Skuad Asia akan mencari inspirasi dari K.J. Choi untuk tampil maksimal pada Masters Tournament pekan depan.

Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director International Marketing & Communications APAC untuk PGA TOUR, berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ketika sembilan bintang golf Asia melangkah melintasi Magnolia Lane untuk ajang Masters Tournament pekan depan, mereka bakal menemukan berlimpah inspirasi dari kisah sukses bintang Korea K.J. Choi, yang nyaris meraih jaket hijau.

Choi, yang pada awal tahun ini genap berusia 50 tahun, menikmati hubungan yang indah dengan Augusta National sejak menjalani debutnya pada turnamen impian ini pada tahun 2003. Ia sendiri telah beberapa kali nyaris meraih kemenangan, termasuk ketika meraih finis terbaiknya di tempat ketiga tahun 2004, dan dua kali finis sepuluh besar pada 2010 dan 2011. Rekor Mastersnya yang mengesankan itu, plus kemunculannya yang tercatata dengan sangat baik pada PGA TOUR akan menjadi pengingat bagi rombongan Asia tahun ini bahwa segalanya sangatlah mungkin terjadi pada olahraga yang mengagumkan ini.

Selama dua dekadi, legenda Korea yang berjulukan The Tank lantaran fokusnya terhadap golf, telah membuka jalan bagi golf di Asia. Perjalanannya yang luar biasa dimulai dari Pulau Wando di Korea, di mana ia tumbuh dari keluarga petani, sampai akhirnya tiba di mekkahnya golf, PGA TOUR.

Kedengarannya sederhana, tapi Choi menghabiskan begitu banyak jam untuk berlatih, mencurahkan dedikasi yang teguh, untuk berlari mengejar jalan yang kini telah mencapai status karier yang mengagumkan untuk diikuti oleh pemain lainnya. Ia pun terkenal akibat perkataannya, ”Untuk menjadi yang terbaik, Anda mesti bermain dengan yang terbaik.” Dan ia menjadi pegolf Asia tersukses pada PGA TOUR hingga saat ini dengan delapan gelar, termasuk kemenangannya pada ajang flagship, THE PLAYERS Championship. Ia juga telah 68 kali finis di 10 besar dengan memenangkan lebih dari US$32 juta.

”Ketika pertama kali datang ke Amerika, saya meragukan kalau pemain Korea bisa menang pada ajang PGA TOUR. Sejujurnya, hampir seluruh pemikiran saya bermuatan negatief, tapi saya mendorong dan berlatih keras mencapai target saya. Jika melihat karier saya selama ini, ada beberapa catatan yang patut dikenang dan saya sangat tersanjung dan bangga akan pencapaian saya pada PGA TOUR,” ujar Choi.

”Kalau pemain lain berlatih selama dua jam, saya akan berlatih tiga jam. Saya selalu berusaha berlatih lebih banyak daripada yang lain dan saya terobsesi untuk melampaui apa yang orang pikirkan tentang saya.” — K.J. Choi.

Masters Tournament akan dimainkan pada pekan yang tak lazim mulai 12-15 November sebagai dampak dari COVID-19. Empat pegolf Korea—Im Sungjae, An Byeonghun, Kim Siwoo, dan Kang Sung—akan ditemani oleh pegolf China Taipei C.T. Pan, pegolf Thailand Jazz Janewattananond, duo dari Jepang Hideki Matsuyama dan Shugo Imahira, serta Juara Asia-Pacific Amateur Championship 2019 Lin Yuxin. Dari kelompok ini Matsuyama memiliki catatan terbaik di Augusta National. Ia finis di tempat kelima pada tahun 2015 dan T7 pada 2016.

Saran Choi bagi para pegolf mana pun sangatlah sederhana: berlatihlah lebih keras daripada yang lain.

”Ada beberapa hal yang dibicarakan orang ketika mereka memikirkan K.J. Choi, seperti K.J. yang mengubah grip dan meraih suskes, selalu mengenakan visor, dan seterusnya,” ujarnya. ”Dari semua komentar itu, frase yang paling saya sukai ialah ’K.J. Choi yang berlatih sangat keras.’ Saya suka kata-kata ini karena orang mengakui bahwa saya berlatih sangat keras sepanjang hidup saya. Saya pikir itulah warisan saya.

”Kalau pemain lain berlatih selama dua jam, saya akan berlatih tiga jam. Saya selalu berusaha berlatih lebih banyak daripada yang lain dan saya terobsesi untuk melampaui apa yang orang pikirkan tentang saya. Dan berkat jam-jam latihan keras itu dan dengan bantuan Tuhan, saya bisa bermain pada PGA TOUR selama 21 tahun. Ketika melihat karier saya ini, ada beberapa catatan yang patut dikenang dan saya bangga menjadi salah seorang pemain Korea yang bermain pada PGA TOUR.”

Kini ia mulai bertanding di kancah PGA TOUR Champions, sirkuit yang dibatasi bagi para pemain berusia 50 tahun ke atas. Namun, Choi terus mendukung para pegolf Asia untuk mengikuti, kalau tidak melampaui, pencapaiannya. Pada satu titik ia mengaku cemburu pada para pegolf masa kini yang mendapat manfaat dari sains dan teknologi yang membantu mereka menjadi lebih kuat dan lebih cepat ketimbang pada masa-masa awal ia melatih swing dan permainannya. Zaman itu ia berlatih dengan metode kuno dengan membaca buku legenda golf, Jack Nicklaus, yang berjudul My Way. Dalam perjalanannya, Choi menjuarai berbagai turnamen pada Korean Tour, Asian Tour, Japan Golf Tour, dan European Tour sebelum mencapai puncaknya.

 

Kemenangannya pada THE PLAYERS Championship tahun 2011 menjadi kemenangan PGA TOUR terakhir dalam karier K.J. Choi. Foto: Getty Images.

 

Menariknya, panggilan Choi untuk golf tak lepas dari keberuntungan. Ia mengingat masa-masa ketika masih SMA saat ia didaftarkan masuk tim golf. Sebelumnya, ia sudah menjadi atlet angkat berat. ”Memang sudah takdir saya menjadi pegolf,” ujarnya. ”Saat itu, tim golf baru saja dibentuk, dan ada arahan untuk perekrutan. Mereka memilih para anggota dari tim angkat berat, termasuk saya, dan total ada 10 pendaftar. Pelatih kepala membariskan kami dan meminta kami berdiri di sisi kanan untuk tim angkat berat dan sisi kiri untuk tim golf. Saya ada di sisi kiri, jadi saya menjadi anggota tim golf. Saya masih penasaran kenapa pelatih menyuruh saya untuk berada di sisi kiri.”

Bintang golf asal Afrika Selatan, Ernie Els, yang bersaing bersama Choi selama beberapa dekade menjadi salah satu atlet kontemporer yang sangat menyanjung legenda asal Korea ini. ”Kisah K.J. merupakan salah satu kisah hebat yang bisa Anda dapatkan dalam olahraga golf,” ujar Els. ”Ia mulai memukul bola golf di lapangan dan mendapati dirinya berada pada PGA TOUR dan menjadi pemandu bagi golf Korea. Sungguh mengagumkan. Saya yakin dia benar-benar membuka gerbang bagi para pegolf pria Korea.”

Rookie of the Year PGA TOUR 2019 Im Sungjae menjadi salah satu bintang Korea yang berkembang pada PGA TOUR dan terinspirasi oleh Choi. Ia menuturkan, ”Sejak kecil, saya menyaksikan K.J. menang pada PGA TOUR dan selalu berpikir bahwa suatu hari saya ingin mmengalami apa yang K.J. telah lakukan. Bermain pada PGA TOUR telah menjadi target saya sejak saat itu. Jika kami melakukan putaran latihan bersama, ia akan memberi komentar soal manajemen lapangan dan memberi saran. Ia juga memberi saran tentang hal-hal umum.”

Sementara itu, An Byeonghun, yang pindah ke AS ketika berusia 15 tahun untuk mengejar karier golf, menambahkan bahwa Choi selalu siap untuk memainkan putaran latihan dengan para pegolf generasi muda dan membagikan pengetahuannya. ”Dia tidak pernah menolak,” ujar An, yang akan tampil pada The Masters untuk keempat kalinya.

”Ia selalu memberi saran kepada kami … dia punya banyak pengalaman dalam 20 tahun terakhir dan itu sesuatu yang tidak boleh Anda abaikan dari sosok seperti dia. Saya pikir akan lebih sulit bagi kami untuk menuju PGA TOUR jika bukan karena dia,” ujar An. ”Ia membuka banyak pintu bagi golf di Asia, tak hanya golf di Korea. Ia memiliki mentalitas yang sangat kuat dan berlatih sangat keras dan hal-hal itu jelas membantu kami menuju PGA TOUR dan membuka sedikit lebih membuka mata kami. Semua kemenangan yang ia raih memberi harapan bahwa kami pun bisa melakukannya.”

Para penggemar golf di Indonesia dan Filipina dapat menyaksikan aksi-aksi PGA TOUR melalui GOLFTV powered by PGA TOUR.