Dua wakil Indonesia mencatatkan hasil yang bertolak belakang, namun bersiap untuk meninggalkan catatan positif menjelang putaran final Women’s Amateur Asia-Pacific.

Prediksi bahwa kondisi cuaca pada hari Sabtu (27/4) ini tidak jauh berbeda dengan putaran kedua kemarin ternyata terbukti. Setidaknya, suhu udara yang rendah, hujan, dan angin yang berembus berlangsung hingga para pemain top memasuki sembilan hole kedua. Dengan berhentinya hujan dan angin, para peserta mulai bisa menampilkan permainan ideal mereka.

Kondisi yang lebih bersahabat ini juga turut dimanfaatkan oleh Patricia Sinolungan dan Ribka Vania, dua wakil Indonesia yang melanjutkan mengibarkan Merah Putih pada akhir pekan ini.

Patty, sapaan Patricia, yang masih melanjutkan kemitraannya di lapangan dengan sang ayah, menunjukkan kemampuan adaptasi yang lebih baik daripada Ribka. Permainannya terlihat jauh lebih baik dengan hanya mendapat dua bogey di hole 1 dan 6, serta mencatatkan sebuah birdie di hole 7.

Ia bahkan masih mempertahankan permainannya dan bisa mengamankan par hingga menuntaskan hole 11. Sayangnya, ia harus kehilangan empat stroke di tujuh hole tersisa dan menutup putaran ketiga ini dengan torehan skor 77.

Sementara itu, cuaca dingin yang bermain di sembilan hole pertama turut memengaruhi permainan Ribka sehingga harus bermain 8-over di sembilan hole pertamanya. Beruntung perubahan kondisi hari itu membantunya untuk memperbaiki skor. Di sembilan hole terakhirnya, pegolf berusia 19 tahun ini berhasil membukukan dua birdie di hole 12 dan 13 menuntaskan putaran ketiga dengan skor 82.

Tahun lalu, Patty berhasil mencatatkan sebuah eagle, 7 birdie dengan 22 bogey dan 5 double bogey. Meskipun kali ini ia belum menorehkan eagle, tapi catatan permainannya sudah lebih baik ketimbang penampilan tahun lalu. Hingga putaran ketiga, ia sudah menorehkan 7 birdie dengan 16 bogey, dan hanya sekali mendapat double bogey. Tahun lalu, mahasiswi University of North Texas ini finis di peringkat 53 setelah bermain 77-73-78-79.

Tak hanya Patricia, Ribka Vania pun masih berpeluang untuk menuntaskan Women’s Amateur Asia-Pacific ini dengan finis di tempat yang lebih baik, sekaligus menambah portofolionya pada kejuaraan-kejuaraan R&A yang berstatus elit. Foto: R&A.

Sementara itu, keberhasilan Ribka menembus putaran akhir pekan otomatis telah memperbaiki catatan penampilannya pada kejuaraan bergengsi ini.

Salah satu pelatih Tim Indonesia yang turut mendampingi di The Royal Golf Club, David Milne, masih bersifat positif untuk menghadapi putaran final besok.

“Saya yakin, dengan kondisi cuaca yang lebih baik besok, Ribka dan Patty bisa bermain dengan baik dan finis dengan hasil yang positif,” ujarnya.

Kondisi cuaca diperkirakan akan menjadi lebih baik besok. Ini berarti, baik Patty maupun Ribka berpeluang untuk memperbaiki posisi masing-masing. Saat ini, kedua wakil Indonesia ini, masing-masing, berada di peringkat T26 dan T42.

Pada putaran ketiga ini, Tournament Director mengambil keputusan drastis dengan mengurangi panjang area permainan, setidaknya di enam hole. Hole-hole yang harus dimainkan dengan melawan embusan angin dimajukan hingga 50 meter. Hal ini jelas sangat membantu para peserta.

Meski demikian, beratnya kondisi hari ini juga bisa terlihat dari skor yang dicatatkan dari para peserta. Dari 50 pemain tersisa, tercatat hanya 9 pemain yang bisa bermain under.

Perjuangan pada putaran akhir dari dua srikandi Indonesia ini akan dimulai esok (28/4) pagi, di mana Patty akan mulai bermain dari hole 1 pada pukul 08:45 waktu Jepang atau 10:45 WIB. Sementara itu, Ribka akan mulai bermain pukul 09:29 atau 11:29 WIB dari hole 10.

Leave a comment