Sejumlah bintang top Asia bakal tampil habis-habisan pada FedExCup Playoff mulai dari THE NORTHERN TRUST, yang mulai diselenggarakan hari ini. Bagaimana Kiradech Aphibarnrat, dan C.T. Pan, dan An Byeonghun menghadapinya?

Memastikan kartu PGA TOUR untuk musim depan adalah satu hal penting. Kiradech Aphibarnrat berhasil mewujudkannya dalam musim pertamanya berstatus penuh pada Tour No.1 Dunia ini. Dengan berada di antara 125 pegolf terbaik PGA TOUR, ia pun berhak tampil pada FedExCup Playoff.

Meski demikian, kegembiraan berhasil mempertahankan keanggotaannya harus disertai dengan awan mendung yang menderanya. Satu-satunya hal yang membuatnya kurang puas ialah cedera lutut yang masih menghantuinya sejak April 2019 lalu.

“Musim ini menjadi musim yang penuh frustrasi,” aku Kiradech. “Saya sempat berada di jajaran 40-an pada daftar poin FedExCup dan berpeluang untuk mengikuti TOUR Championship. Namun, cedera lutut ini menghambat saya. Awalnya saya tak mengira kalau cedera ini bakal menjadi kendala besar, tapi ternyata malah makin buruk. Latihan saya harus dikurangi hingga 50% karena saya berusaha untuk siap mengikuti turnamen.”

Pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR ini pun harus menembus 70 besar jika ingin mengikuti BMW Championship pekan depan. Setelah itu, ia harus berada di jajaran 30 besar agar bisa bermain pada TOUR Championship, ajang pamungkas PGA TOUR, di mana juara FedExCup bakal dinobatkan dan membawa pulang bonus senilai US$15 juta.

“Saya akan menjalani satu per satu. Targetnya ialah agar bisa main pekan depan. Masuk 30 besar jelas sulit. Bahkan kalaupun saya sepenuhnya bugar, tidak akan mudah menghadapi para pemain terbaik, apalagi setengah bugar. Saya masih bisa melakukan swing, tapi tetap ada batasan ketika tubuh Anda tidak bugar,” imbuh Kiradech.

“Saya akan menjalani satu per satu. Targetnya ialah agar bisa main pekan depan (pada BMW Championship).” – Kiradech Aphibarnrat

Ia berencana rehat sejenak untuk mengistirahatkan lutut kanan yang mengalami cedera di bagian ligamen. Ia berniat untuk mengikuti rangkaian Asian Swing pada bulan Oktober, yang terdiri dari THE CJ CUP @ NINE BRIDGES di Korea, ZOZO CHAMPIONSHIP di Jepang, dan WGC-HSBC Champions di China.

Target jangka panjangnya ialah menurunkan berat badannya hingga 10 kg dan memperkuat lututnya dengan berlatih di pusat kebugaran.

“Kalau saya bisa menurunkan berat badan hingga menjadi 100 kg, tekanan pada lutut bisa dikurangi, tapi saya tak yakin bagaimana hal tersebut memengaruhi swing golf saya,” imbuh pegolf yang tiga kali finis di lima besar musim ini.

“Saat ini, kalau bermain, lutut saya mulai merasa sakit. Saya mesti membatasi diri sendiri. Saya tak bisa terlalu sering jongkok untuk membaca jalur putting. Dokter menyarankan rehat selama enam pekan, tapi saya tak mungkin berhenti karena ini musim perdana saya di PGA TOUR. Saya menjalani banyak pengobatan, termasuk akupunktur, perawatan jaringan lunak, dan perawatan chiropractic, yang cukup membantu.”

Dengan kondisinya saat ini, ia juga sadar peluangnya untuk menjadi anggota Tim Internasional Presidents Cup mulai menipis. Saat ini ia ada di peringkat 20 klasemen Tim Internasional.

C.T. Pan membidik TOUR Championship dan berniat untuk memastikan tempat dan menjadi pegolf China Taipei pertama yang bermain dalam Presidents Cup. Foto: Getty Images.

“Tak ada alasan lain. Saya sadar (kondisi) saya tidak cukup bagus saat ini. Anda butuh pemain top untuk menghadapi Tim AS. Setelah delapan pemain teratas dipilih, saya butuh tiga bulan untuk memulihkan kondisi lutut dan permainan saya. Kalau bisa main bagus selama Asian Swing, mungkin Ernie bisa melihat sesuatu. Match play adalah permainan favorit saya, tapi saya harus bugar dulu.”

C.T. Pan Siap untuk FedExCup Playoff
Pegolf China Taipei C.T. Pan mengaku memiliki 15 juta alasan untuk bermain pada FedExCup Playoff yang dimulai hari ini. Ia bertekad untuk bisa bermain hingga turnamen pamungkas TOUR Championship untuk pertama kalinya.

Berbeda dari Kiradech, Pan memang relatif memiliki peluang untuk mencapai turnamen terakhir musim ini. Ia akan mulai memainkan THE NORTHERN TRUST dengan berada di peringkat 35 daftar poin FedExCup. Ia pun hampir pasti bermain pada BMW Championship pekan depan, yang akan diikuti oleh mereka yang berada di 70 besar, sebelum akhirnya 30 pemain terbaik melangkah ke TOUR Championship.

“Saya senang bisa mengikuti Playoff dan berniat untuk mencapai TOUR Championship dan bahkan Presidents Cup. Itu harapan saya,” ujar Pan, yang finis di peringkat 35 pada klasemen FedExCup musim lalu.

“Mungkin itulah (US$15 juta) hadiah terbesar dalam sejarah olahraga. Sebanyak 15 juta alasan lain untuk bekerja lebih keras karena golf itu sendiri adalah olahraga yang sulit. Pada akhirnya, kalau ada yang mengalahkan Anda karena dia lebih baik, atau karena Anda kurang beruntung, itulah yang terjadi. Kami beruntung bisa bermain.”

“Saya senang bisa mengikuti Playoff dan berniat untuk mencapai TOUR Championship dan bahkan Presidents Cup. Itu harapan saya.” – C.T. Pan

Musim ini menjadi musim yang sangat berkesan baginya mengingat pada April 2019 ini ia telah meraih gelar PGA TOUR perdana saat memenangkan RBC Heritage. Dengan catatan positif seperti itu, wajar jika ia pun berniat untuk menjadi pegolf China Taipei pertama yang bermain pada Presidents Cup. Terutama dengan dua pekan tersisa hingga tim utama diumumkan, ia kini berada di jajaran delapan besar pada klasemen Tim Internasional.

“Bakal menjadi kehormatan besar jika bisa masuk tim, tapi ada banyak pemain yang berusaha menjadi anggota. Kami akan berusaha bermain sebaik mungkin untuk meyakinkan Kapten Ernie Els,” tuturnya.

Meski telah mewujudkan impian dengan meraih kemenangan, Pan mengaku permainannya musim ini juga mengalami pasang-surut. Terutama ia tak bermain sebaik yang ia harapkan dalam dua bulan terakhir. Kini ia berniat untuk meningkatkan permainannya jika ingin menembus TOUR Championship.

Pan sendiri menjadi salah satu yang mendukung keputusan PGA TOUR mengurangi turnamen FedExCup Playoff dari empat menjadi tiga. Menurutnya, inilah momen terbaik untuk bermain sebaik mungkin.

“Tiap turnamen sama pentingnya. Memang berkurang satu turnamen, tapi bukan berarti peluang pun berkurang. Saya masih yakin, kalau bisa memenangkan satu dari ketiga turnamen ini, seluruh hidup Anda bakal berubah,” ujarnya lagi.

An Byeonghun telah dua kali nyaris masuk Tim Internasional pada dua Presidents Cup terdahulu. Untuk ketiga kalinya, ia berniat untuk bisa menjadi bagian dari tim yang akan berhadapan dengan Tim AS di Royal Melbourne Golf Club. Foto: Getty Images.

“Pekan lalu, masuk ke Presidents Cup menjadi prioritas nomor satu buat saya. Saya masih punya dua pekan lagi untuk memperbaiki peringkat dan masuk delapan besar. Kalaupun tidak masuk, saya pikir ada 3-4 bulan lagi untuk menjadi salah satu pemain pilihan. Kalau gagal langsung masuk delapan besar, saya bakal memainkan seluruh turnamen pada musim gugur ini untuk memastikan tempat. Saya sudah bermain baik dan harus mempertahankan momentum ini,” paparnya.

An Memanfaatkan Kesempatan Ketiga
Pegolf Korea An Byeonghun juga membidik Presidents Cup, setelah finis di tempat ketiga pada Wyndham Championship hari Minggu (4/8) lalu membuka peluangnya. Terutama dengan dua pekan tersisa untuk menentukan delapan pemain terbaik yang bakal otomatis menjadi anggota Tim Internasional. Saat ini ia ada di peringkat 16 dan bakal memanfaatkan THE NORTHERN TRUST untuk bisa masuk delapan besar.

Selain An, tiga rekan senegaranya juga mengincar tempat untuk menghadapi Tim AS di Royal Melbourne Golf Club, Australia pada Desember 2019 ini. Pendatang baru Im Sungjae kini ada di posisi 12, sementara Kang Sung di posisi 14, Kim Siwoo ada di peringkat 15.

Sebelumnya, An telah dua kali nyaris masuk Tim Internasional pada 2015 dan 2017. Tahun 2015 ia finis di posisi 12 dan posisi 15 pada 2017. Pada dua kesempatan itu ia juga tak menjadi pemain pilihan kapten.

“Saya suka bermain dalam sebuah tim dan bermain tak hanya untuk mencari uang. Anda ingin main untuk negara Anda, untuk tim.” – An Byeonghun

“Kenapa saya ingin ikut? Karena sudah dua kali gagal masuk tim. Saat Anda gagal masuk dengan selisih tipis, rasanya sangat menyakitkan. Saya suka bermain dalam sebuah tim dan bermain tak hanya untuk mencari uang. Anda ingin main untuk negara Anda, untuk tim. Itu juga alasan saya bermain pada World Cup tahun lalu pada akhir musim karena ingin mewakili sesuatu yang lebih daripada sekadar diri saya. Saya pikir keindahan bermain golf dalam tim ialah Anda bermain tak hanya untuk diri sendiri. Ini ketiga kalinya saya berusaha ikut Presidents Cup, semoga kali ini saya berhasil,” ujarnya.

Bagi An, pertandingan yang berakhir seri antara Ernie Els dan Tiger Woods, yang bakal menjadi kapten bagi masing-masing pihak, membuatnya menjadikan Presidents Cup sebagai target nomor satu sejak musim lalu.

Rekan senegaranya, Kang, juga berniat untuk menjadi bagian dari tim yang dipimpin Kapten Ernie Els.

“Saya bermain dengan Els di Detroit dan pola pikir saya berubah banyak setelah bermain dengan dia. Sebelumnya saya hanya menonton permainannya di TV saat masih muda dan saya kira dia bakal bermain santai dan tenang, tapi saat bermain dengannya, dia justru sangat kompetitif. Jelas ia ingin menang. Saya ingin jadi bagian dari timnya. Saya menonton Ernie dan Tiger dalam playoff (tahun 2003) … itu salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya tonton,” ujar Kang.

Berbeda dari An dan Kang, Im justru mengaku tidak memikirkan soal prestasi dan Presidents Cup. Im, yang merupakan pemain No.1 Korn Ferry Tour musim lalu (sebelumnya Web.com Tour) memang berpeluang meraih tiket ke Royal Melbourne. Namun, “Saya tidak berpikir untuk meraih status Rookie of the Year atau Presidents Cup. Saya berusaha bermain sebaik mungkin pada tiap turnamen, tiap hari, dan bermain lebih baik. Tentu saja saya ingin bermain dalam Presidents Cup,” tegasnya.

Leave a comment