Martin Kaymer dan Alejandro Cañizares memimpin Austrian Golf Open dan sama-sama berharap mengakhiri penantian tujuh tahun tanpa gelar.

Drama yang menegangkan diperkirakan bakal terjadi pada ajang Austrian Golf Open pada hari Minggu (18/4) ini. Dengan Martin Kaymer dan Alejandro Cañizares yang kini berbagi puncak klasemen, plus sejumlah pegolf lainnya yang juga masih memiliki peluang menciptakan kejutan, putaran final di Diamond Country Club bakal menjadi perlombaan akhir yang menentukan.

Kaymer kini mendapatkan salah satu peluang terbaiknya untuk bisa meraih kemenangan pertama sejak terakhir menjuarai U.S. Open 2014. Mantan pegolf No.1 Dunia ini memaksa Cañizares berbagi posisi teratas setelah pada putarna ketiga kemarin membukukan skor 69. Skor total 9-under 207 memberi keunggulan satu stroke bagi keduanya.

”Pukulan tee saya sedikit lebih bagus hari ini, terutama di kedua hole par 3, di sana saya cenderung kesulitan. Saya bermain sedikit lebih baik hari ini,” tutur pemegang dua gelar Major ini.

”Saya pikir seharusnya saya bisa mendapatkan putaran dengan skor yang sangat rendah, kondisinya memungkinkan untuk bisa mendapat 6-under hari ini. Namun, saya hanya bisa mendapat 3-under, dan skor ini masih hasil yang bagus.

”Secara mental, saya sangat bersemangat untuk putaran final besok (hari ini). Tak masalah entah saya menang atau tidak, senang saja bisa berada di posisi seperti ini. Tahun lalu saya memiliki sejumlah kesempatan yang tidak saya maksikmalkan. Sering kali begitu sering berada dalam posisi seperti ini, Anda akan merasa lebih nyaman dan sisanya hanya tinggal masalah waktu.”

 

 

Bagi Kaymer, kemenangan di Austria ini bakal melengkapi gelar Austrian Amateur Open yang ia raih tahun 2003 silam. Selain itu, jika bisa menang, ia akan menambah gelar European Tour menjadi yang ke-12.
Setelah selama dua hari menjadi pimpinan klasemen sendirian, pegolf Spanyol Cañizares harus berbagi posisi teratas dengan Kaymer. Pada putaran ketiga kemarin, ia harus puas dengan skor 70 menyusul dua double bogey dan enam birdie.

Permainannya kali ini memang cukup mengejutkan. Setelah sehari sebelumnya bermain dengan bogey dan double bogey, kali ini ia sepertinya akan tampil dominan, menyusul empat birdie dari hole 3. Double bogey di hole 7 sempat menghambat lajunya, sampai ia kembali meraih birdie di hole 9. Dan ketika memasuki sembilan hole terakhir, ia harus puas dengan torehan satu birdie dan satu double bogey lagi. Sayangnya, birdie di hole 12 itu menjadi yang terakhir baginya lantaran ia hanya bisa mendapat par di enam hole tersisa.

”Saya mengawalinya dengan baik berkat empat birdie itu, lalu mendapat double bogey di hole yang tidak saya mainkan dengan baik. Setelah itu saya bisa bangkit, melakukan putt yang bagus untuk birdie di hole sembilan. Lalu berpikir terlalu jauh waktu tee off di hole 10 dan mendapatkan double bogey lainnya. Dua double bogey dalam satu putaran jelas menyulitkan untuk bisa bangkit lagi,” jelasnya.

”Saya sedikit kecewa karena tidak mendapat birdie di hole-hole par 5 (di sembilan hole kedua), putter-nya mulai tumpul seiring dengan makin dinginnya cuaca. Tapi secara keseluruhan saya masih bisa memimpin, jadi ini masih pertanda baik.”

Pegolf Jerman lainnya, Maximilian Kieffer, menempel Kaymer dan Cañizares di tempat kedua setelah skor 4-under 68 yang ia bukukan memberinya skor total 8-under 208. Adapun John Catlin satu stroke di belakangnya, dengan tiga pemain lain berada di tempat kelima dengan 6-under 210.