Indonesian Masters bakal berfokus pada para bintang Asia ketimbang nama besar dari Eropa atau Amerika.

Konsistensi penyelenggaraan ajang tahunan Indonesian Masters membawa turnamen flagship Asian Tour ini memasuki edisi ke-9. Pengumuman kembali digelarnya turnamen ini pada tahun ini juga telah diumumkan pada hari Selasa (22/10) yang lalu, bersama dengan kepastian kembalinya Bank BNI sebagai sponsor utama turnamen ini untuk keempat kalinya. Dengan demikian, turnamen yang akan digelar pada 12-15 Desember 2019 ini resmi bertajuk Bank BNI Indonesian Masters.

Komisaris dan CEO Asian Tour Cho Minn Thant mengungkapkan bahwa Bank BNI Indonesian Masters menjadi salah satu turnamen yang sangat penting bagi para pegolf Asian Tour. Ajang ini menjadi salah satu turnamen full field Asian Tour, yang juga berarti memberikan poin Official World Golf Ranking yang lebih besar, yaitu setidaknya 20 poin. Poin ini juga menjadi penting dalam perlombaan untuk menuju Olimpiade Tokyo 2020 tahun depan.

Cho memuji konsistensi penyelenggaraan turnamen ini, yang menurutnya telah membantu para pegolf di Indonesia untuk melangkah ke level yang lebih baik. Setelah George Gandranata sukses menjuarai ajang Asian Development Tour tiga tahun silam, Rory Hie menjadi pegolf Indonesia pertama yang menjuarai ajang Asian Tour pada bulan September 2019 lalu.

“Hal paling positif dari penyelenggaraan turnamen ini ialah bahwa Bank BNI Indonesian Masters telah membantu para pegolf di Indonesia dan juga para pemain Asian Tour untuk meraih impian dalam karier profesionalnya,” tutur Cho.

“Dalam delapan tahun terakhir, kemampuan para pemain Indonesia telah mengalami peningkatan. Lalu ada juga pemain amatir yang bisa bersaing pada Indonesia Open. Jadi, selamat untuk semua pihak yang telah berkontribusi untuk kemajuan gold di Indonesia.”

Trofi ikonik ini bakal kembali diperebutkan oleh para pemain terbaik Indonesia dan Asian Tour mulai 12-15 Desember 2019 mendatang. Foto: OB Golf.

Bank BNI sebagai Sponsor Utama
Kehadiran Bank BNI sebagai sponsor utama untuk keempat kalinya secara berturut-turut juga ikut menegaskan komitmen bank pemerintah ini untuk mendukung prestasi olahraga golf.

Direktur Bisnis Konsumer Bank BNI Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa turnamen ini menjadi ajang yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara potensial untuk berinvestasi melalui Bank BNI.

“Selain itu, kami juga berharap bisa ikut serta dalam mengembangkan olahraga golf agar dapat menjaring pegolf muda berprestasi dari Indonesia, yang nantinya bisa berbicara di kancah internasional,” ujar Anggoro dalam sambutannya.

Sebagai turnamen besar, Bank BNI memang tidak sendirian. Mereka juga didukung oleh Bank BRI, bank yang selama ini juga terus aktif mendukung perkembangan golf di Indonesia.

MedcoEnergi juga kini tampil sebagai salah satu sponsor turnamen. Perusahaan di bidang energi ini pada dasarnya bukan nama baru di kancah golf Indonesia. Perusahaan ini sebelumnya telah aktif berkontribusi dengan mendukung kegiatan-kegiatan golf junior.

Fokus pada Bintang Asia
Penyelenggaraan tahun ini ditegaskan bakal menjadi sebuah ajang yang akan memberi peluang bagi para bintang Asia untuk menguji kualitas permainannya. Pihak panitia memang tidak mengonfirmasi adanya pemain bintang asal Eropa atau Amerika yang akan diundang untuk ajang tahun ini.

Poom Saksansin menjadi salah satu pemain tersukses sepanjang sejarah Indonesian Masters dengan dua kemenangan, hanya terpaut satu kemenangan dari Lee Westwood. Foto: GolfinStyle.

Meski sebagian pihak menilai keputusan ini akan menurunkan gengsi turnamen, terutama setelah menghadirkan bJuara FedExCup 2018 Justin Rose dan Juara FedExCup 2013 Henrik Stenson pada tahun lalu. Namun, keputusan ini di satu sisi akan membuka peluang yang lebih besar lagi bagi para pegolf Indonesia untuk memaksimalkan empat putaran di Royale Jakarta Golf Club tanpa tekanan nama besar.

Selain itu, kondisi ekonomi global yang juga berdampak bagi bisnis di Indonesia juga tampaknya menjadi alasan mengapa fokus tahun ini diarahkan pada para bintang Asian Tour.

Walau tanpa nama besar, tingkat keseruan Bank BNI Indonesian Masters diperkirakan tidak akan berkurang. Selain tiket menuju ajang World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational bagi pemenangnya, turnamen ini merupakan menjadi salah satu turnamen terakhir musim 2019. Ini berarti bahwa perlombaan untuk menuju Juara Habitat for Humanity Standings, Order of Merit ala Asian Tour, bakal menjadi lebih seru. Artinya, ada banyak hal yang dipertaruhkan pada pekan kedua bulan Desember nanti.

Sejauh ini, hanya Lee Westwood dan Poom Saksansin yang berhasil memenangkan turnamen ini lebih dari satu kali. Westwood memenangkannya pada tahun 2011, 2012, dan 2015. Adapun Poom menjadi juara tahun 2016 dan 2018.

Bank BNI Indonesian Masters juga menjadi satu dari lima rangkaian Panasonic Swing, yaitu rangkaian turnamen pilihan pada sepanjang musim kompetisi Asian Tour. Tiap kompetisi memberikan sejumlah poin untuk diakumulasikan. Tiga pemain terbaik dalam klasemen poin ini akan mendapatkan sejumlah hadiah uang, dengan masing-masing meraih US$70.000, US$50.000, dan US$30.000.

Leave a comment