Seri kedua Indonesian Golf Tour (IGT) akan kembali digelar di Modern Golf & Country Club, Tangerang. Seri kedua yang kali ini bertajuk Permata Indonesian Golf Tour akan mulai digelar besok (22/2) hingga 24 Februari. PT Permata Karya Perdana (Pekape) kali ini bertindak sebagai sponsor utama dengan para pemain bakal berusaha tampil maksimal guna menggoyang dominasi Ian Andrew.

Perusahaan yang didirikan pada 2013 ini merupakan salah satu perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Salah satu mitra bisnis eksklusif Pekape adalah Alfamart yang memperluas bisnis Pekape sebagai site solution provider.

Modern Golf & Country Club sendiri selalu menjadi salah satu lapangan yang rutin menjadi tempat menguji para pegolf profesional di Indonesia sejak IGT diluncurkan pada 2014. Selama tiga seri yang berlangsung di sini dalam tiga tahun terakhir, dua nama mencuat sebagai jawaranya. Mereka adalah George Gandranata dan Ian Andrew. Nama yang kedua bahkan tercatat sebagai juara bertahan selama dua tahun terakhir.

Kedua pemain tersebut pun kembali menjadi unggulan pada penyelenggaraan Permata Indonesian Golf Tour pekan ini, mengingat pengalaman bagus keduanya selama bermain di lapangan yang digarap oleh pemenang lima gelar The Open Peter Thomson ini.

Ian yang meraih dua gelar IGT pada musim lalu bertekad untuk mengawali musim ini dengan raihan yang bagus, minimal bisa mengukir prestasi pada musim 2015 ketika menggondol tiga gelar juara IGT dan menempatkannya sebagai pegolf terbaik 2015.

”Untuk tahun ini sejak berlatih dengan David Milne saya yakin bisa memenangi lebih banyak turnamen lagi,” kata Ian. ”Saya tetap berlatih seperti biasa. Minggu lalu baru selesai main Asian Development Tour (ADT) di Malaysia dengan hasil cukup memuaskan. Hasil tersebut membuat saya percaya diri untuk memenangi IGT di Modern,” tambah Ian.

Pada musim 2016, Ian sebenarnya nyaris mengulang prestasi sama seperti 2015 dengan perolehan 2 gelar juara IGT (Seri II Modern dan Seri V Jakarta Golf Club). Namun, pada sisa seri IGT performanya mengalami penurunan.

”Musim lalu lalu saya bermain bagus pada awal tahun tapi pada akhir tahun kurang begitu bagus karena saya melakukan perubahan swing. Ditambah lagi, Danny Masrin (pemain terbaik 2016) juga bermain luar biasa,” jelas pegolf berusia 26 tahun ini.

Ketika memenangi gelar juara IGT Seri II di Modern pada 2014, Ian mencetak 9 di bawah par (207). Lalu, pada 2016, Ian membukukan skor 10 di bawah par (206), skor yang juga diukir George ketika menang di Modern pada 2014.

Sementara itu, George pun memiliki ambisi untuk menyabet gelar IGT pertamanya setelah ia menikmati gelar juara IGT terakhir pada 2014, di Seri II Modern. Saat ini pegolf terbaik 2014 ini mengakui bahwa dirinya berada dalam kondisi terbaik, menjelang Permata Indonesian Golf Tour.

”Saya merasa permainan saya makin membaik dan mudah-mudahan bisa bermain bagus,” kata George.

Meski belum meraih satu gelar pun di Indonesia dalam dua tahun terakhir, George tidak terlalu risau. Ia justru melihat bahwa ini adalah suatu hal yang positif karena itu artinya tingkat kompetisi semakin ketat.

”Tidak ada masalah. Namanya golf, ada naik and turun. Ditambah lagi, kualitas pemain-pemain pro kita meningkat berkat banyaknya IGT. Saya juga sudah beberapa kali menempati posisi kedua. Jadi, saya sudah mendekat (tangga juara),” kata George, yang kalah dua pukulan dari Ian ketika IGT Seri II Modern pada 2015.

Selain Ian dan George, pegolf tuan rumah I Ketut Sugiarta pun patut mendapat sorotan. Pegolf berusia 42 tahun ini yang sudah unggul di dua hari pertama pada IGT Seri II tahun lalu harus mengakui permainan impresif Ian dan kalah satu pukulan di hari terakhir. Sebagai pegolf tuan rumah, Ketut yang sudah sangat hafal dengan kontur lapangan karya Peter Thompson ini tentu ingin menuntaskan rasa penasarannya. Apalagi, ia  baru saja meraih gelar juara Top Skor Golf Invitational, IGT Seri I di Matoa, pada bulan lalu berharap bisa melanjutkan tradisi kemenangannya di Seri II ini. Para peserta Permata Indonesian Golf Tour lainnya pun pasti memiliki keinginan yang sama: menggeser dominasi Ian Andrew sebagai penguasa Modern.

Selain mengakomodasi para pegolf profesional, IGT pun menghadirkan para pegolf amatir yang ingin menjajal kemampuan dalam event profesional. Sebanyak 14 pegolf pria dan tiga pegolf amatir wanita telah menyatakan keikutsertaannya dalam event ini.