PGA TOUR pada tahun 2019 ini bakal menyuguhkan aksi-aksi golf spektakuler!

Oleh Chuah Choo Chiang*

Bersiaplah untuk menikmati suguhan spektakular dari PGA TOUR pada tahun 2019 ini! Karena bintang-bintang baru golf akan bersaing dengan sejumlah legenda dari olahraga ini, yang dipimpin, tak lain dan tak bukan, oleh Tiger Woods dan Phil ”The Thrill” Mickelson.

Jadwal PGA TOUR yang baru kini menghadirkan sejumlah turnamen besar pada setiap bulan, mulai Maret hingga Agustus. Selain hadiah uang yang lebih besar daripada sebelumnya, mengikuti bonus dari FedExCup, kini diperkenalkan pula skema Wyndham Rewards, yang menjamin Tahun Baru ini akan menjadi rangkaian pertandingan dan drama yang menarik, baik bagi para pemain, penggemar, dan pemirsa TV.

Dari dalam lapangan, kedalaman kualitas pemain PGA TOUR—ada 10 kemenangan diraih oleh para pemain berusia 25 tahun atau lebih muda pada musim lalu—mendorong para komentator untuk menyambut generasi golf dunia yang baru, dengan bintang-bintang, seperti Brooks Koepka, Justin Thomas, Dustin Johnson, Jon Ram, Jason Day, Rory McIlroy, Rickie Fowler, Xander Schauffele, Francesco Molinari, dan juara FedExCup 2018 Justin Rose yang terus memikat para penggemar dengan performa kelas dunia mereka.

Kemunculan Bryson ”The Scientist” DeChambeau, yang menjuarai dua ajang FedExCup Playoff musim lalu, dan pemukul jauh sensasional Cameron Champ akan makin membangkitkan semangat penggemar. Belum lagi harapan terhadap Jordan Spieth pada Tahun Baru ini, menyusul musim tanpa gelar pada tahun lalu.

Phil “The Thrill” Mickelson dan Tiger Woods masih akan menjadi dua sosok yang dinantikan, di tengah kehadiran generasi muda yang lebih siap bersaing. Foto: Getty Images.

Jago-jago tua, termasuk Mickelson dan Woods telah meramaikan persaingan dengan menunjukkan bahwa mereka masih sanggup menjuarai turnamen. Mickelson, 48 tahun, menjuarai World Golf Championships-Mexico Championship dengan mengalahkan Thomas, juara FedExCup 2017, lewat babak play-off.

Namun, seluruh mata, terutama, akan terfokus kepada Woods, yang menampilkan kebangkitan luar biasa dengan menjuarai gelar PGA TOUR ke-80 pada TOUR Championship bulan Agustus 2018. Kemenangan ini ia raih setahun setelah ia memberi tahu media di seluruh dunia bahwa ia tak yakin bakal berkompetisi lagi setelah kembali mengalami cedera punggung untuk keempat kalinya.

Sebagai pemenang FedExCup edisi perdana dan pemegang 14 gelar Major, pegolf berusia 43 tahun ini menghadirkan kisah paling memukau yang pernah disaksikan di dunia olahraga. Ia finis T2 hanya dalam empat ajang sejak kembalinya ia ke lapangan, sebelum akhirnya bersaing pada The Open Championship dan PGA Championship, dengan masing-masing finis T6 dan runner-up. Pekan demi pekan berlalu, dan seruan itu kian membahana. Kemenangannya yang luar biasa di Eastlake, gelar pertamanya dalam lima tahun, menggugah para penonton. Woods pun menahan air matanya di green hole 18 itu.

NBC melaporkan rating TV mereka melonjak tajam hingga 205% ketimbang TOUR Championship 2017. Angka ini membuat para pengamat menilai bahwa Woods tak sekadar memberikan perbedaan, tapi dialah faktor pembeda tersebut.

Dalam Tahun Baru ini, Woods yang kini kembali bugar akan melanjukan upayanya mengejar rekor kemenangan sepanjang masa dengna 82 kemenangan PGA TOUR milik Sam Snead dan gelar 18 Major milik Jack Nicklaus. Ia juga berniat untuk bersaing dengan para pegolf yang lebih muda.

”Saya pikir ketika permainan saya mencapai level terbaik saya selalu merasa menjadi orang yang sulit ditaklukkan.” – Tiger Woods

”Para pemain yang lebih muda merintangi saya justru ketika saya mulai melangkah. Anda tahu, mereka tak pernah benar-benar bermain menghadapi saya ketika saya bermain dengan baik. Entah itu J.T. (Thomas), Jordan, kini Bryson, Brooksy, persaingannya mulai memanas. Saya pikir ketika permainan saya mencapai level terbaik saya selalu merasa menjadi orang yang sulit ditaklukkan,” ujar Woods. ”Mereka bercanda dan berkata, ’Kami ingin bermain menghadapi Anda.’ Baiklah … permintaan kalian saya penuhi.”

Tantangan dari Asia pada 2019 ini bakal dihadirkan oleh pemain dengan peringkat dunia tertinggi, bintang Jepang Hideki Matsuyama, yang dalam usia 26 tahun telah meraih lima gelar PGA TOUR. Fokus juga akan diarahkan kepada pendatang baru, Kriadech Aphibarnrat, yang menjadi pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR.

”Saya tak sabar untuk menampilkan permainan golf terbaik saya pada PGA TOUR. Ini mimpi yang menjadi kenyataan dan saya berharap bisa membuat negara saya bangga,” ujar pegolf berusia 29 tahun, yang menorehkan finis di lima besar pada tiga ajang World Golf Championships tahun lalu.

Juara termuda THE PLAYERS Championship 2017 asal Korea, Kim Siwoo dan rekan senegaranya, An Byeonghun; Anirban Lahiri dari India; dan C.T. Pan dari China Taipei juga disebut-sebut sebagai pegolf yang berpotensi menjadi juara pada PGA TOUR. Mereka juga memiliki target yang sama, berusaha untuk menjadi bagian dari Tim Internasional yang akan menghadapi Amerika Serikat pada Presidents Cup di The Royal Melbourne Golf Club, Australia pada 9-15 Desember 2019 ini.

Tantangan dari Asia dihadirkan, di antaranya, lewat pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR, Kiradech Aphibarnrat. Foto: Getty Images.

Komisioner PGA TOUR Jay Monahan yakin perubahan jadwal PGA TOUR, yang secara efektif menempatkan ajang flagship TOUR, yaitu THE PLAYERS Championship ditempatkan pada bulan Maret, mengawal The Masters Tournament bulan April, PGA Championship bulan Mei, U.S. Open bulan Juni, The Open Championship bulan Juli, dan FedExCup Playoffs, yang berpuncak pada TOUR Championship bulan Agustus, akan memberikan drama dan gairah yang senantiasa melekat pada tour golf profesional terkemuka di dunia ini.

”Perubahan ini memungkinkan kenikmatan dan drama dan opsi bagi TOUR untuk melakukan peningkatan tambahan untuk sekali lagi membuat musim ini tampak menarik, dari awal hingga akhir,” ujar Monahan.

Dengan FedEx meningkatkan bonus hadiahnya dari US$35 juta menjadi US$60 juta, sang juara FedExCup yang baru akan mendapatkan bonus US$15 juta mulai tahun 2019 ini.

”Anda akan melihat peningkatan penghasilan pemain hingga melebihi US$5000 juta pada 2019, meningkat 12%, dan ini sesuatu yang bisa kami banggakan. Mereka mesti bertanding dan mereka layak mendapatkannya. Pemain No.1 pada FedExCup (2019) akan menerima sekitar US$27 juta. Ada banyak yang dipertaruhkan, bahkan pada tiap pukulan pada musim FedExCup, tiap pekannya.”

*Chuah Choo Chiang menjabat sebagai Senior Director Communications PGA TOUR yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Leave a comment