Presidents Cup menjadi momen penting untuk menanti pembalasan Hideki Matsuyama atas kekalahannya dari Tiger Woods.

Tiga pekan lalu, Hideki Matsuyama harus menelan kekalahan dari sang legenda, Tiger Woods di negerinya sendiri. Bermain pada gelaran perdana ZOZO CHAMPIONSHIP, bintang Jepang ini berjuang mengimbangi Woods yang kembali tampil selepas jeda usai BMW Championship.

Namun, permainan Matsuyama kala itu tidak cukup untuk menandingi Woods. Sang Kapten Tim AS untuk ajang Presidents Cup itu pun akhirnya berhasil menjadi juara dan menyamai rekor 82 kemenangan milik Sam Snead.

Dalam wawancara pada akhir turnamen tersebut, Matsuyama sempat menegaskan niatnya untuk mengalahkan Woods ketika pegolf Amerika tersebut kembali untuk mempertahankan gelarnya tahun depan.

Namun, Matsuyama tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kesempatan melakukan penebusan tersebut. Presidents Cup yang akan digelar pada 9-15 Desember 2019 mendatang menjadi panggung yang lebih bergengsi baginya untuk melakukan pembalasan.

Woods akan menjadi kapten bermain kedua dalam sejarah Presidents Cup. Ia akan mengulangi peran yang dilakoni oleh Hale Irwin ketika menjalankan dua tugas tersebut ketika ajang dua tahunan ini digelar untuk pertama kalinya pada tahun 1994.

“Tahun ini akan menjadi penampilan keempatnya pada Presidents Cup dan dia belum pernah berada dalam tim pemenang. Saya bisa melihat betapa besar keinginannya untuk menang.” – Ernie Els

Matsuyama, yang sejauh ini telah mengemas lima gelar PGA TOUR telah tampil dalam tiga ajang Presidents Cup sebelumnya. Sayangnya, belum sekalipun ia memberi kemenangan bagi Tim Internasional. Dengan rekor 4 kemenangan, 6 kekalahan, dan 3 kali seri, ia berharap bisa memberikan sumbangan poin yang sangat berarti bagi Kapten Tim Internasional Ernie Els.

“Saya sangat ingin memberi kontribusi bagi tim. Saya satu-satunya pemain Jepang di Tim Internasional ini dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewakili negara saya,” tutur Matsuyama.

“Tim AS sangatlah kuat dan saya pikir kerja sama tim akan menjadi luar biasa penting (untuk mengalahkan mereka). Supaya kami bisa mendapat hasil yang bagus, saya menargetkan bermain sebaik mungkin dan memberi kontribusi bagi tim.”

Els, yang telah mengikuti perkembangan Matsuyama dari dekat, sejak ia meraih gelar PGA TOUR pertamanya pada Memorial Tournament 2014 sangat mengandalkan pegolf Jepang ini untuk memberi hasil maksimal.

“Dia pemain yang luar biasa berbakat,” ujar Els. “Tahun ini akan menjadi penampilan keempatnya pada Presidents Cup dan dia belum pernah berada dalam tim pemenang. Saya bisa melihat betapa besar keinginannya untuk menang. Dia sudah beberapa kali bertarung dengan anggota Tim As, jadi dia akan siap untuk berjuang.”

Im Sungjae berpotensi menciptakan kombinasi yang tangguh dengan Hideki Matsuyama untuk memberi poin bagi Tim Internasional. Foto: Getty Images.

Dalam upayanya memimpin Tim Internasional untuk pertama kalinya. sang legenda asal Afrika Selatan ini mesti memutar otak untuk mencarikan mitra yang tepat untuk Matsuyama pada sesi Four-Ball dan Foursome dalam kompetisi tiga hari ini.

Tahun 2013 silam, Matsuyama berpasangan dengan Adam Scott dalam empat sesi dan menyumbangkan 1,5 poin. Dua tahun kemudian, ia dua kali berpartner dengan Bae Sangmoon (Korea) dan juga menyumbangkan 1,5 poin, lalu kalah di sesi Foursome ketika berpasangan dengan Scott. Lalu dua tahun silam, ia dipasangkan dengan tiga pemain berbeda: Adam Hadwin (0,5), Jhonattan Vegas (kalah), dan Charl Schwatzel (kalah).

“Dia mungkin sedikit sulit untuk memiliki partner, tapi saya akan menemukan partner yang cocok buat dia,” ujar Els. “Karakternya ialah bahwa ia adalah seorang juara. Dia telah memenangkan beberapa turnamen besar. Dia menyikapinya dengan sangat serius secara individu. Saya menghargai hal itu dan akan berusaha memberinya ruang ketika ia membutuhkannya.

Pemain debutan asal Korea Im Sungjae diperkirakan menjadi rekan potensial bagi Matsuyama. Pegolf 21 tahun itu yakin, bersama Matsuyama mereka akan menciptakan kombinasi yang kuat.

“Saya dan Hideki memiliki swing yang unik (jeda sesaat di puncak backswing), jadi kemungkinan kami bakal bisa mengungguli para pemain Amerika jika kami dipasangkan bersama!” ujar Im, PGA TOUR Rookie of the Year 2019.