Friendly Golf Facility” dari World’s Golf Awards, mengajak klub-klub golf di seluruh dunia untuk ikut menerapkan praktik-praktik keberlanjutan demi kelestarian lingkungan.

Sentosa Golf Club menunjukkan bagaimana sebuah lapangan golf bisa menciptakan perbedaan yang signifikan dengan mengurangi karbon dan melindungi spesies-spesies langka untuk membantu membalikkan keadaan akibat perubahan iklim ekstrem, yang terjadi belakangan ini. Lapangan ini menjadi klub golf pertama di dunia yang bergabung dengan UN Sports for Climate Action dan menjadi pemimpin terdepan dalam mendorong industri golf untuk ikut merespons perubahan iklim dengan kampanye mereka, GAME ON. Inisiatif ini menyoroti bahwa inilah saatnya bagi golf untuk bersikap mengatasi isu perubahan iklim dan bergabung dengan para pemangku kepentingan kunci dalam olahraga ini, dengan masyarakat golf global dan menerapkan proses-proses modern untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

Pegolf No.1 Dunia Ko Jinyoung, peraih medali emas Olimpiade dan pegolf No.2 Dunia Park Inbee, pegolf No.10 Dunia Minjee Lee, serta mantan pegolf No.1 Dunia Lydia Ko, serta pemenang Major Georgia Hall meluangkan waktu mereka di sela-sela persiapan bertanding pada HSBC Women’s World Championship. Kelimanya ikut mempelajari bagaimana kerja keras dan inisiatif Sentosa Golf Club termasuk menyediakan stasiun pengisian daya untuk mobil, perangkat irigasi yang canggih, kebun rempah-rempah, mengurangi penggunaan plastik, memetik rumput dengan tangan untuk mengurangi penggunaan pestisida, penggunaan baterai lithium untuk golf cart, dan kolonisasi lebah.

Kelima pegolf profesional, yang telah memenangkan lebih dari 50 gelar, mengunjungi fasilitas pelestarian lebah dan menyaksikan bagaimana Klub ini meminimalisasi penggunaan pestisida dengan tiap staf memetik setidaknya 15 rumput liar tiap harinya. Dengan 75 staf agronomi golf, minimal mereka bisa memetik 7.875 rumput tiap pekan. Lapangan ini juga menjadi klub golf pertama di Asia yang menggunakan produk-produk karbon untuk program agronomi mereka. Langkah ini bertujuan mengurangi penggunaan pestisida, yang telah membantu mengurangi penerapan pestisida hingga 95%.

 

(Ki-ka) Lydia Ko, Minjee Lee, Park inbee, Ko Jinyoung, dan Georgia Hall juga mengunjungi Sentosa Golf Club Bee Sanctuary untuk mencicipi madu Sentosa. Foto: Getty Images.

 

”Lapangan ini merupakan salah salah satu lapangan golf yang paling indah dan dikondisikan dengan sempurna. Mempelajari bagaimana upaya-upaya keberlanjutan yang mereka lakukan benar-benar mencerahkan. Saya berharap dengan HSBC menggunakan kesempatan ini untuk menyoroti pekerjaan di Sentosa Golf Club, klub-klub lainnya juga bisa terinspirasi dan kita semua bisa berusaha lebih baik untuk memberi perbedaan bagi dunia kita,” tutur Park Inbee, pemegang dua gelar HSBC Women’s World Championship.

Dalam perjalanannya menuju Piramida di hole 4 Tanjong Course untuk mencicipi madu Sentosa, mereka mengendarai golf cart yang menggunakan baterai lithium. Andrew Johnston, General Manager/Director of Agronomy dan Resident Golf Course Designer Sentosa Golf Club menjelaskan bahwa penurunan populasi lebah hingga 70% mendorong Klubnya berkomitmen menyediakan lingkungan bagi keempat koloni lebah, termasuk lebah tanpa sengat (Meliponini).

Lydia Ko, yang dua pekan lalu meraih gelar LPGA ke-16, menambahkan, ”Sering kali jumpa pers pada awal turnamen berfokus kepada kami para pegolf, jadi saya sangat menyukai kesempatan untuk menyoroti upaya inisiatif Sentosa Golf Club ini. Saya pikir mereka memberikan teladan yang sangat bagus kepada klub-klub golf lainnya dan memotivasi kita semua untuk berbuat yang lebih baik lagi di area ini dalam kehidupan kita.”

Olfert De Wit, yang untuk sementara menjabat sebagai CEO HSBC Singapura juga menambahkan, menampilkan apa yang Sentosa Golf Club lakukan untuk kelestarian lingkungan merupakan sesuatu yang sangat penting. ”Kami sangat senang bisa kembali menggelar HSBC Women’s World Championship dan menjalankan bagian kami membawa ajang olahraga profesional kembali ke Singapura. Meskipun kami belum bisa menyaymbut para penonton, kami tak sabar untuk menyaksikan pekan seru yang menampilkan aksi golf kelas dunia,” ujarnya.

 

Sentosa Golf Club menciptakan budaya kerja yang mendorong stafnya untuk memetik 15 rumput liar setiap harinya. Foto: Getty Images.

 

”Kami juga sangat bersemangat bisa menyoroti pekerjaan berkelanjutan dari tuan rumah kami, Sentosa Golf Club, yang benar-benar menjadi Game Changer, dan yang juga sama-sama mengusung komitmen untuk memastikan keberlangsungan dan masa depan planet kita.”

Johnston, selaku sosok yang ikut berperan dalam inisiatif yang dilakukan Sentosa Golf Club, juga mengungkapkan betapa pihaknya juga merasa senang bisa menyambut kembalinya para pemain bintang LPGA dan menyaksikan bagaimana mereka mengatasi tantangan di Tanjong Course.

”Kami sangat bangga akan program keberlanjutan kami, jadi kami sangat berterima kasih kepada HSBC dan seluruh pemain yang meluangkan waktu untuk mempelajari lebih jauh dan menyoroti inisiatif ini,” tandasnya.

Park Sunghyun akan memulai upanya mempertahankan gelar HSBC Women’s World Championship pada hari Kamis (29/4) besok.