Jim McCabe mengajak kita melihat kembali apa saja yang terjadi dalam periode 94 hari terakhir sampai Charles Schwab Challenge digelar pekan depan.

Oleh Jim McCabe

Dari padang gurun di Scottsdale, Arizona, hari-hari terakhir bulan Januari 2020 berkisar di antara perayaan Waste Management Phoenix Open. Angka-angka berwarna merah menghiasi papan klasemen, sedangkan seruan yang riuh mengelilingi hole 16 dan para atlet menghibur massa.

Turnamen itu menjadi turnamen ke-16 pada musim 2019-2020 yang sudah berlangsung lima bulan dan memberi sukses besar. Dengan Tiger Woods kembali meraih kemenangan pada ajang ZOZO Championship dan menyamai rekor kemenangan terbanyak dalam sejarah PGA TOUR milik Sam Snead. Justin Thomas sudah dua kali menang juga, dan Rory McIlroy meraih menang di China, dan menjelang kembali ke No.1 Dunia.

Secara keseluruhan, serangkaian kisah sukses itu seakan kian melambungkan olahraga golf ini untuk menjadi tontonan di seluruh dunia.

Tapi pada saat yang sama, berita dari luar negeri memberi tahu penyebaran virus corona. World Health Organization menyarankan seluruh negara bersiap untuk “menahan” dan “mengisolasi” penyebarluasan virus, meskipun pemerintah lokal, negara bagian, dan federa di Amerika Serikat tak lekas mengikuti saran para pakar kesehatan untuk menerapkan social distancing.

Ketika Webb Simpson mengalahkan Tony Finau pada babak play-off tanggal 2 Februari, perayaan yang berlangsung di TPC Scottsdale sekali lagi menjadi sukses besar. Kalau saja skala hiruk-pikuk PGA TOUR itu, atau olahraga lainnya di Amerika, juga terjadi pada penyebaran virus corona (di AS), berita ini pasti menjadi berita bagi semua orang. Tapi pada saat itu hanya ada tujuh kasus, dari 331 juta orang, yang terkonfirmasi di Amerika Serikat.

Tapi tak sampai enam pekan kemudian, kegemparan terjadi, dan PGA TOUR, seperti hampir seluruh bisnis di AS, harus menghadapi kenyataan: kompetisi harus dihentikan.

 

Kemenangan Tiger Woods di Jepang pada ZOZO Championship menjadi salah satu kisah sukses dari musim 2019-2020 sampai kompetisi terpaksa dihentikan menyusul pandemi COVID-19. Foto: Getty Images.

 

Pandemi ini muncul bagaikan sebuah gelombang tak terlihat justru ketika olahraga golf tengah bersiap menyambut serangkaian turnamen besarnya, dimulai dengan THE PLAYERS Championship.

Namun, kegelisahan mulai melanda. Sebanyak 18 korban meninggal di AS disebabkan COVID-19, dan lebih dari 1.200 kasus dilaporkan. Belum lagi realita medis bahwa tak satu pun yang mengetahui apa-apa soal virus ini. Pertanyaan yang muncul malah jauh lebih banyak daripada jawabannya.

Komisioner PGA TOUR Jay Monahan menyebutkan hal ini dan membahas kesiapan mereka.

Informasi yang diperoleh dari penasihat medis PGA TOUR, Dr. Thomas Hospel, dan badan kesehatan AS dan dunia tersebut meyakinkan mereka untuk melanjutkan turnamen. Daerah-daerah darurat COVID-19 masih jarang sehingga kegiatan olahraga di Amerika masih bisa berlangsung. Maka penyelenggara pun bersiap untuk menggelar kompetisi yang luar biasa di TPC Sawgrass pada 11 Maret.

Namun, sebelum mereka terlelap pada malam harinya, gambaran di hadapan mereka berubah drastis. Pemain National Basketball Association (NBA) dinyatakan positif COVID-19. Mereka yang mengikuti agenda olahraga pun mulai merasa cemas.

“Penundaan menjadi kata yang menenangkan. Selama ‘ditunda’, saya pikir para pemain masih bisa memiliki harapan.” — Xander Schauffele

Hari Kamis datang dan membawa cuaca yang ideal dengan kerumunan massa terbesar dalam sejarah turnamen. Para penggemar menyaksikan Hideki Matsuyama membukukan 9-under 63. Tapi, sudah jelas, Monahan tidak dapat menikmati aksi yang berlangsung.

Hari itu menjadi hari penuh monitor tentang apa yang terjadi di tempat lain. NBA menunda melanjutkan musim kompetisinya, begitu juga dengan National Hockey League dan NASCAR. Major League Baseball juga menegaskan takkan memulai musimnya pada bulan Maret itu.

Meskipun ada begitu banyak penonton yang hadir pada putaran pertama, Monahan dan timnya kemudian memutuskan untuk melanjutkan kompetisi tanpa penonton. “Baik Gedung Putih dan Kantor Gubernur Florida telah memberi dukungan untuk mengatur tindakan-tindakan pencegahan yang kami lakukan hingga pada saat ini,” ujar Sang Komisioner pada tengah hari Kamis itu.

“Tapi,” imbuhnya, “patut dicatat bahwa hal tersebut bisa berubah.”

Sekitar delapan jam kemudian, perubahan itu pun terjadi dalam cara yang sulit dibayangkan. PGA TOUR membatalkan THE PLAYERS. Lalu apa yang terjadi antara Kamis tengah hari hingga malam itu? Monahan mengungkapkan sejumlah pemain mengungkapkan kecemasannya “dan hal tersebut menjadi sesuatu yang kami perhatikan secara serius.”

Perlahan-lahan, sejumlah negara bagian mulai memberlakukan kebijakan menutup diri atau “berdiam di rumah”. Tim Monahan juga sadar bahwa pada dasarnya merekalah organisasi olahraga yang masih melangsungkan kegiatan. “Ini turnamen terbesar bagi kami tahun ini,” ujarnya pada 13 Maret. “Meskipun kami merasa kami memiliki lingkungan yang aman dan telah melakukan hal-hal yang tepat, kami tak bisa melanjutkannya dan rasanya tidak tepat untuk memaksakannya.”

 

THE PLAYERS Championship menjadi kompetisi pertama yang dibatalkan menyusul pandemi COVID-19. Foto: Getty Images.

 

Jika keputusan untuk menghentikan kompetisi terjadi seketika itu juga, upaya untuk mengembalikan ke lanskap yang semula jelas berlangsung sangat lambat. Untungnya, Monahan adalah sosok pribadi yang sabar dan penuh pertimbangan. Ia menggunakan semua kartunya dengan baik.

Pertama, pembatalan THE PLAYERS diperpanjang hingga tiga turnamen ke depan. Lalu hadirlah pengumuman mengejutkan yang menyita perhatian semua orang: Masters akan ditunda dari jadwal bulan April. PGA TOUR kemudian membatalkan empat turnamen lagi. Dan ketika PGA of America menambahkan keputusannya menunda PGA Championship, golf bakal absen setidaknya hingga 17 Mei.

Monahan masih bernada optimis dan para pemain menyambut rasa percaya diri tersebut.

“Penundaan menjadi kata yang menenangkan,” ujar Xander Schauffele. “Selama ‘ditunda’, saya pikir para pemain masih bisa mengharapkan ajang tersebut.”

Monahan jelas sangat berniat untuk memberikan harapan tersebut. Tapi, pertama-tama, ada tantangan juga yang harus dilewati. Badan golf profesional dunia—Masters, U.S. Golf Association, PGA of America, R&A, LPGA—harus bersatu mengambil keputusan, tidak terpecah, dan Monahan berada di garis terdepan melakukan diskusi ini.

Pada 6 April, seluruh organisasi tersebut mengeluarkan pernyataan bersama. Empat turnamen golf paling signifikan bagi pria mendapat kejelasan. PGA Championship akan dimainkan bulan Agustus, U.S. Open pada September, Masters pada November, dan The Open Championship dibatalkan.

“Sejak awal kami sudah beritikad untuk bertanggung jawab, jeli, dan transparan dengan proses keputusan kami.” — Jay Monahan, Komisioner PGA TOUR

Dengan kalender Major yang sudah dipastikan, Monahan mulai berfokus pada jadwal PGA TOUR musim 2019-2020 yang tersisa. Sekali lagi, ia mengandalkan organisasi yang sudah memiliki landasan yang solid sepanjang 51 tahun ini. Monahan berniat untuk mengembalikan kompetisi, hanya dengan ukuran keselamatan yang layak.

“Sejak awal kami sudah beritikad untuk bertanggung jawab, jeli, dan transparan dengan proses keputusan kami,” ujar Monahan, yang tak sampai dua pekan kemudian mengumumkan PGA TOUR akan kembali berkompetisi pada 11 Juni lewat ajang Charles Schwab Challenge di Fort Worth, Texas.

Akan ada 14 turnamen dalam periode 13 pekan, berpuncak pada tiga ajang play-off FedExCup secara berturut-turut: The Northern Trust (20-23 Agustus), BMW Championship (27-30 Agustus), dan TOUR Championship (4-7 September). Sebanyak 36 turnamen lainnya diselamatkan, 10 ajang lainnya dibatalkan, dan sejumlah turnanmen lain terpaksa mengubah tanggal, dan kehidupan semua pihak pun dipengaruhi oleh hal ini.

Antara putaran final Arnold Palmer Invitational pada 8 Maret dan putaran pertama Charles Schwab Challenge pekan depan, praktis ada 94 hari dengan rintangan dan ketidakjelasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi tak sekali pun semua itu membuat Monahan patah semangat. Ketika dorongan untuk segera mengembalikan kompetisi muncul, ia menahan diri. Ada dialog yang konsisten dengan para pemain dan kota-kota yang akan menjadi tuan rumah turnamen. Dan ada dukungan juga dari para pemain yang menggunakan media sosial untuk menjaga semangat para penggemar.

Ketika bulan Mei berganti Juni dan liga-liga olahraga di Amerika masih belum mengungkapkan komitmennya untuk kembali berkompetisi, kesiapan PGA TOUR kian mengesankan. Percakapan yang tak kenal lelah dengan para petugas kesehatan dan kepala-kepala negara daerah telah memungkinkan Tour ini menempatkan rencana pengujian untuk kian menambah keyakinan.

Dengan segala perencanaan yang matang, kini para penggemar di seluruh dunia tinggal menanti pekan penyelenggaraan Charles Schwab Challenge.