Joshua Andrew Wirawan menatap finis meyakinkan selama bermain pada ajang BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi.

Joshua Andrew Wirawan memiliki sejarah tersendiri selama bermain pada BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi. Sejak tampil untuk pertama kalinya pada ajang bergengsi Asian Tour ini pada tahun 2015, praktis ia belum mencatatkan prestasi yang lebih baik daripada ketika finis T64 pada edisi 2017.

Dalam dua edisi perdana partisipasinya pada 2015 dan 2016, ia hanya bisa bermain dua putaran. Pada debutnya, ia hanya bisa bermain dengan skor 84-86. Sementara pada tahun berikutnya, meskipun mengalami peningkatan, skor 74-76 masih belum cukup membawanya ke putaran akhir pekan.

Lalu untuk pertama kalinya ia menembus putaran akhir pekan pada tahun 2017. Kala itu ia menorehkan skor terbaiknya selama bermain pada turnamen bergengsi ini dengan menorehkan skor 4-under 68, menyusul skor 73 pada hari pertama.

Sayangnya, setelah itu, ia tak lagi bermain under sehingga akhirnya harus mengakhiri turnamen ini dengan berada di peringkat T64. Kala itu pegolf asal Surabaya ini menjadi satu dari hanya tujuh pemain tuan rumah yang bermain penuh selama empat putaran. Enam lainnya ialah George Gandranata (finis T56), Rory Hie (T59), Kurnia Hery Sandi (T66), pemain amatir Naraajie Emerald Ramadhan Putra (T69), Rinaldi Adiyandono (73), dan Ramadhan Alwie (74).

Skor 6-under 66 yang ia bukukan pada putaran kedua Bank BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi merupakan skor terbaik yang pernah diperoleh Joshua Andrew Wirawan selama mengikuti ajang prestisius ini. Foto: OB Golf/Yulius Martinus.

Setelah kembali gagal lolos cut pada edisi 2018, setelah bermain 78-77, pegolf yang akrab disapa Andrew ini berpeluang mencatatkan hasil terbaiknya selama mengikuti turnamen ini.

Pada putaran ketiga hari ini (14/12), Andrew berhasil bermain even par 72 sehingga masih mempertahankan skor total 7-under, berkat catatan skor 71 dan 66 pada dua putaran sebelumnya.

Statistik memang menunjukkan bahwa ia harus berjuang lebih keras pada putaran ketiga ini.

“Hari ini angin lebih banyak bermain daripada kemarin. Pukulan saya mulai meleset dari fariway dari hole 12, padahal sebelumnya pukulan saya bagus sekali,” tutur Andrew.

“Hari ini saya menunjukkan semangat untuk tidak menyerah. Meskipun pukulan saya hari ini tidak bagus, tapi saya masih bisa berjuang sehingga pada akhirnya tidak bermain over dan bisa mempertahankan skor even par.”

Pada hari pertama, persentase pukulan ke fairway-nya mencapai 100%. Meskipun kemudian menurun pada hari kedua lantaran satu pukulannya meleset dari fairway, pada putaran ketiga ini ia hanya 11 kali memukulkan bola ke fairway dari total 14 fairway yang dimainkan.

Selain itu, performa approach-nya juga mengalami penurunan dengan hanya memukul ke 10 dari 18 green in regulation. Meski demikian, 5 birdie dan 5 bogey pada hari ini tidak memupus harapannya untuk bisa bangkit dan memastikan finis di posisi yang lebih meyakinkan.

“Hari ini saya menunjukkan semangat untuk tidak menyerah. Meskipun pukulan saya hari ini tidak bagus, tapi saya masih bisa berjuang sehingga pada akhirnya tidak bermain over dan bisa mempertahankan skor even par. Jadi, hasi hari ini masih bagus,” ujarnya.

Sejauh ini, Andrew telah menciptakan tren positif. Setelah finis di posisi 68 pada ajang Bank BRI Indonesia Open, ia finis T40 pada ajang Asian Development Tour PGM Sabah ADT Championship. Setelah finis T30 pada ajang ADT berikutnya, Combiphar Players Championship, ia mencatatkan hasil terbaiknya pada ajang Asian Tour musim ini dengan finis T28 pada Sabah Masters. Dan pekan lalu ia finis T19 pada ajang PGM Maybank ADT Championship.

Kini ia berharap melanjutkan catatan positif tersebut ketika putaran final BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi dimulai besok (15/14).