Joshua Andrew Wirawan mengusung mentalitas baru untuk memastikan melangkah ke dua putaran final dengan meyakinkan.

Joshua Andrew Wirawan kini menghadapi tiap turnamen dengan mentalitas baru yang membawanya lebih bisa bersaing dengan para pegolf profesional Asia. Itulah yang ia buktikan ketika mengikuti BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi pekan ini.

Pada hari kedua ajang Asian Tour yang diadakan di Royale Jakarta Golf Club ini, pegolf asal Surabaya ini membukukan skor 6-under 66. Dengan skor total 7-under 137 ia kini menghuni peringkat 12 bersama pegolf Amerika Serikat Berry Henson. Tujuh birdie dan hanya sebuah bogey menjadi modal penting untuk membawanya melangkah ke putaran akhir pekan untuk yang kedua kalinya.

Ia memang sempat bermain 1-over lantaran mendapat bogey di hole ketiganya, yaitu hole 12 par 5. Namun, di hole 12, ia berhasil mengamankan par dari jarak sekitar 6 meter.

“Saya pikir perubahan momentumnya terjadi di sana,” ujarnya.

“Pola pikirnya harus mau menang karena kalau cuma lolos cut, akhirnya malah nyaris menang dengan selisih satu atau dua stroke. Tapi kalau memang maunya menang, otomatis pasti lolos cut.”

Sejak itu, ia berhasil membukukan tiga birdie berturut-turut dari hole 15 untuk menutup sembilan hole pertamanya dengan skor 2-under. Dan ia tidak berhenti sampai di sana karena ia kemudian menambah empat birdie lagi, termasuk membukukan dua birdie di tiga hole terakhir.

Performa putting-nya pada hari ini juga meningkat. Dari sebelumnya membutuhkan 31 putt, hari ini ia hanya melakukan 27 putt. Ia menyebut perubahan teknik pada putting menjadi salah satu kunci performa putting yang lebih baik.

“Ada pelatihan dari Kinetic Academic, yang diasuh oleh Daniel Parkin dan Chris Chamberlain. Mereka membuat program yang cukup bagus, yang membantu agar bisa bermain dengan lebih fokus,” tutur Andrew.

“Selain itu, teknik putting saya juga sedikit diubah sehingga lebih yakin dengan pukulan dan arah menjalankan bolanya.”

Joshua Andrew Wirawan tengah berada pada kondisi yang positif menyusul finis T28 pada ajang Asian Tour Sabah Masters dan T19 pada ajang Asian Development Tour, PGM Maybank ADT Championship. Foto: Asian Tour.

Ia menyebut pola pikir menjadi kunci penting. “Sebelumnya, kalau bermain dalam ajang Asian Tour, kami beranggapan bisa lolos cut saja sudah bagus. Tapi sekarang Rory memiliki pola pikir bahwa saat ini Asian Tour adalah tempatnya. Jadi, ada rasa percaya diri yang lebih baik. Dan memang sebenarnya golf juga selalu seperti itu.”

Performa yang positif ini merupakan kelanjutan dari keberhasilannya membukukan hasil positif dalam dua turnamen sebelumnya. Pada ajang Sabah Masters, Andrew berhasil membukukan hasil terbaiknya selama bermain pada ajang Asian Tour dan finis di peringkat T28. Lalu pada ajang PGM Maybank ADT Championship, ia berhasil finis T19.

“Sekarang saya tidak lagi mencari swing yang bisa menghasilkan pukulan yang jauh. Saya sudah menerima bahwa pukulan saya hanya segini, yang penting bekerja dengan baik, tapi harus menjaga ritmenya,” jelas Andrew.

“Selain itu, pola pikir saya dulu itu hanya ingin lolos cut, tapi kalau sekarang, karena sering ngobrol dengan Rory (Hie) juga, sudah yakin bahwa kita ini bisa bersaing dengan para pegolf internasional ini. Pola pikirnya harus mau menang karena kalau cuma lolos cut, akhirnya malah hanya nyaris lolos cut dengan selisih satu atau dua stroke. Tapi kalau memang maunya menang, otomatis pasti lolos cut.”