Anirban Lahiri menatap putaran final Valero Texas Open dari posisi lima besar dan membuka peluang untuk mewujudkan impiannya.

Anirban Lahiri hanya memiliki satu harapan menuju putaran final Valero Texas Open di TPC San Antonio hari ini. Ia hanya berharap menyederhanakan swing golfnya bisa memberinya gelar PGA TOUR pertama.

Untuk kedua kalinya, pegolf berusia 33 tahun ini membukukan skor 3-under 69 pada pekan ini. Upayanya pada putaran ketiga ini cukup mendekatkan posisinya ke jajaran atas. Dengan skor total 7-under 209, ia kini ada di peringkat kelima, sekaligus memberinya peluang untuk mewujudkan impiannya selama ini.

Sempat mengambil jeda pada pekan lalu, Lahiri kembali ke lapangan dengan peningkatan permainan. Meski demikian, ia merasa harusnya bisa menuntaskan putaran ketiga ini dengan beberapa stroke lebih baik. Memang putting-nya dari jarak di bawah 3,5 meter meleset beberapa kali. Namun, ia juga masih merasa bersemangat dengan empat birdie di hole 4, 11, 14, dan 17 dan satu bogey yang ia peroleh.

”Saya sangat senang dengan permainan kali ini. Rasanya inilah permainan dari tee ke green paling solid yang saya lakukan sejauh ini. Saya merasa sangat tenang dan tahu apa yang saya lakukan. Tapi saya juga merasa menyia-nyiakan beberapa pukulan. Pukulan saya benar-benar sedang bagus. Jadi, saya pikir mestinya saya bisa dua atau tiga stroke lebih baik, tapi setidaknya besok saya masih punya peluang. Kalau bisa main dan melakukan hal yang sama seperti hari ini, mungkin bermain dengan beberapa stroke lebih baik, pasti akan lebih bagus lagi untuk perburuan (gelar),” paparnya.

Lahiri memang berlatih keras untuk menyederhanakan swing-nya bersama pelatihnya sejak lama, Vijay Divecha. Sebelum memulai turnamen pekan ini, ia berada di peringkat 150 untuk kategori Strokes Gained: Tee to Green. Namun, dalam tiga putaran ini ia berhasil menempati posisi 30 dan peringkat 7 untuk urusan putting.

 

 

”Memang hasilnya belum sepenuhnya terwujud, tapi saya tahu permainan saya sudah menjadi lebih baik. Pukulan saya memang belum mendekati standard yang biasa. Jadi, saya akan membahasnya dengan pelatih. Selama ini kami sudah melakukan banyak latihan dan berusaha menyederhanakan banyak hal. Saya pikir selama ini saya sudah memperumit banyak hal dan sepertinya itulah kuncinya pada pekan ini. Lapangan seperti ini bakal sangat idela jika Anda punya strategi yang bagus dan hal ini sangat membantu saya.”

Sejak memulai karier PGA TOUR tahun 2016, pemegang tujuh gelar Asian Tour ini memang sudah beberapa kali nyaris mengikuti jejak rekan senegaranya, Arjun Atwal, sebagai pemenang. Sejauh ini finis T2 pada Memorial Tournament tahun 2017 menjadi prestasi terbaiknya, meskipun tahun ini ia masih kesulitan dan hanya dua kali lolos cut dari tujuh turnamen yang ia ikuti.

Sementara itu, Jordan Spieth dan Matt Wallace kini berbagi tempat teratas dengan total 12-under. Keduanya sama-sama bermain dengan skor 67. Adapun Charley Hoffman, juara turnamen ini lima tahun silam tertinggal dua stroke dan menempati posisi ketiga.

Dengan Spieth kini berpeluang untuk meraih gelar PGA TOUR ke-12 dan yang pertama sejak 2017 dan Wallace yang juga berharap meraih gelar perdananya, Lahiri jelas sadar bahwa ia harus tampil solid agar bisa tetap bersaing pada hari Minggu ini.

”Ada banyak pemain bagus, jadi saya harus bermain dengan rencana yang jelas, di hole-hole mana saja saya harus main agresif, di hole-hole mana saya harus bermain sedikit konservatif. Pemikiran saya ialah ketika mulai memainkan hole-hole yang mendekati clubhouse, seperti di hole 15, saat itulah Anda ingin bermain lebih agresif. Dan sejujurnya, itulah target saya. Di rangkaian hole-hole terakhir itulah, kalau bisa memiliki peluang (juara), saya yakin bisa menuntaskannya,” tandas Lahiri.

Wakil Asia lainnya, Lee Kyounghoon akan memulai putaran final dari posisi T21 dengan skor total 3-under, sementara Kim Siwoo, Kang Sung, dan Hideki Matsuyama berada satu stroke di belakang Lee.