Dari sekadar tampil, kini para bintang muda Asia tak hanya bertekad menjuarai ajang World Golf Championships, tapi juga memiliki kemampuan untuk mewujudkannya, pertama-tama di Meksiko.

Oleh: Chuah Choo Chiang*

Rasanya belum terlalu lama para pegolf Asia merasa gembira hanya bisa tampil pada ajang World Golf Championships (WGC). Bersentuhan dengan para pegolf elit, menyaksikan pahlawan mereka secara dekat dan bersaing bersama mereka sering kali sudah dianggap sebagai pengalaman yang cukup bagus untuk dibawa pulang dan dirayakan.

Ah, betapa zaman telah berganti.

Belakangan ini, generasi bintang muda Asia, seperti Kiradech Aphibarnrat dari Thailand, Shubhankar Sharma dari India, Li Haotong dari China, Kim Siwoo asal Korea, Hideki Matsuyama dari Jepang, dan C.T. Pan asal China Taipei menjadi bagian dari ajang tersebut untuk memenangkannya.

Mereka tak mau hanya menjadi pelengkap di WGC atau PGA TOUR. Kini mereka memiliki hasrat membara untuk menang di level tertinggi. Didukung oleh bekal kemampuan dan sikap tak kenal takut, para pemain muda berbakat ini memiliki dosis percaya diri yang tinggi dalam diri masing-masing, yang membuat mereka membidik gelar WGC.

Bulan ini, WGC-Mexico Championship, yang menawarkan hadiah senilai US$10,25 juta di Club de Golf Chapultepec dari 21-24 Februari, akan menghadirkan para pemain terbaik Asia untuk mengejar kegemilangan pada WGC 2019.

Phil Mickelson, yang akhirnya menjuarai WGC-Mexico Championship 2018 lalu, turut mengakui kapasitas Shubhankar Sharma. Foto: Ryan Young/PGA TOUR.

Pada 12 bulan silam, Sharma mengumandangkan kehadirannya di panggung besar itu dengan meraih tampuk pimpinan klasemen putaran kedua dan ketiga dengan permainan memukaunya, sebelum akhirnya finis T9. Tiba di Meksiko dengan bekal dua kemenangan ajang co-sanction Asian Tour dan European Tour, pemuda berusia 22 tahun ini mengungkapkan peningkatan performanya dengan penampilan gemilang di Meksiko, yang kemudian ia ikuti dengan menjadi salah satu pimpinan klasemen hari ketiga pada ajang PGA TOUR di Malaysia, CIMB Classic, sebelum kemudian finis T10.

Pegolf legendaris Amerika Phil Mickelson, yang bermain bersama Sharma pada putaran final di Meksiko, memberikan pujian berlimpah bagi pemuda asal India tersebut. Lucunya, Phil sendiri sempat memintanya menyingkir dari green latihan sehari sebelumnya lantaran mengira Sharma adalah seorang jurnalis yang meminta wawancara.

”Saya melihat betapa bagus pukulan bolanya. Ia melakukan pukulan tee dengan indah di hole pertama, dan Anda bisa yakin kalau ia mahir. Saya melihat beberapa putt-nya, beberapa sorotannya ada di putter. Saya tahu ia pemain yang sangat berbakat, jadi saya tahu Mr. Sharma ini pemain hebat. Mungkin tak semestinya saya berkata begitu mengingat dia 26 tahun lebih muda daripada saya!” ujar Mickelson, yang menjuarai turnamen itu usai menyingkirkan Juara FedExCup 2017 Justin Thomas lewat play-off.

Sebagai Juara Order of Merit Asian Tour 2018, Sharma telah mengamankan jalur cepatnya kembali ke WGC-Mexico Championship dan berniat untuk mengulangi aksi heroiknya di Chapultepec, lapangan yang terkenal berkat fairway yang sempit dan green yang rumit.

”Kedua ajang tersebut (WGC-Mexico Championship dan CIMB Classic) jelas menjadi sorotan tahun 2018,” ujar Sharma. ”Tentu saya memiliki kenangan dan perasaan yang istimewa dari Meksiko. Saya belum bisa menuntaskannya, tapi kesempatan itu menjadi titik balik bagi saya. Hasil tersebut menunjukkan saya bisa bermain menghadapi para pemain terbaik di dunia. Itu karier pertama WGC saya dan bisa berpeluang menang di panggung tersebut, memberi percaya diri yang berlimpah. Semoga saya punya lebih banyak peluang untuk menang. Mendapat kartu PGA TOUR masih menjadi target saya tahun 2019 ini dan menjadi anggota Tim Internasional Presidents Cup juga termasuk prioritas saya. Semoga bermain dengan baik pada ajang-ajang besar, seperti di Meksiko bisa membantu mewujudkannya.”

Kiradech Aphibarnrat memberi pernyataan yang tegas akan keinginannya untuk bisa menjuarai satu ajang PGA TOUR tahun ini. Foto: Getty Images.

Bintang yang terkenal dengan gaya grip-ir-and-rip-it, Kiradech juga berniat untuk mencantumkan namanya dalam jajaran eksklusif jawara dalam waktu dekat. Tahun lalu, pemukul jauh asal Thai ini meraih finis lima besar pertamanya pada WGC di Meksiko, yang menurutnya membantunya menjadi pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR untuk musim 2018-2019. Ia juga menikmati finis lima besar lagi pada WGC-Dell Technologies Match Play dan WGC-HSBC Champions tahun 2018.

”Saya bisa menang di salah satu ajang tersebut,” tegas Kiradech yang memegang empat gelar European Tour. ”Saya tidak jauh dari kemenangan. Hanya harus terus berusaha. Sudah tiga kali saya masuk lima besar WGC dan ketika kesempatan itu dating lagi, saya harus mengendalikan diri saya dengan lebih baik. Menjuarai satu ajang PGA TOUR menjadi target saya tahun 2019 ini. Menjuarai WGC juga bakal sangat istimewa.”

Jajaran elite bintang golf dunia yang bakal menuju Mexico City mencakup pemain, seperti Mickelson, Justin Thomas, Dustin Johnson, Xander Schauffele, Brooks Koepka, Bryson DeChambeau, dan Jordan Spieth. Semuanya bakal mengincar turnamen prestisius yang memberikan 550 poin FedExCup ini.

”Turnamen-turnamen (WGC) itu adalah turnamen-turnamen yang sangat penting. Semua turnamen itu adalah turnamen besar. Semua turnamen itu mempertemukan para pemain terbaik di dunia,” komentar Johnson, peraih 19 gelar PGA TOUR, termasuk lima gelar WGC, mengenai kelima ajang WGC.

Dan untuk alasan itulah pasukan Asia tak sabar untuk menantang dunia, dimulai dengan WGC-Mexico Championship.

*Chuah Choo Chiang menjabat sebagai Senior Director Communications PGA TOUR, yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Leave a comment