Indonesian Masters tahun ini menjadi edisi ketujuh yang memberi kesempatan istimewa bagi para pegolf Indonesia. Tahun ini ada 20 pegolf profesional Indonesia yang berkesempatan untuk kembali bertanding dengan para pegolf papan atas.

Semua mereka jelas patut mendapat dukungan dari semua penggemar golf di Indonesia dan semua mereka sangat senang untuk melihat Anda mendampingi mereka dari pinggir lapangan—tidak hanya melihat aksi para pemain bintang dunia saja.

Kalau sebelumnya kami menyuguhkan beberapa nama pemain internasional yang menarik untuk ditonton, beberapa jagoan Indonesia berikut kami anggap patut kita cermati. Tentu saja bukan berarti hanya mereka yang mesti kita dukung—para pegolf Indonesia lainnya, termasuk amatir yang bertanding, patut kita dukung penuh!

RORY HIE
Rory merupakan satu-satunya pegolf Indonesia dengan pengalaman paling kaya bermain di berbagai turnamen internasional. Ia juga menjadi pegolf Indonesia pertama yang mendapatkan kartu Asian Tour dan pegolf Indonesia pertama yang menjuarai turnamen di luar negeri, yaitu saat ia menjuarai Tangshan China PGA Championship 2011. Selain aktif bermain pada China Golf Association Tour, ia juga menjadi pegolf Indonesia pertama yang sukses lolos hingga Final Qualifying School Japan Golf Tour belum lama ini.

Rory juga telah mencatatkan prestasi yang bagus pada ajang Indonesian Masters. Ia menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang bisa finis sepuluh besar ketika berlaga pada edisi perdana 2011. Kala itu ia bermain 8-under 280. Adapun tahun lalu ia juga lolos cut dengan 3-under 285.

Permainannya pada Indonesia Open lalu menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain terbaik Indonesia saat ini menurut Official World Golf Ranking—peringkat 811 pada awal pekan ini. Bermain dengan 4-over dalam lima hole pertama, ia menutup putaran akhir kala itu dengan 3 birdie dan 2 eagle, yang menunjukkan kematangan permainannya.

Indonesian Masters ini sekaligus menjadi kesempatan terakhir Rory untuk bisa finis di 60 besar Order of Merit Asian Tour musim ini. Masuk zona itu akan otomatis memberinya kartu Asian Tour untuk musim 2018. Saat ini ia berada di peringkat 76. Jelas bukan perkara mudah, mengingat ia juga mesti bersaing dengan beberapa pemain lain.

”Tentunya akan ada tekanan,” ujar Rory terkait targetnya ini. ”Tapi saya akan menghadapi turnamen ini seperti turname yang lain. Yang penting fokus, melakukan permainan yang terbaik dan hasilnya pasti akan ikut dengan sendirinya.”

Rory juga berharap hasil bagus pada Indonesia Open beberapa waktu lalu bisa ia bawa untuk bersaing pekan ini. ”(Yang jelas) permainan saya sudah menuju arah yang tepat,” sambungnya.

Besok Rory akan bermain dengan John Catlin (Amerika Serikat) dan Matthew Millar (Australia) dan mengawali perjuangannya dari hole 1 (West Course di Royale Jakarta Golf Club) mulai pukul 07:15 WIB.


GEORGE GANDRANATA
Jika Rory merupakan pegolf Indonesia pertama yang meraih kartu Asian Tour, George Gandranata menjadi pegolf Indonesia pertama yang menjuarai ajang Asian Development Tour pada PGM LADA Langkawi Championship 2016.

Secara peringkat pada OWGR, George kini menjadi pegolf Indonesia nomor dua setelah Rory Hie. Tapi permainannya kali tahun ini mengalami grafik yang positif yang ia buktikan dengan kembali ke jajaran juara setelah memenangkan dua ajang Indonesian Golf Tour (IGT) secara berturut-turut. Hal ini membuatnya kini memimpin perolehan hadiah atau Order of Merit pada PGA Tour of Indonesia.

Menghadapi pekan ini, George menilai kehadiran para pemain top dunia, seperti Justin Rose, Brandt Snedeker, Shubhankar Sharma yang baru menjuarai Joburg Open, akan menjadi pengalaman yang sangat bagus buat para pegolf Indonesia.

”Kali ini rough lapangan tidak tebal. Green-nya juga lebih reseptif dan dengan kondisi hujan seperti sekarang ini green menjadi lebih soft sehingga membuka peluang untuk scoring condition,” ujar George. ”Dengan kondisi seperti itu, apalagi dengan pemain-pemain top yang datang, rasanya skornya bisa lebih rendah lagi nanti.”

Besok George akan bermain dengan dua juara Asian Tour, Chan Shih-chang asal China Taipei—juara King’s Cup dan Asia-Pasific Golf Championship Diamond Cup Golf—dan Rashid Khan asal India—juara SAIL-SBI Open dan Chiangmai Golf Classic presented by PTT.

”Saya sudah beberapa kali bermain dengan mereka dan beberapa kali main dengan mereka saya selalu main bagus. Permaian mereka memang bagus, mereka mainnya solid,” ujar George. ”Di golf itu ada istilah ’You play at the level your playing partner’ dan saya pikir ini benar juga. Saya sih senang main sama mereka karena dan saya juga bisa belajar dari mereka.”

George akan memulai perjuangannya pada Indonesian Masters dari hole 1 mulai pukul 12:15 WIB.


DANNY MASRIN
Pegolf berusia 25 tahun ini memiliki permainan yang cukup ideal untuk menaklukkan Royale Jakarta Golf Club. Ia juga telah menikmati kompetisi Indonesian Masters sejak 2011, meskipun kala itu ia masih berstatus pemain amatir. Sejak saat itu, permainannya kini sudah jauh berkembang menjadi lebih baik.

Danny kini berada di bawah Rory dan George pada peringkat OWGR dan merupakan salah satu pemain terbaik yang Indonesia miliki. Pada jajaran Order of Merit PGA Tour Indonesia, ia juga kini berada di peringkat ketiga di bawah George dan Ian Andrew.

Seperti halnya Rory, Danny juga ikut bertanding pada China Golf Association Tour. Prestasi terbaiknya di sana ialah finis T5 dan peringkat 4 pada dua dari delapan turnamen yang ia mainkan.

Danny mencatatkan kemenangan ketiga IGT saat memenangkan Tugu Pratama Golf Invitational bulan Maret lalu.

Tahun lalu, Danny menjadi salah satu  pegolf Indonesia yang lolos cut pada ajang ini. Itu menjadi Indonesian Masters pertama baginya setelah beralih profesional tahun 2015. Dengan permainan yang makin lama makin bagus, Danny peluang bagus juga untuk bersaing dalam edisi ketujuh tahun ini.

Besok Danny akan memulai perjuangannya dengan bermain dari hole 10 (South Course) bersama juara Asian Tour asal Thailand Arnond ”Bank” Vongvanij dan pegolf AS Jarin Todd. Ia mulai bermain pada pukul 11:55 WIB.


ELKI KOW
Elki Kow merupakan salah satu pemain potensial yang Indonesia miliki. Beralih profesional pada bulan Juni 2017 ini, Elki menunjukkan grafik permainan yang luar biasa pada sirkuit lokal IGT.

Dalam debutnya pada Seri V, ia berhasil finis di peringkat ketiga di belakang sang juara George Gandranata dan Ian Andrew. Ia kemudian finis di peringkat T5 pada Seri VI.

Sempat bermain mengecewakan pada dua turnamen-Combiphar Players Championship dan Indonesia Open—Elki kemudian menjuarai Seri VII di Damai Indah Golf BSD Course pada pertengahan November 2017 lalu. Kemenangan ini menjadikannya sebagai pegolf pertama tercepat yang menjuarai IGT setelah beralih profesional. Skor 16-under 200 yang ia bukukan juga menjadi skor kemenangan terbaik musim ini.

Field-nya tahun ini lebih kuat, lebih banyak pemain bintang yang datang,” tutur Elki mengenai Indonesian Masters pekan ini. ”Ini pertama kali saya main di Indonesian Masters. Saya kira tekanannya lebih berkurang ketimbang pemain lain yang sudah sering main di sini.”

Meskipun ini menjadi debutnya pada turnamen papan atas ini, Elki menilai ajang ini sangat penting bagi kariernya ke depan.

”Ini turnamen terbesar sepanjang karier golf saya. Jadi, buat saya bisa main bagus sangat penting untuk melanjutkan karier saya ke depan,” sambungnya.

Elki juga menjadi salah satu dari beberapa pemain Indonesia yang mencoba peruntungannya di Filipina. Meski mengaku permainannya dalam turnamen yang ia ikuti dua pekan lalu kurang memuaskan, ia masih memiliki percaya diri yang tinggi dan tidak khawatir akan mengganggu performanya pekan ini.

Sama seperti ketika ia menjadi juara pada Buma Indonesian Golf Tour lalu, Elki bisa memberi kejutan ketika melakoni debutnya. Kata kuncinya bagi Elki kali ini mungkin adalah “no pressure”.

Elki akan memulai permainannya dari hole 10 mulai pukul 06:15 WIB. Ia akan bermain dengan pegolf Korea Kim Giwhan dan pegolf China Taipei Lee Chieh-po.


RINALDI ADIYANDONO
Pegolf profesional ini boleh jadi lebih dikenal sebagai pegolf free-style berkat akun @indofreestylegolf miliknya.Meski baru dua kali mencicipi gelar profesional ketika menjuarai Panasonic Open Indonesia dan Indonesian Golf Tour Grand Final 2014, Rinaldi kini mentalitas berbeda yang membawanya sukses menorehkan prestasi terbaiknya pada ajang Indonesia Open beberapa waktu lalu.

Sama seperti teman-teman lainnya, Rinaldi mengakui kalau kompetisi tahun ini bakal menjadi kompetisi yang paling ketat.Namun, itu jelas akan berdampak positif baginya dan bagi pemain Indonesia lainnya.

Rinaldi mengaku akan menyesuaikan strategi ketika kembali bermain di Royale Jakarta Golf Club besok.

”Strateginya sedikit berubah ketimbang waktu main di Pondok Indah (Golf Course). Kadang meleset dari green (Royale Jakarta Golf Club) di tempat yang mudah buat up-and-down akan lebih baik daripada bola on the green, tapi jarak ke lubang masih jauh,” jelasnya.

Rinaldi akan kembali didampingi oleh sahabatnya yang juga pemain profesional, Jovi Ocvandio Panggabean. Mereka akan bermain dengan dua pegolf Asian Tour, yaitu pegolf India Chikkarangappa S. dan Casey O’Toole dari Amerika Serikat. Mereka mulai bermain dari hole 10 pada pukul 11:45 WIB.