Park Sanghyun telah memastikan pencapaian terbaiknya pada ajang Major.

Pepatah yang berbunyi “waktu lekas berlalu ketika Anda menikmatinya” rasanya sangat tepat menggambarkan edisi ke-148 The Open Championship ini. Para penggemar golf dunia segera dihadapkan pada momen-momen penentuan.

Dengan 18 hole tersisa, dan fakta bahwa Shane Lowry mematok target—16-under 197 berkat rekor lapangan 63 yang ia bukukan pada putaran ketiga—yang hampir mustahil dikejar oleh mereka yang ada di papan tengah, pertanyaan bagi publik Asia ialah siapa pemain Asia terbaik pada ajang Major terakhir tahun ini.

“Saya akan berusaha finis lebih baik tahun ini.” Demikianlah tekad Park Sanghyun ketika ia memastikan kembali bermain pada The Open Championship usai finis T3 pada ajang Gateway to The Open Mizuno Open pada awal Juni 2019 lalu.

Pada penampilan pertamanya tahun lalu, Park gagal lolos cut. Tapi kali ini ia tak hanya sudah pasti memperbaiki catatan penampilannya pada ajang Major pertama dan tertua di dunia ini, tapi untuk sementara juga mencatatkan skor terbaik dari tujuh pegolf Asia yang berhasil melangkah ke putaran akhir pekan.

Pemegang dua gelar Asian Tour ini menutup putaran ketiganya dengan bermain 3-under 68. Setelah mencatatkan tiga birdie di sembilan hole pertamanya, Park menambah dua birdie lagi di hole 10 dan 14. Ketika tampaknya ia bakal bermain dengan skor yang lebih rendah lagi, ia kemudian mendapat bogey pertamanya di hole 15, sebelum kemudian mencatatkan bogey kedua di hole berikutnya. Namun, par di dua hole terakhir membuatnya berhasil memperbaiki peringkatnya hingga 13 posisi. Dengan skor total 4-under 209, Park kini ada di peringkat T19.

“Rasanya sulit melakukan putt di tengah embusan angin. Saya melakukan beberapa kesalahan di sembilan hole terakhir, terutama dengan pilihan club saya, tapi tidak apa-apa. Masih ada satu hari lagi dan saya menikmati pengalaman bermain pada ajang Major ini,” tandas Park.

“Ketika tubuh Anda tak siap untuk bertanding, permainan pasti terasa sangat berat.” – Kiradech Aphibarnrat

Rekan senegaranya, An Byeonghun, kini berada satu stroke di belakang Park setelah bermain 1-under 70. Dalam delapan hole pertamanya, An sempat bermain 4-under sebelum kemudian mendapat dua bogey berturut-turut di hole 9 dan 10. Satu-satunya birdie di sembilan hole terakhir ia dapatkan di hole 12, namun ia harus menambah dua bogey lagi di tiga hole terakhir.

Adapun bintang PGA TOUR asal Thailand, yang juga merupakan Juara Order of Merit Asian Tour 2013 Kiradech Aphibarnrat harus berjuang mengatasi rasa nyeri di lututnya. Alih-alih memperbaiki catatan skor 73 yang ia peroleh pada putaran kedua, Kiradech justru menutup hari ketiga dengan catatan 6-over 77.

Rasa nyeri di lututnya itu jelas memengaruhi permainannya. Pada putaran ketiga ini, persentasi bolanya mencapai fairway hanyalah 35,71%. Sepanjang hari, ia kesulitan mendapat trajektori yang tepat ketika memukul di tengah embusan angin dan Royal Portrush yang menantang.

“Saya masih bisa memukul bola dengan baik, tapi tak bisa memberi tekanan yang tepat pada bola. Saya juga tak punya tenaga yang cukup untuk memukul bola lebih jauh ketika menghadapi angin,” jelas Kiradech, yang hanya mencatatkan satu birdie di hole 7.

“Sepanjang hari ini saya tak memukul driver dengan baik. Permainan iron saya masih bagus, tapi driving saya buruk.”

Meski masih memiliki 18 hole tersisa untuk memperbaiki peringkatnya, sekaligus mencatatkan finis terbaik sejauh bermain pada The Open, Kiradech lebih berharap ia bisa pulih sepenuhnya.

“Saya merasakan nyeri di lutut dan harus segera kembali beristirahat. Saya tak sabar untuk bisa segera rehat dan memulihkan diri serta bermain dengan baik lagi. Ketika tubuh Anda tak siap untuk bertanding, permainan pasti terasa sangat berat,” tutupnya.

Sebelumnya, Juara Order of Merit Asian Tour 2018 Shubhankar Sharma juga harus mengakhiri putaran ketiga dengan torehan skor yang sama mengecewakannya. Seperti halnya Kiradech, Shubhankar juga bermain dengan skor 6-over 77, setelah pada hari pertama bermain 70 dan mencatatkan 73 pada hari kedua.

Shubhankar sempat bermain even par di sembilan hole pertamanya berkat dua birdie dan sebuah double bogey. Namun, ketika sepertinya ia bakal bisa memanfaatkan posisinya tersebut, ia justru harus berjibaku di sembilan hole terakhirnya. Ia mencatatkan dua bogey dan tiga double bogey di sembilan hole terakhir sehingga dua birdie yang ia dapatkan di hole 12 dan 18 tak bisa mengurangi petaka tersebut.

Usai memainkan putaran ketiga, ia menuturkan kehilangan swing-nya di sembilan hole terakhir, yang berdampak pada petaka di hole 10 dan 11, yang berbuah double bogey.

“Saya hanya ingin kembali ke level permainan saya yang semestinya dan menuntaskan ajang Major ini dengan meyakinkan.” – Shubhankar Sharma

“Pada dasarnya, drive saya di sembilan hole kedua banyak yang kacau dan memberi hasil yang buruk buat saya,” jelasnya lagi.

Namun, sebagai satu-satunya wakil dari India, ia berniat untuk mengakhiri ajang Major terakhir musim ini dengan meyakinkan.

“Saya hanya ingin kembali ke level permainan saya yang semestinya dan menuntaskan ajang Major ini dengan meyakinkan,” tandas Shubhankar yang finis di peringkat T51 pada tahun 2018 lalu.

Yuki Inamori dan Hwang Inchoon kini berada di peringkat T43 setelah keduanya sama-sama bermain 1-under 70. Sementara Yosuke Asaji ada di posisi T50 dengan torehan 1-over 214.

Juara bertahan Francesco Molinari tampaknya harus melupakan kembali mengangkat Claret Jug lantaran hingga putaran ketiga, ia hanya bermain 2-over 215. Ia terpaut 18 stroke dari Shane Lowry yang kini memimpin klasemen dengan skor total 16-under 197. Pegolf asal Irlandia ini kini memegang keunggulan empat stroke dari Tommy Fleetwood.

Leave a comment