Indonesian Junior Golf membuka musim kompetisi 2020 lewat gelaran Premier League 1 mereka. Kompetisi ini menjadi kompetisi pertama tahun ini yang menjadi pintu menuju IMG Academy Junior World Championships di Amerika Serikat.

Sirkuit golf junior, Indonesia Junior Golf memulai musim kompetisi untuk tahun 2020 ini dengan menggelar Kualifikasi IMG Academy Junior World Championships. Ajang kualifikasi yang sekaligus menjadi Seri 1 Premier League mereka dimainkan di Padang Golf Matoa Nasional pada tanggal 15-17 Februari 2020 lalu.

Lima kelas dipertandingkan pada ajang ini, di mana tiap kelas mewakili kategori usia para peserta. Para peserta dari Kelas D (usia 9-10 tahun) dan Kelas E (7-8 tahun) hanya bermain satu putaran, sedangkan Kelas C (11-12 tahun) memainkan dua putaran. Adapun Kelas A (15-18 tahun) dan Kelas B (13-14 tahun) bermain tiga hari.

Dalam kompetisi tiga hari tersebut, Amadeus Christian Sutanto berhasil tampil sebagai peserta terbaik dari Kelas A. Pegolf asal Semarang yang kini bersekolah di Hills Golf Academy di Brisbane, Australia ini tampil gemilang dengan membukukan skor 69-75-73. Ia berhasil meraih kemenangan besar dengan keunggulan hingga 13 stroke dari tempat kedua, Kentaro Nanayama, dan 15 stroke dari Jonathan Xavier Hartono.

Sementara dari Kelas B, Rayhan Abdul Latief berhasil menjadi yang terbaik setelah membukukan skor total 225, dengan menorehkan skor 73-74-78.

Teuku Husein Muhammad Danindra tampil sebagai kampiun di Kelas C setelah bermain dengan skor total 171 dalam dua putaran. Ia mengungguli Abdul Jabbar Murtala dan Danny Lin, yang masing-masing finis di tempat kedua dan ketiga.

Dari Kelas D Asyrafa Danish Suryanto menjadi pemain terbaik dengan keunggulan tipis dua stroke dari Jamie Pendlebury. Dalam dua putaran kompetisi, Asyrafa membukukan skor 86 dan 86.

Sementara itu, dari kompetisi tiga putaran di Divisi Putri, Rayi Geulis Zullandari berhasil memenangkan Kelas A. Ia membukukan skor 78-77-77, yang memberinya keunggulan enam stroke dari Valencia Andov di tempat kedua.

 

Ludy Eqbal Almuhamadi (kiri) dari Sahabat Joyada Siallagan bersama para pemenang dari Divisi Putri Kelas A, (ki-ka) Rana Syarifa Mukawa, Valencia Andov, dan, Rayi Geulis Zulliandari. Foto: GolfinStyle.

 

Adapun Elaine Widjaja tampil sebagai kampiun di Kelas B. Sebenarnya, ia memiliki catatan skor yang sama, 233, dengan Holly Victoria Halim. Elaine bermain dengan skor 79-78-76, sedangkan Holly bermain dengan skor 78-77-78. Elaine akhirnya dinyatakan sebagai yang terbaik setelah memainkan putaran final yang lebih baik.

Dari Kelas C, Milani Adisty berhasil menorehkan catatan yang terbaik berkat skor 77-80. Ia berhasil unggul empat stroke dari Niquita Audrey Onggo yang bermain 95-96.

Siapa Indonesian Junior Golf itu?
IJG terdaftar sebagai klub di bawah Persatuan Golf Indonesia. Berbeda dari klub-klub golf lainnya, IJG dikhususkan hanya bagi para pegolf junior. Komunitas ini sendiri terbentuk dari kepedulian para orangtua untuk menciptakan sirkuit kompetisi bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kemudian para pengurus dan instrumen yang menjalankan turnamen adalah para orangtua.

Komunitas ini sudah ada sejak 2010, namun mulai resmi sebagai perkumpulan sejak 2012. Dan hingga sejauh ini, IJG turut melahirkan para pegolf yang kemudian mewakili Indonesia di berbagai turnamen internasional. Beberapa di antaranya kini melanjutkan sekolah mereka ke Amerika Serikat.

Seri Premier League yang diselenggarakan oleh IJG tak hanya mendapat sokongan dari Persatuan Golf Indonesia (PGI), tapi juga menjadi turnamen yang mendapatkan poin dari World Amateur Golf Ranking.

Selain turnamen prestasi tersebut, IJG turut menggelar kegiatan yang ditujukan untuk pengembangan dan wadah untuk memperkenalkan golf kepada generasi yang lebih muda. Secara rutin, mereka menggelar Seri Development, yang sekaligus menjadi persiapan bagi anak-anak untuk menuju ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Konsistensi para orangtua ini kemudian mendapat dukungan dari Sahabat Joyada Siallagan. Sosok yang semula maju untuk menjadi Ketua Pengprov PGI DKI Jakarta ini kemarin (16/2) menegaskan dukungannya untuk IJG dengan menandatangani komitmen dukungan selama setahun penuh. Dukungan berupa dana dan produk untuk pelaksanaan seluruh turnamen IJG pada tahun 2020 ini menjadi sesuatu yang sangat penting dan berarti.