Sebanyak 17 pegolf berperingkat 100 besar dunia menuju The Royal Golf Club dengan Atthaya Thitikul bersiap mempertahankan gelarnya.

Women’s Amateur Asia-Pacific yang segera dilangsungkan pada 25-28 April mendatang bakal menyuguhkan tontonan gol yang tak kalah serunya dibandingkan dengan ajang profesional sekalipun. Sebagai turnamen yang layak disebut Major bagi para pegolf amatir wanita, prestise turnamen ini dibangun, di antaranya dengan kehadiran para pegolf amatir wanita yang ada di jajaran atas World Amateur Golf Ranking.

Ketika turnamen ini mulai bergulir di The Royal Golf Club, Prefektur Ibaraki, Jepang hari Kamis nanti, fokus golf dunia bakal tertuju kepada sang juara bertahan, Atthaya Thitikul asal Thailand. Tak hanya telah mencuri perhatian berkat keberhasilannya menjuarai ajang Ladies European Tour dalam usia 14 tahun, Thitikul juga membuktikan bahwa dirinya merupakan bintang muda asal Negeri Gajah Putih terrsebut.

Usai menjuarai edisi pertama WAAP tahun lalu, ia menorehkan hasil yang mengagumkan pada berbagai kompetisi. Usai memenangkan WAAP, ia mendapat kesempatan bermain pada HSBC Women’s World Championship dan finis di peringkat 8. Ia juga menembus putaran akhir pekan pada ajang Major ANA Inspiration dan meraih Low Amateur pada ajang Women’s British Open sebagai satu-satunya pemain amatir yang lolos cut.

Prestasinya membela negaranya juga sangat mengagumkan. Selain mempersembahkan medali emas pada ajang SEA Games, ia juga kembali meraih medali emas pada Youth Olympics. Ia Kini ia berperingkat 9 dunia (ketika artikel ini diturunkan), sekaligus menjadi pemain berperingkat dunia terbaik dari total 82 peserta yang akan bermain pekan ini.

“Saya harap kesempatan yang saya peroleh untuk meningkatkan diri setelah menjuarai kejuaraan ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang bermain kali ini.” – Atthaya Thitikul

“Saya sangat bersemangat bisa kembali dan bermain pada ajang WAAP. Tahun ini saya juga ingin menikati tiap momen dari kejuaraan ini dan melakukan yang terbaik. Tidak ada tekanan sama sekali,” ujarnya remaja berusia 16 tahun ini.

Thitikul juga sempat menjadi bahan perbincangan menjelang gelaran Augusta National Women’s Amateur. Sayangnya, ia gagal melaju ke putaran final. Hal ini jelas bakal memberi motivasi baginya untuk mempertahankan gelar juara yang ia raih di New Serapong Course di Sentosa Golf Club tahun lalu.

“Kemenangan tahun lalu sangat berarti buat saya. Saya bisa mendapat banyak undangan untuk bermain di berbagai turnamen besar LPGA dan saya belajar banyak dari bermain dengan para pegolf profesional.

“Saya pikir ini kejuaraan besar bagi seluruh pemain amatir di negeri saya dan seluruh perempuan di wilayah Asia-Pacific. Saya harap kesempatan yang saya peroleh untuk meningkatkan diri setelah menjuarai kejuaraan ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang bermain kali ini.”

Sukses menembus tiga besar dalam gelaran Augusta National Women’s Amateur, Yuka Yasuda menjadi salah satu favorit tuan rumah pada pekan ini. Foto: R&A.

Pemain lain yang patut menjadi sorotan, sudah tentu, adalah pemain tuan rumah Yuka Yasuda. Tahun lalu ia finis di peringkat keempat dan hanya satu stroke di belakang empat pemain lain yang akhirnya memainkan hole play-off. Kala itu, rekan senegara Yasuda, Yuna Nishimura berhasil menantang Thitikul sampai pegolf Thailand itu memastikan kemenangan di hole play-off ketiga.

Yasuda sendiri telah mencatatkan sejumlah prestasi yang mengagumkan dengan menjuarai Junior World Cup dan Women’s Australian Master of the Amateurs 2018, dan menikmati performa yang solid ketika bermain dalam Augusta National Women’s Amateur awal April ini. Ia berbagi tempat ketiga bersama pegolf Filipina Yuka Saso.

“Menjadi kebanggaan besar bisa melihat begitu banyak perempuan dari Asia yang bermain bagus di berbagai turnamen di seluruh dunia,” ujar pegolf asal Kobe ini.

“Saya pikir ini menjadi hasil dari pengaturan lingkungan di mana kami bisa bermain golf dengan gembira. Ada begitu banyak pegolf bagus dalam generasi saya dan kejuaraan ini bakal menjadi kejuaraan yang sangat menarik.

“Saya pikir ini menjadi hasil dari pengaturan lingkungan di mana kami bisa bermain golf dengan gembira. Ada begitu banyak pegolf bagus dalam generasi saya dan kejuaraan ini bakal menjadi kejuaraan yang sangat menarik.” – Yuka Yasuda

“Ini menjadi kesempatan pertama bagi saya bermain di The Royal Golf Club. Tapi kalau saya bisa bermain sesuai dengan kemampuan yang saya yakini, saya pikir saya bisa mendapat hasil yang bagus.”

Peraih medali emas asal Filipina, Yuka Saso, juga akan menjadi salah satu pemain yang patut disimak pada pekan ini. Setelah finis di tempat ketiga pada ajang Augusta National Women’s Amateur, ia dipastikan siap untuk tampil maksimal di The Royal Golf Club.

“Saya sangat senang bisa kembali bermain di WAAP. Ini salah satu kejuaraan yang tidak ingin dilewatkan oleh siapa pun,” ujarnya.

Beberapa pemain top amatir wanita lainnya yang turun, di antaranya, Grace Kim dari Australia (peringkat 69 WAGR), Ye Lei dari China (77), Hou Yu-Chiang dari China Taipei (43), Seher Atwal dari India (338) dan Mimi Ho dari Hong Kong (566). Sementara kontingen Korea akan diwakili oleh Kwon Seo-yun (38 dan Hong Yae-eun (99).

Hou Yu-chiang dari China Taipei menjadi satu dari 17 pegolf peringkat 100 besar dunia yang bersaing dalam Women’s Amateur Asia-Pacific pekan ini. Ia menyandang peringkat 43. Foto: R&A.

Sebagai negara tuan rumah, Jepang mendapat jatah delapan pemain, sementara sejumlah negara lainnya mendapat jatah enam pemain. Kejuaraan ini juga memberi kesempatan bagi negara-negara di mana golf masih dalam tahap berkembang, seperti Bangladesh, Vietnam, dan Sri Lanka. Tiap negara ini mengirimkan satu perwakilannya.

Adapun Indonesia mengirimkan enam pemain terbaik yang bisa turun pada kejuaraan bergengsi kali ini. Empat di antaranya, Rivani Adelia Sihotang, Michela Tjan, Patricia Sinolungan, dan Ribka Vania sempat merasakan kualitas kejuaraan ini pada edisi pertama di Singapura tahun lalu. Sementara dua yang lain, Viera Permata Rosada dan Gianti Mahardika akan melakoni debut mereka.

Guna menambah gengsi kejuaraan ini akan mendapat slot bermain pada AIG Women’s British Open dan The Evian Championship. Selain itu, sang juara juga akan mendapat undangan untuk bermain pada Augusta National Women’s Amateur 2020.

WAAP ini sendiri merupakan satu dari sejumlah kejuaraan kunci yang diselenggarakan oleh R&A dan Asia Pacific Golf Confederation untuk mendorong popularitas golf wanita di wilayah Asia Pasifik. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari Women in Golf Charter yang diprakarsai R&A pada tahun lalu, yang memang bertujuan meningkatkan partisipasi wanita dalam golf.

Leave a comment