Tiger Woods menjadi salah satu sorotan ketika PGA TOUR kembali ke Asia lewat rangkaian Asian Swing mereka; dari Jepang ke Korea, dari Korea ke China.

Oleh Chuah Choo Chiang*

Yang dibutuhkan hanyalah satu tweet untuk menjadi perbincangan akan apa yang bakal menjadi Fall Season yang menyenangkan ketika bintang-bintang top PGA TOUR kembali ke Asia untuk perjalanan tahunan mereka. Perjalanan ini menjanjikan gaung yang jauh lebih besar dan memperluas popularitas golf di Timur Jauh.

Dalam 27 kata, Tiger Woods memberi tahu 6,5 juta pengikutnya di Tweeter bahwa ia bakal bermain dalam gelaran perdana ZOZO CHAMPIONSHIP di Jepang. Ini merupakan satu dari tiga turnamen PGA TOUR yang berhadiah besar di Asia pada bulan Oktober.

Asian Swing, yang menawarkan total hadiah yang nyaris mencapai US$30 juta ini juga menampilkan THE CJ CUP @ NINE BRIDGES di Korea Selatan dan World Golf Championships-HSBC Champions di China, yang dipastikan menjadi perayaan golf yang sejati pada level tertinggi di wilayah ini.

Dustin Johnson tidak pernah absen dari WGC-HSBC Champions di China sejak menjadi juara pada tahun 2013. Foto: Getty Images.

Ini bakal menjadi partisipasi Tiger yang pertama pada ajang PGA TOUR di Asia sejak penampilannya pada turnamen yang kini tak lagi bergulir, CIMB Classic, di Malaysia pada tahun 2012 lalu. Ini juga bakal menjadi yang pertama kalinya ia kembali ke Jepang dalam 13 tahun, setelah tampil pada Dunlop Phoenix 2006. Woods juga turun pada World Cup of Golf di Jepang tahun 2001.

“Saya merasa bersemangat untuk bermain dalam gelaran awal ZOZO CHAMPIONSHIP pada bulan Oktober, dan kembali ke Jepang, salah satu negara favorit saya. Bakal menyenangkan,” ujar Woods dalam tweet yang bergema ke seluruh dunia.

Dalam golf, waktu yang tepat adalah segalanya dan penyelenggara ajang resmi PGA TOUR pertama di Jepang jelas sangat gembira dengan komitmen awal Woods yang ia ungkapkan hanya 11 hari setelah meraih kemenangan Masters Tournament setelah bertahun-tahun berlalu sejak raihan terakhirnya.

Setelah bertahun-tahun harus mengatasi cedera lutut dan bahu, kemenangan PGA TOUR ke-81 di Augusta National itu menempatkannya hanya satu turnamen lagi dari menyamai rekor kemenangan terbanyak yang diraih Sam Snead. Kemenangan itu sekaligus mengukuhkan warisan Woods dalam olahraga ini. Ia juga menjadi pegolf keempat setelah Arnold Palmer, Jack Nicklaus, dan Charlie Sifford yang meraih Presidential Medal of Freedom dari Presiden AS Donald Trump pada bulan Mei lalu.

Komitmen Woods untuk ZOZO CHAMPIONSHIP, salah satu ajang terbaru PGA TOUR di Asia, yang juga menjadi pasar golf terbesar di dunia, bakal melengkapi jajaran para bintang dari sejumlah turnamen besar, termasuk WGC-HSBC Champions, satu-satunya World Golf Championships yang digelar di Asia, THE CJ CUP, yang merayakan dua edisi yang sukses dengan menghadirkan dua juaranya, Justin Thomas dan Brooks Koepka.

Berbeda dari generasi sebelumnya, generasi bintang baru PGA TOUR kini menangkap visi TOUR ini untuk menjadi Tour global dengan beramai-ramai menuju Asia. Bahkan tanpa kehadiran Woods yang luar biasa itu, turnamen-turnamen di sini terus bertumbuh dalam hal kualitas peserta dari bakat-bakat istimewa PGA TOUR, yang keanggotaannya kini mencakup 46 dari 50 pegolf terbaik dunia.

Mantan pegolf No.1 dunia Dustin Johnson telah menjadi peserta tetap di China setelah menjuarai WGC-HSBC Champions pada 2013. Juara-juara sebelumnya dari turnamen prestisius ini termasuk Phil Mickelson, Justin Rose, Bubba Watson, Ian Poulter, dan Hideki Matsuyama menandakan betapa kalibernya bintang-bintang yang selalu memikat penggemar ini.

“Saya mengalami banyak kesuksesan di China,” ujar Johnson, yang juga menjadir runner-up pada 2017. “Saya main bagus di sana dan menyukai lapangannya sejak pertama kali ke sana. Saya selalu kembali … ini World Golf Championships dan saya menikmati bermain di turnamen ini.”

Dengan meningkatnya jumlah pegolf Korea yang bersaing tiap musim, THE CJ CUP @ NINE BRIDGES mulai menciptakan warisan tersendiri meskipun usianya masih begitu muda. Hospitalitas turnamen yang kelas satu, budaya Korea yang memikat, Pulau Jeju yang menghadirkan latar belakang memukau yang sangat digemari para bintang olahraga ini.

Turnamen di Korea juga membangun reputasi yang sangat baik dengan memahkotai sang juara, yang merupakan PGA TOUR Player of the Year. Thomas menjuarai CJ CUP perdana hanya dua pekan setelah menuntaskan musim 2017 yang luar biasa dengan menjadi Juara FedExCup. Bulan Oktober lalu Koepka menikmati kemenangan istimewa di depan para penonton Korea setelah tiba di sana sebagai Player of the Year setelah kampanye 2018 yang memberinya dua kemenangan Major.

Koepka, yang meraih kemenangan empat stroke tahun lalu setelah membukukan skor 29 di sembilan hole terakhir, mengungkapkan, “Saya menikmati Asia … ini salahs atu spot liburan favorit saya. Saya selalu merasa rileks, dan saya menyukai budayanya. Ini selalu menjadi tempat tujuan yang menarik dan semua orang sangat menghargai orang lain dan tempat yang menyenangkan untuk bermain. Saya merasa sangatlah penting bisa menang di Jeju, terutama setelah tahun luar biasa yang saya alami. Saya harus mendukung hasil itu dan cara saya melakukannya menjadi sangat spesial. Kemenangan ini menjadi cara yang bagus untuk memulai musim 2018-2019. Saya menyukai tempatnya, dan jelas saya menikmati bermain di lapangan itu.”

Dengan ajang Asian Swing yang masuk hitungan PGA TOUR Musim 2019-2020, akumulasi awal poin FedExCup pada jadwal Fall Season ini menjadi kunci yang juga memberi motivasi. Adam Scott yang kerap melakukan berbagai perjalanan juga mengharapkan para pegolf top, seperti Woods, juga mengarahkan fokusnya ke Timur Jauh tahun ini.

Adam Scott menilai bahwa tahun ini bakal lebih banyak lagi pemain yang berharap untuk memainkan lebih banyak turnamen sehingga menilai tiga turnamen di Asia tahun ini menjadi sangat penting. Foto: Getty Images.

“Semua turnamen itu merupakan ajang yang hebat,” ujar Scott. “Saya rasa saya menerima banyak dukungan dari para penggemar, sesuatu yang selalu menyenangkan ketika Anda menuju ke satu tempat dan mereka mendukung Anda. Turnamen-turnamennya juga bagus, jumlah pesertanya lebih sedikit, dan ada banyak poin (FedExCup) yang bisa diambil.

“Tahun ini menjadi lebih penting karena akan ada lebih banyak pemain yang harus memainkan lebih banyak turnamen hingga akhir tahun. Saya yakin akan ada keseimbangan antara mereka yang ingin datang ke Asia untuk bermain dan mereka yang ingin tetap berada di rumah. Hal ini menjadi hal yang positif bagi kekuatan peserta dari turnamen-turnamen di Asia.”

Meski demikian, para penggemar mesti bersabar karena bulan Oktober masih beberapa bulan lagi.

*Chuah Choo Chiang menjabat sebagai Senior Director Communications PGA TOUR yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Leave a comment