Sejumlah bintang golf Asia berniat mencari momentum ketika bertanding pada World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational.

Bintang muda asal Korea Im Sungjae berniat untuk menorehkan hasil gemilang ketika melakoni debutnya pada ajang WGC-FedEx St. Jude Invitational yang mulai bergulir Kamis (30/7) ini. Turnamen besar pekan ini bakal memberinya kesempatan untuk mengembalikan performanya menjelang rangkaian FedExCup Playoff bulan depan.

Pegolf berusia 23 tahun ini masih menjadi salah satu pegolf dengan performa yang sedang panas-panasnya sebelum PGA TOUR menghentikan kompetisinya pada bulan Maret lantaran pandemi COVID-19. Namun, sejak golf kembali dipertandingkan bulan lalu, permainannya yang solid seakan raib.

Selain finis T10 pada Charles Schwab Challenge bulan Juni, menjuarai The Honda Classic, dan finis di tempat ketiga pada Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard pada bulan Maret, ia gagal olos cut dan berada di jajaran terbawah papan klasemen dalam tiga turnamen terakhir.

Akibatnya, ia pun harus lengser dari takhta pimpinan klasemen FedExCup dan akan mulai bertanding di TPC Southwind, Memphis, Tennessee ini di posisi ketiga, di belakang Justin Thomas, sang pimpinan, dan Webb Simpson.

Performa yang tumpul ini sepertinya juga menyebar ke sejumlah bintang Asia yang bertanding di kancah PGA TOUR. Dalam tujuh turnamen sejak musim ini dilanjutkan, hanya ada satu pemain yang finis di posisi sepuluh besar. Zhang Xinjun dari China mencatatkan prestasi itu pada Memorial Tournament presented by Nationwide, dua pekan silam.

Dengan tiga pekan tersisa sebelum FedExCup Playoff bergulir, mulai dari THE NORTHERN TRUST, BMW Championship, dan berpuncak pada TOUR Championship, Im dan teman-teman Asianya berharap bisa memutarbalikkan peruntungan mereka mulai pekan ini.

”Saya ingin main pada TOUR Championship. Keuntungan yang didapat dari mengikuti ajang itu sangat besar, jadi itu target saya.” — An Byeonghun.

”(Permainan saya) mulai membaik,” ujar Im, PGA TOUR Rookie of the Year 2019 ini.

Sebelum musim ini kembali dilanjutkan, Im berniat untuk menjadi penantang dan menjadi pegolf Asia pertama yang menjuarai FedExCup, yang bakal melimpahinya dengan hadiah utama US$15 juta. ”Sudah tentu saya ingin menjuarai FedExCup, tapi ada begitu banyak pesaing tangguh pada PGA TOUR. Kalau akhirnya bisa menang, saya tak yakin bisa mengungkapkan perasaan saya.”

An dan Kang Juga Berniat Bangkit
Rekan senegaranya, An Byeonghun dan Kang Sung juga tampil di TPC Southwind pekan ini. Mereka juga ingin menemukan performa terbaik masing-masing. An, yang tampil bersama Im pada Presidents Cup bulan Desember lalu sejauh ini juga belum tampil maksimal.

Finis terbaiknya dalam lima turnamen terakhir ialah T46. Ia juga tiga kali gagal lolos cut. Mantan juara U.S. Amateur ini mulai berlatih dengan pelatih putting Brad Faxon beberapa bulan lalu untuk meningkatkan rasio keberhasilan putting-nya.

Seperti banyak pegolf lainnya, An juga berniat untuk bisa tampil untuk pertama kalinya pada ajang pamungkas, TOUR Championship. Ajang tutup musim itu eksklusif bagi 30 pegolf teratas pada klasemen FedExCp setelah BMW Championsip.

”Saya ingin main pada TOUR Championship. Keuntungan yang didapat dari mengikuti ajang itu sangat besar, jadi itu target saya,” ujar An, kini berperingkat 36 pada klasemen FedExCup.

 

Seperti halnya para bintang Asia lainnya, Li Haotong juga berniat untuk tampil maksimal pekan ini, sekaligus memperbaiki catatan permainannya pada WGC-FedEx St. Jude Invitational ketika finis T20 pada debutnya tahun lalu. Foto: Getty Images.

 

Mendongkrak Ranking, Memanfaatkan Kesempatan
Dengan tidak diberlakukannya cut-off pada ajang WGC-FedEx St. Jude Invitational, pegolf China Taipei C.T. Pan juga berniat untuk meraih hasil maksimal. Ia juga harus memperbaiki rankingnya, yang kini ada di posisi 176. Anggota Tim Internasional Presidents Cup ini meraih finis terbaiknya dalam enam turnamen pertama sejak kompetisi kembali bergulir. Hasil tersebut ia peroleh dengan finis T44 pada Memorial Tournament. Tahun lalu ia finis T48 di Memphis.

Adapun Jazz Janewattananond, yang untuk sementara berdomisili di Orlando sejak Maret, bakal melakoni debutnya bermain pada turnamen yang digelar di Memphis ini. Meskipun gagal lolos cut dalam empat turnamen PGA TOUR terakhir yang ia ikuti, pegolf berusia 24 tahun ini tidak putus asa.

”Anda bermain menghadapi para pegolf terbaik di dunia dan menempatkan diri Anda di antara mereka. Ini kesempatan bagus untuk mengukur diri sendiri dan mengetahui seberapa banyak yang Anda perlukan untuk meningkatkan kemampuan dan sejauh apa kemampuan saya dari mereka,” tutur pegolf Asian Tour No.1 ini.

”Saya tahu, saya belum mencapai level tersebut. Orang-orang bilang, Jazz permainanmu bagus, Anda No.1 Asian Tour, tapi bersaing tiap pekan dengan para pegolf terbaik di dunia menuntut Anda untuk meningkatkan tiap aspek permainan. Anda tak boleh melakukan kesalahan-kesalahan yang konyol.”

Sementara itu, pegolf China Li Haotong juga berniat untuk memperbaik catatan prestasinya ketika finis T40 pada WGC-FedEx St. Jude Invitational tahun lalu. Dua pekan lalu, pada Memorial Tournament, ia harus pulang lebih awal lantaran gagal lolos cut dalam turnamen pertamanya sejak jeda kompetisi.

Hingga saat ini, pegolf Jepang Hideki Matsuyama menjadi satu-satunya pegolf Asia yang sanggup menjuarai dua ajang World Golf Championships. Salah satunya ialah WGC-FedEx St. Jude Invitational, yang kala itu masih dimainkan di Firestone Country Club, di Akron, Ohio, tahun 2017. Pekan ini ia juga ikut bertanding setelah hanya mencatatkan T21 sebagai finis terbaiknya sejak kompetisi kembali bergulir.