Fokus golf dunia kini layak diarahkan ke Perth, Western Australia pekan ini. Gelaran ISPS HANDA World Super 6 Perth merupakan salah satu gebrakan baru dalam olahraga golf profesional, yang menjadi bagian dari upaya untuk lebih memopulerkan golf kepada publik. Dari Thomas Pieters sampai Wade Ormsby, Justin Harding hingga Poom Saksansin, semuanya bersemangat untuk memulai pekan ini.

Sejumlah aktivitas sengaja dilakukan untuk membangun atmosfer menuju putaran pertama yang akan dimainkan mulai Kamis (14/2) ini. Kemarin (12/2) sejumlah pemain top melakukan pukulan chipping ke arah lapangan di Optus Stadium. Thomas Pieters, Juara World Cup of Golf 2018 asal Belgia, Juara U.S. Open 2006 Geoff Ogilvy (Australia), bersama rekan senegaranya Marcus Fraser, Lucas Herbert, Jason Scrivener, Peter O’Malley, Tom Lewis (Inggris), dan Jorge Campillo (Spanyol) berusaha memukul mendekati pin yang diposisikan di lapangan.

Lucas Herbet, salah satu jagoan lokal yang bakal menjadi sorotan, terutama lantaran ia jelas berniat menebus kekalahan tahun lalu dari Kiradech.

“Turnamen ini lebih ke adaptasi, entah itu match play, match play enam hole, semuanya. Dua penyelenggaraan terakhir sangatlah bagus dan melihat bagaimana semuanya berjalan dengan lancar, dan bahwa ada peningkatan berarti tahun ini ketimbang tahun pertama kami mencoba format seperti ini jelas sangatlah bagus,” ujar Herbert.

Tak hanya mereka yang bersemangat. Beberapa pegolf Asian Tour pun berniat untuk menembus putaran match-play yang dimainkan pada hari Sabtu (16/2). Pegolf Afrika Selatan Justin Harding berniat untuk memaksimalkan pekan ini.

Para pemain favorit turnamen ini, termasuk Tom Lewis, Thomas Pieters, Geoff Ogilvy, Lucas Herbert, dan Marcus Fraser berpose sebelum melakukan pukulan ke lapangan.

ISPS HANDA World Super 6 Perth pekan ini menjadi pekan kedua baginya berada di Australia. Pekan lalu, ia juga bermain pada ajang co-sanction European Tour dan PGA Tour Australasia, ISPS HANDA Victoria Open, salah satu turnamen yang juga menjadi terobosan baru dunia golf profesional. Kala itu ia berhasil finis di tempat keempat, yang membawanya ke peringkat 65 dunia, yang sekaligus menempatkannya sebagai pegolf berperingkat terbaik kedua setelah Tom Lewis (peringkat 55 dunia) pada ISPS HANDA World Super 6 Perth pekan ini.

Turnamen pekan ini juga menjadi turnamen penting mengingat inilah turnamen terakhir yang memberi kesempatan bagi para pegolf profesional untuk menembus peringkat 50 besar dunia. Jika berhasil menembus zona tersebut, hak untuk tampil pada World Golf Championships-Mexico Championship pekan depan pun akan terjamin. Dan tidak ada yang tidak mau bermain pada ajang World Golf Championships!

Harding menikmati tahun fenomenal pada musim 2018 lalu dengan dua prestasi istimewa, menjuarai dua kemenangan dalam dua penampilan pertamanya di Asia: Indonesia Open dan Royal Cup.

“Saya main bagus di Hong Kong dan Maurititus jelang akhir tahun, dan juga mendapat beberapa hasil bagus di Dubai dan Arab Saudi tahun ini. Jadi saya berniat untuk mempertahankan performa dan memomentum ini untuk turnamen pekan ini,” ujar Harding yang finis di tempat ketiga pada perburuan Order of Merit Asian Tour musim 2018 lalu.

Selain Harding, sejumlah pegolf Thailand yang berlaga pekan ini akan mengambil inspirasi dari keberhasilan Kiradech Aphibarnrat ketika berhasil memenangkan turnamen ini tahun lalu. Kiradech menjadi pegolf terakhir yang masuk ke turnamen ini, namun dialah yang tersenyum paling akhir lantaran sukses menjuarai turnamen dan memberinya gelar European Tour keempat dalam kariernya.

Kalau keberuntungan berada di pihak saya, seperti ketika berada di Jakarta, saya bakal punya peluang bagus.” – Poom Saksansin.

“Sungguh mengagumkan melihat bagaimana kemenangan itu berdampak bagi Kiradech tahun lalu. Ia menembus 50 besar dan bermain pada The Masters. Saya ingat kami mengobrol sebelum turnamen dimulai tahun lalu dan bagaimana dia bakal tidak sempat melakukan putaran latihan karena dia pemain terakhir yang masuk ke turnamen. Tapi dia kemudian malah menjuarai turnamen ini. Sungguh memberi inspirasi!” ujar Jazz Janewattananond.

Adapun juara Indonesian Masters 2018, Poom Saksansin menjadi salah satu dari tujuh legiun Thailand di Perth pekan ini, juga berada dalam suasana yang positif. Tahun lalu di Jakarta, ia sekali lagi menunjukkan kelasnya sebagai pemain top dunia dengan keberhasilannya menaklukkan Justin Rose dan Henrik Stenson untuk mencatatkan gelar Asian Tour yang ketiga.

“Sangat menyenangkan bisa kembali ke Perth. Lapangannya bagus dan cuacanya juga bagus,” tutur Poom.

Pekan lalu, Poom meniru swing salah satu temannya ketika bermain di sirkuit profesional di Thailand. Baginya, swing tersebut memberinya hasil yang lebih baik.

“Saya tak sabar untuk bermain dengan bagus dan menembus babak match play pada hari Minggu. Saya rasa saya punya kesempatan yang bagus. Hanya ada enam hole yang dimainkan dan semuanya bisa terjadi. Kalau keberuntungan berada di pihak saya, seperti ketika berada di Jakarta, saya bakal punya peluang bagus,” ujarnya lagi.

ISPS HANDA World Super 6 Perth menjadi satu-satunya turnamen golf profesional yang dimainkan dengan kombinasi stroke play dan match play. Dua putaran pertama akan dimainkan layaknya turnamen profesional biasanya, yaitu dengan format stroke play, dengan cut off pada hari kedua. Sementara pada hari ketiga, stroke play akan dimainkan untuk menentukan 24 pemain teratas yang akan melaju ke babak match play pada putaran final.

Leave a comment