Joshua Andrew Wirawan melanjutkan tren positif pada hari ketiga Qualifying School Final Stage Asian Tour.

Catatan redaksi: Ada kekeliruan terkait jumlah pegolf Indonesia yang berpartisipasi pada Qualifying School Final Stage Asian Tour tahun ini. Sebelumnya, kami hanya menulis Joshua Andrew Wirawan dan Elki Kow, seharusnya ada satu pegolf lain, yaitu Peter Gunawan.  Artikel berikut sudah kami perbaiki. Mohon maaf atas kekeliruan tersebut.

Ada banyak cara untuk meraih keanggotaan Asian Tour. Pertama, dengan bermain pada level Asian Development Tour (ADT0. Lewat sirkuit regional ini, Anda punya beberapa opsi untuk bisa meraih kartu Asian Tour pada musim berikutnya. Jika berhasil finis sebagai salah satu dari tujuh peringkat teratas Order of Merit, kartu Asian Tour ada di tangan Anda. Cara lainnya ialah dengan menjuarai tiga turnamen ADT untuk otomatis status penuh pada musim berikutnya.

Alternatif kedua ialah dengan memenangkan sebuah ajang Asian Tour. Rory Hie mewujudkan hal ini pada pertengahan tahun 2019 lalu dengan menjuarai turnamen di India.

Selain itu, mereka yang tidak memiliki status penuh bisa memanfaatkan kategori Country Exemption dan finis di jajaran 60 besar Order of Merit. Inilah yang dilakukan oleh Danny Masrin, untuk menjadi pegolf Indonesia kedua yang meraih kartu Asian Tour, setelah Rory.

Tapi seluruh alternatif tersebut membutuhkan perjuangan panjang selama setahun. Itulah sebabnya, Qualifying School menjadi alternatif lain yang memikat banyak pegolf dari seluruh dunia. Indonesia sendiri cukup beruntung karena mendapat jatah untuk langsung berada di Final Stage. Kesempatan ini yang kemudian coba dimanfaatkan oleh Joshua Andrew Wirawan, Elki Kow, dan Peter Gunawan. Pada awal pekan ini, tercatat 244 peserta dari 30 negara memastikan mengikuti tahap akhir ini.

Pada tahap akhir ini, para peserta harus memainkan total lima putaran dengan dua kali cut-off. Setelah memainkan 36 hole, 140 peringkat teratas plus ties melangkah ke dua putaran berikutnya. Pada cut-off pertama ini, langkah Elki Kow yang bermain 72-78 dan Peter Gunawan yang membukukan 75-71dalam dua putaran pertama, terpaksa terhenti.

 

Performa Joshua Andrew Wirawan dalam tiga turnamen terakhir menunjukkan peningkatan yang positif, baik dari segi teknis maupun nonteknis. Foto: Yongki Hermawan.

 

Sebaliknya, Joshua Andrew Wirawan mencatatkan tren yang positif. Setelah hanya bermain even par 71 pada hari pertama, skor 4-under 67 pada putaran kedua kemarin (20/2) memastikan ia melangkah ke dua putaran berikutnya.

Pada putaran ketiga ini, ia kembali bermain dengan baik, mencatatkan skor 2-under 69. Kembali memainkan lapangan C&D di Lake View Resort and Golf Club di Hua Hin, Thailand, Andrew bermain 2-under di sembilan hole pertamanya, lalu mencatatkan dua birdie serta dua bogey di sembilan hole berikutnya. Meskipun catatan hari ketiga ini tidak sebaik hari kedua, toh performanya ini lebih baik daripada hari pertama ketika pertama kali memainkan lapangan C&D. Dan ini berarti ia berada di peringkat yang lebih baik. Setelah memulai putaran ketiga dengan berada di posisi T28, skor total 6-under 207 menempatkannya di posisi T22.

Putaran keempat besok akan menjadi cut-off kedua, di mana 70 peringkat teratas plus ties berhak tampil pada putaran final hari Minggu (23/2). Pada akhir putaran final tersebut, 35 peringkat teratas, plus ties, akan mendapat kartu Asian Tour.

Berpeluang Meraih Kartu Asian Tour
Andrew, sapaan Joshua Andrew Wirawan, kini berada di posisi yang sangat bagus untuk mewujudkan harapan bergabung dengan Rory dan Danny. Setidaknya, melihat performanya pada tiga putaran pertama, Andrew telah mengoleksi total 12 birdie. Ia mengungkapkan hasil tersebut tak lepas dari performa pukulan iron dan putting yang sedang tajam.

“Sebelumnya, kalau bermain dalam ajang Asian Tour, kami beranggapan bisa lolos cut saja sudah bagus.”

Selain itu, ia juga telah mempelajari lapangan yang akan dimainkan dan berlatih di lapangan dengan jarak yang menyerupai Lake View Resort and Golf Club. Persiapannya tersebut terbukti tepat sehingga ia tak lagi sulit untuk beradaptasi.

Tapi jika melihat grafik permainannya sejak tiga bulan terakhi tahun 2019 lalu, Andrew merupakan salah satu pemain yang performanya paling positif. Dalam tiga turnamen terakhir yang ia ikuti, Andrew selalul mencatatkan hasil yang positif.

Pada ajang Sabah Masters, awal November 2019, ia bahkan sempat berada di jajaran atas setelah bermain 66. Ia kemudian finis T28 besar setelah membukukan skor total 4-under 280. Prestasi ini ia lanjutkan dengan finis T19 pada ajang ADT, PGM Maybank ADT Championship setelah bermain 1-under 287. Terakhir pada Indonesian Masters ia mencatatkan finis terbaiknya selama mengikuti turnamen flagship Asian Tour tersebut. Skor total 7-under 281 menempatkannya di peringkat T26.

“Sebelumnya, kalau bermain dalam ajang Asian Tour, kami beranggapan bisa lolos cut saja sudah bagus. Tapi sekarang Rory memiliki pola pikir bahwa saat ini Asian Tour adalah tempatnya. Jadi, ada rasa percaya diri yang lebih baik. Dan memang sebenarnya golf juga selalu seperti itu,” tutur Andrew kala itu.

Perjuangannya untuk mengikuti bergabung dengan Rory Hie dan Danny Masrin memang harus menunggu dua putaran tersisa. Tapi melihat perubahan positif dalam beberapa bulan terakhir, rasanya tidak heran jika nanti kita melihatnya tampil pada berbagai ajang Asian Tour musim 2020 ini.