Im Sungjae kembali melanjutkan upayanya untuk menembus TOUR Championship dan memulai kembali perburuan gelar FedExCup.

Pegolf Korea Selatan Im Sungjae segera memulai upayanya untuk meraih gelar FedExCup ajang Charles Schwab Challenge pekan ini. Turnamen yang dilangsungkan di Colonial Country Club di Fort Worth, Texas pada 11-14 Juni ini menjadi ajang PGA TOUR pertama sejak kompetisi dihentikan pertengahan Mei 2020 lalu menyusul pandemi COVID-19.

Bintang muda berusia 22 tahun ini akan memulai turnamen pekan ini sebagai pemimpin FedExCup. Posisi tersebut ia raih setelah memenangkan gelar perdananya pada ajang The Honda Classic, plus finis di tempat ketiga pada Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard awal Maret.

Performa solidnya yang telah berlangsung sejak 2019 dan memberinya gelar Rookie of the Year terpaksa ikut terhenti lantaran pandemi. Jeda tiga bulan terakhir mendorongnya untuk melanjutkan perjuangannya menjadi pegolf Asia pertama yang bisa memenangkan hadiah prestisius dari musim PGA TOUR yang panjang, dengan menjuarai FedExCup.

“Saya tahu saya bakal merasa sangat bersemangat ketika turnamen pertama ini tiba, dan target saya ialah menembus akhir pekan di Colonial,” ujar Im.

“Saya bersyukur para pemain berkesempatan untuk berkompetisi (lagi). Meski tanpa dihadiri para penggemar dalam empat turnamen pertama, saya tak sabar untuk menyambut turnamen ini. Saya berharap bisa mengikuti sebanyak mungkin turnamen, tapi mungkin saya bakal mengambil jeda sepekan di tengah-tengah jadwal ini.”

“Sudah tentu saya juga ingin menjuarai FedExCup. … Jika bisa menjuarai FedExCup, saya tak yakin bisa menguraikan dengan kata-kata betapa berarti prestasi itu.” — Im Sungjae

Pandemi COVID-19 memaksa PGA TOUR musim 2019-2020 diperpendek. Saat ini, jadwal kompetisi tersisa hanya tinggal 14 turnamen, termasuk FedExCup Playoff yang berpuncak pada TOUR Championship pada awal September nanti. Dan pemenangnya bakal membawa pulang hadiah terbesar senilai US$15 juta.

“Sudah tentu saya juga ingin menjuarai FedExCup. Tapi ada begitu banyak pesaing tangguh di sini. Sangat mudah untuk melupakan bahwa saya sempat memimpin FedExCup ketika kompetisi kembali bergulir. Saya sendiri sudah main bagus ketika musim ini mengalami penundaan. Jika bisa menjuarai FedExCup, saya tak yakin bisa menguraikan dengan kata-kata betapa berarti prestasi itu. Mungkin pencapaian itu bakal menjadi titik balik dalam karier saya, dan memotivasi saya untuk memiliki musim yang meyakinkan. Meskipun masih jauh, saya berusaha agar tidak terlalu berpikir jauh dan berfokus pada turnamen yang ada di hadapan saya.”

Charles Schwab Challenge pekan ini dipastikan diikuti oleh para pemain bintang. Lima pegolf teratas pada Official World Golf Ranking juga ikut bertanding di Colonial. Dan hal ini menjadi sesuatu yang pertama kalinya terjadi di Fort Worth sejak tahun 1986.

Pegolf No.1 Dunia dan Juara FedExCup 2019 Rory McIlroy serta No.4 Dunia Justin Thomas akan melakoni debut mereka di Colonial untuk pertama kalinya. Sementara itu, pegolf No.2 Dunia Jon Rahm bermain untuk keempat kalinya. Brooks Koepka yang kini menghuni No.3 Dunia tampil untuk kedua kalinya. Dustin Johnson, No.5 Dunia, bakal bermain untuk ketiga kalinya pekan ini, dengan terakhir ia bermain di lapangan ini pada tahun 2014.

Thomas dan McIlroy menjadi dua dari beberapa pemain di jajaran sembilan besar klasemen FedExCup yang memutuskan untuk tampil. Dari 20 pegolf teratas pada klasemen tersebut, 17 di antaranya turun ke Colonial, termasuk juara bertahan Kevin Na, yang kini ada di urutan 11.

 

 

Guna memastikan permainannya masih dalam kondisi prima selama jeda kompetisi, Im memanggil pelatihnya, Choi Hyun ke Tampa untuk membantunya.

“Permainan saya ada dalam kondisi yang bagus sampai jeda kompetisi, jadi saya beruntung tak perlu melakukan terlalu banyak perubahan. Saya hanya melakoni rutinitas latihan yang biasa dan bermain tiap hari. Saya bukan tipe pemain yang suka melakukan terlalu banyak perubahan swing, jadi dia (Choi) datang lebih untuk membantu saya mempertahankan apa yang sudah ada. Kami sangat dekat, dan dia telah melatih sejak saya masih di SMA. Meskipun dia mentor yang luar biasa, dia juga teman baik bagi saya. Jadi, saya sangat menikmati keberadaannya di sini. Kehadirannya membuat saya merasa lebih tenang,” tutur Im.

“Banyak orang tahu kalau saya senang mengikuti banyak turnamen. Saya mengikuti 35 turnamen pada musim lalu dan sudah tampil pada 14 dari 16 turnamen tahun ini. Jadi, rasanya kecewa juga tidak bisa berkompetisi dalam beberapa bulan terakhir lantaran pandemi COVID-19. Malahan, kalau melihat karier golf saya, saya pikir inilah jeda kompetisi terpanjang yang pernah saya alami.”

Sejak menjadi Korn Ferry Tour Player of the Year 2018, karier Im melejit dengan pesat. Tak heran jika sesama profesional yang telah bermain bersama dia menyanjungnya dan memprediksikan hal-hal besar bagi Im. Kemenangannya pada The Honda Classic jelas menegaskan potensinya yang, dalam empat bulan sebelumnya, telah menampilkan debut mengesankan pada Presidents Cup. Kala itu ia menyumbang 3,5 poin bagi Tim Internasional, termasuk mengalahkan Gary Woodland, Juara U.S. Open 2019 pada partai tunggal.

“Anda juga tahu, kita tidak bisa terlalu jauh berpikir dalam olahraga ini. Saya ingin memainkan satu demi satu turnamen dan berupaya sebaik mungkin dan membiarkan hasil yang berbicara. Kalau saya mengikuti rencana permainan saya yang biasa dan cara bermain selama ini, saya tahu, saya punya kesempatan. Sudah jelas, target utama saya ialah menembus TOUR Championship,” tandas Im.