Kiradech Aphibarnrat mengusung misi tersendiri pada THE PLAYERS Championship yang dimainkan pekan ini. Tahun lalu, dengan mengagumkan, ia menyeruak ke jajaran atas klasemen, bermain 8-under pada putaran final, sebelum akhirnya mendapat quadruple bogey di hole 17 par 3. Harapannya pun sirna gara-gara bencana tersebut.

Pekan ini, Kiradech berniat untuk kembali tampil maksimal, terutama setelah ia meraih finis T3 pada World Golf Championships-Mexico Championship.

“Saya merasa yakin dengan swing saya. Saya menikmati pekan yang memuaskan di Meksiko dan pekan lalu (Arnold Palmer Invitational) saya juga mendapat hasil yang bagus (finis T23). Kami menghadapi para pemain tangguh dan lapangan yang sulit. Namun, saya nyaris mengamankan kartu saya untuk musim depan, jadi saya merasa sedikit lega dan hal ini bakal membantu saya untuk menampilkan permainan saya sendiri,” ujar Kiradech yang menjadi pegolf Thailand pertama yang memegang kartu PGA TOUR.

Tentu saja ia masih ingat dengan jelas bencana di hole 17 par 3 tahun lalu. Di hole itu saja ia sudah bermain sampai 6-over hanya pada putaran akhir pekan. Kalau saja ia bermain par pada dua putaran final itu, secara teori ia bakal finis T2 di belakang Webb Simpson. Tapi bencana tersebut membuatnya terlempar ke posisi T30.

“Saya bermain buruk hanya di satu hole itu,” ujar Kiradech yang kini ada di peringkat 48 FedExCup. “Saya sudah lupa apa yang saya lakukan tahun lalu dan kali ini merupakan pekan turnamen yang baru. Lapangan ini selalu ada dalam kondisi yang prima, ini pekan yang fantastis. Kondisinya sempurna dan para penggemar sudah datang untuk mendukung kami. Saya pikir lapangannya tidak berbeda jauh dengan perubahan waktu penyelenggaraan (dari bulan Mei). Angin selalu menyulitkan karena berputar ke segala arah. Di hole 17, angin bisa menjadi penghalang besar sehingga sulit melihat apa yang terjadi di udara, dan saya ingin menempatkan bola di tempat yang bagus.”

“Di PGA TOUR, Anda mesti bermain menghadapi para pemain hebat, …. Kalau saya bisa menang satu ajang saja, segalanya bakal lebih mudah.” – Kiradech Aphibarnrat

Kiradech dan istrinya, Tunyatorn Chaiyarat, lekas menetap di Orlando, dengan bintang Thai ini mengincar peluang untuk senantiasa bersaing dengan para pemain terbaik dunia tiap pekannya. Ia yakin, gelar perdana PGA TOUR ada dalam jangkauan tangannya, meskipun PGA TOUR memiliki kekuatan pemain yang luar biasa.

“Di PGA TOUR, Anda mesti bermain menghadapi para pemain hebat, jadi benar-benar bagus bisa berada di sini. Kalau saya bisa menang satu ajang saja, segalanya bakal lebih mudah. Anda mesti memukul bola dengan baik, memiliki permainan mental yang baik, dan memiliki beberapa keberuntungan untuk mengalahkan mereka,” imbuhnya.

Saat ini Kiradech hampir mengamankan keanggotaanya untuk musim 2019-2020. Jelas ia masih mengincar The Presidents Cup yang akan digelar pada akhir tahun nanti.

Ia sendiri berpeluang meninggalkan kesan bagi Kapten Tim Internasional Ernie Els pada Genesis Open dan The Honda Classic. Pada dua turnamen itu, ia sempat bermain bersama pegolf legendaris asal Afrika Selatan tersebut. Sayangnya, ia justru gagal lolos cut pada dua turnamen itu.

“Saya menampilkan permainan yang buruk. Meski gagal lolos cut karena bogey di hole terakhri di LA, saya tidak puas dengan permainan saya. Lalu di Honda, ada Adam Scott, mantan pegolf No.1 dunia dan juara Masters, di grup kami dan kami bermain seperti pemain pemula sementara Ernie terus memukul bola ke tengah green dan memasukkan putt-nya.”

“Saya tahu saya mengecewakan dia, tapi Ernie mengenal permainan saya dan saya akan berusaha membuktikan diri sendiri. Ia tahu apa yang saya miliki, apa yang bisa saya lakukan. Saya berusaha untuk bermain lebih baik dan siap dan memastikan ia memmilih saya atau jika saya lolos kualifikasi, saya ingin berkontribusi bagi tim,” ujar Kiradech lagi, yang saat ini berperingkat 14 pada daftar poin Tim Internasional.

Leave a comment