Michela Tjan dan Patricia Sinolungan bertekad mencapai hasil maksimal.

Ada misi tersendiri bagi sejumlah pemain Indonesia yang kembali turun pada kejuaraan prestisius Women’s Amateur Asia-Pacific yang bergulir pada 25-28 April 2019. Kejuaraan yang layak disebut sebagai ajang Major bagi para pegolf amatir wanita di wilayah Asia Pasifik ini menjadi kejuaraan besar yang membuka berbagai kemungkinan para atlet potensial yang turun pada pekan ini. Gaungnya sendiri telah menggema sejak penyelenggaraan perdana di Singapura tahun lalu.

Pekan ini, Michela Tjan akan berusaha menuntaskan ganjalan dari penyelenggaraan edisi perdana tahun lalu. Pegolf berusia 19 tahun ini menjadi bagian dari kontingen Indonesia ketika bermain di New Serapong Course di Sentosa Golf Club tahun lalu. Kali ini ia akan tampil sebagai pemain yang sepenuhnya berbeda dengan ketika ia turun pada tahun lalu.

“Saya merasa sangat senang dan terhormat bisa kembali tampil pada WAAP kedua di Jepang,” tutur Michela. “Tahun lalu saya gagal lolos cut. Hasilnya memang tidak sesuai dengan yang saya harapkan, tapi saya yakin kalau saya bisa bermain lebih baik lagi tahun ini. Permainan saya telah meningkat dan saya pikir saya bisa menciptakan skor yang lebih bagus lagi pada WAAP tahun ini.”

Tahun lalu, Michela memang gagal menampilkan permainan terbaiknya sehingga terpaksa menuntaskan kejuaraan ini lebih awal. Kala itu ia harus bermain dengan skor 81-75.

Tapi dalam setahun terakhir, ia telah menimba pengalaman mengikuti kompetisi yang berat di tingkat universitas di Amerika. Kini menjadi bagian dari tim golf di Keiser University, Michela menyebut kemampuannya untuk mengelola diri dengan lebih baik di lapangan menjadi salah satu modal penting baginya untuk menembus putaran akhir pekan.

“Saya sangat bersemangat dengan peluang yang diberikan kejuaraan ini, yaitu untuk tampil pada ajang Major dan Augusta National Women’s Amateur. Semua itu akan memotivasi saya untuk bermain bagus pekan ini.” – Michela Tjan

“Persaingan di AS sangatlah ketat. Kondisi bermainnya juga berbeda jauh dari Indonesia dan semua hal itu mengajarkan saya untuk beradaptasi dengan lebih baik dalam kondisi-kondisi demikian,” tutur pemenang kelompok wanita pada Kejuaraan Nasional Golf Amatir 2014 ini.

Kemampuan beradaptasi itu juga akan menjadi penting baginya, mengingat ini akan menjadi pertama kalinya bagi Michela bermain di The Royal Golf Club.

“Saya memang belum mendiskusikan soal lapangan ini dengan teman-teman atau para pelatih (David Milne dan Lawrie Montague), tapi sudah mencari informasi soal lapangan tersebut. Sepertinya ini akan menjadi lapangan yang menyenangkan. Saya tak sabar untuk bisa segera turun,” ujar penggemar berat tokoh komik Naruto ini.

Kesempatan untuk bermain pada WAAP edisi kedua ini juga berarti akan mempertemukan Michela dengan pelatih dan teman-teman senegaranya. Reuni seperti ini baginya akan memberinya suasana seperti di rumah, yang jelas akan membantunya untuk lebih fokus menghadapi kejuaraan.

Pengalaman berbeda justru dialami oleh Patricia Sinolungan. Pegolf yang akrab disapa Patty ini menikmati empat putaran pada WAAP edisi perdana dan finis di peringkat 53 setelah menorehkan skor 77-73-78-79. Kini mahasiswi North Texas University ini kembali mendapat kesempatan untuk memperbaiki pencapaiannya tersebut.

Patricia Sinolungan menikmati bermain dalam empat putaran pada gelaran perdana Women’s Amateur Asia-Pacific. Kini ia bertekad untuk memperbaiki peringkat ketika memulai kejuaraan ini hari Kamis (25/4) mendatang. Foto: R&A.

“Saya kaget dan merasa terhormat bisa menjadi bagian dari tim yang berpartisipasi di WAAP. Sejak edisi pertama di Singapura tahun lalu, saya selalu menanti-nantikan turnamen ini,” ujar remaja berusia 18 tahun ini.

Tak hanya Michela yang hadir dengan percaya diri tinggi, Patty pun menegaskan bahwa dirinya siap untuk bersaing dengan para pegolf top amatir wanita lainnya. “Saya yakin bisa berada di jajaran atap kalau saya fokus memainkan permainan saya,” tegasnya.

“Saya pikir saya sudah mengalami peningkatan dalam beberapa aspek. Sekarang saya sudah bisa mengendalikan diri saya dengan lebih baik selama berada di lapangan. Saya juga bisa lebih menikmati putaran yang saya mainkan, termasuk bermain dan beradaptasi di lapangan-lapangan baru.”

Seperti halnya Michela, Patty juga baru akan bermain di The Royal Golf Club pada pekan ini. Meskipun demikian, pengalaman bermain dalam beragam kondisi cuaca dan lapangan selama membela kampusnya akan menjadi bekal yang juga penting baginya.

“Dalam satu turnamen kami bisa bermain dalam kondisi yang cerah dan lembab, sementara pada turnamen berikutnya kondisinya bisa begitu dingin, dan yang bisa kami lakukan hanyalah mempersiapkan diri dan beradaptasi,” imbuh Patty, yang akan ditemani oleh sang ayah sebagai kedi pada pekan ini.

“Ini merupakan turnamen amatir terbesar di Asia Pasifik dan memberi kesempatan bagi semua peserta untuk bersaing dengan para pemain terbaik di wilayah ini, berjuang untuk memenangkannya, dan mendapat undangan bermain pada ajang Major dan ANWA. … Saya yakin, dengan kesempatan besar tersebut, semua orang akan berjuang untuk bermain sebaik mungkin.” – Patricia Sinolungan

Bagaimanapun juga, bobot turnamen yang dilabeli sebagai turnamen elit oleh World Amateur Golf Rankings ini menjadi bagian penting dalam perjalanan karier keduanya.

“Kejuaraan ini menjadi kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk bisa bersaing di level kompetisi yang tinggi. Apapun hasilnya, saya takin turnamen ini akan mendorong saya untuk menjadi lebih baik lagi,” ujar Michela. “Saya juga sangat bersemangat dengan peluang yang diberikan kejuaraan ini, yaitu untuk tampil pada ajang Major dan Augusta National Women’s Amateur (ANWA). Semua itu akan memotivasi saya untuk bermain bagus pekan ini.”

Patty pun mengungkapkan hal senada.

“Ini merupakan turnamen amatir terbesar di Asia Pasifik dan memberi kesempatan bagi semua peserta untuk bersaing dengan para pemain terbaik di wilayah ini, berjuang untuk memenangkannya, dan mendapat undangan bermain pada ajang Major dan ANWA. Saya pikir, itulah target dari semua pemain amatir yang bermain pekan ini. Saya yakin, dengan kesempatan besar tersebut, semua orang akan berjuang untuk bermain sebaik mungkin,” ujar Patty.

Selain Michela dan Patty, Indonesia juga diwakili oleh Ribka Vania, Gianti Mahardika, dan Viera Permata Rosada.

Sebagai prakarsa dari R&A dan Asia-Pacific Golf Confederation, ajang WAAP ini merupakan salah satu dari sejumlah kejuaraan kunci yang diselenggarakan dengan maksud untuk lebih meningkatkan partisipasi kaum wanita dalam olahraga golf. Pekan ini, sebanyak 80 pemain amatir top Asia Pasifik akan berpartisipasi untuk meraih kehormatan dan mengambil tempat untuk bermain dalam dua ajang Major golf wanita, yaitu AIG Women’s British Open dan The Evian Championship, serta undangan untuk bertanding pada ajang ANWA 2020.

Leave a comment