Duel seru tak hanya akan terjadi di Shanghai, tapi juga di New Delhi. Siddikur Rahman masih berada di tempat yang ideal untuk mengakhiri puasa gelarnya dan kini berbagi tempat teratas dengan pegolf tuan rumah Khalin Joshi, sementara Ajeetesh Sandhu, Suradit Yongcharoenchai, Aman Raj, dan lima pegolf lainnya masih berada dalam posisi yang memungkinkan untuk menyalip.

Joshi menjadi bintang utama pada putaran ketiga hari Sabtu (27/10) ini berkat skor 8-under 64 miliknya. Mengawali putara akhir pekan ini dengan defisit enam stroke, kini pegolf berusia 26 tahun tersebut menjadi salah satu pimpinan klasemen dengan keunggulan satu stroke dari Sandhu.

Pegolf yang tengah berusaha meraih kemenangan perdananya pada Asian Tour ini masih melanjutkan performa solidnya pada tahun ini. Sejauh ini ia telah dua kali masuk sepuluh besar dan saat ini berada di peringkat 23 Habitat for Humanity Standings. Meskipun hampir pasti ia mempertahankan kartu Asian Tour untuk musim 2019, sebuah kemenangan yang diraih di negeri sendiri jelas kini berada di hadapannya.

Pada putaran ketiga tadi, Joshin membukukan sembilan birdie dengan hanya satu bogey di hole 13. Skor 64 miliknya tadi sekaligus menjadi skor terendah yang dibukukan di Delhi Golf Club pada pekan ini. Skor ini sekaligus menjadi skor terendah yang pernah ia bukukan di lapangan legendaris ini.

“Secara keseluruhan saya sangat senang dengan pemainan saya, sangat solid. Pukulan tee saya cukup bagus, putting saya juga bagus, jadi secara keseluruhan permainan saya ada dalam bentuk yang terbaik,” Joshi menuturkan. “Saya hanya mendapat satu bogey di hole 13. Bola saya di rough dan pukulan saya malah melewati green. Saya masih bisa melakukan chipping hingga sekitar empat kaki, tapi putting saya malah meleset.”

Terakhir kali Joshi bermain dengan skor 64 ialah ketika ia nyaris menang di lapangan kandangnya sendiri di Bengaluru, dua bulan lalu. Kala itu ia harus puas menjadi runner-up pada ajang TAKE Solution Masters.

Siddikur Rahman akan mengandalkan pengalaman dan rekam jejaknya yang bagus di Delhi Golf Club untuk memastikan meraih gelar juara, sekaligus mengamankan kartu Asian Tour untuk musim 2019. Foto: Asian Tour.

“Sepanjang pekan ini saya sebenarnya sudah bermain cukup solid. Sayangnya tidak menuntaskan permainan dengan baik pada hari pertama, finis dengan dua bogey. Selain itu, saya sudah bermain dengan baik, mendapat banyak peluang birdie, yang menjadi kunci di sini.”

Joshi hanya meleset dari tiga green dan empat fairway untuk mencatatkan skor 64-nya. Dan ia juga hanya butuh 26 putt untuk membukukan sembilan birdie. Permainannya tersebut terbilang akurat, mengingat tahun ini ia menjadi pemain yang lebih agresif.

“Saya memainkan driver di beberapa hole di sini. Rasanya saya bisa melakukan swing dengan nyaman. Jadi, saya tak sabar untuk putaran final besok.”

Berbeda dari Joshi yang seolah menemukan permainan terbaiknya, Siddikur harus puas mengakhiri putarna ketiga dengan skor 2-under 70. Sempat mendapatkan tiga birdie berturut-turut di tiga hole pertamanya, Siddikur kemudian mendapat dua bogey di hole 4 dan 9. Ia masih bisa mendapat birdie di hole 11, tapi itu menjadi satu-satunya birdie yang ia peroleh di sembilan hole terakhirnya.

“Tidak terlalu buruk,” kata Siddikur. “Saya meragukan permainan saya pada putaran ini, tapi saya masih bisa mengendalikan diri sendiri dan meyakinkan diri saya agar tidak terlalu memikirkan apa yang akan terjadi.”

Dengan mantra tersebut, Siddikur memang berhasil menghindari bogey, meskipun hanya mendapat satu birdie di sembilan hole terakhirnya.

“Ada satu hari lagi yang bisa dinikmati, jadi saya sangat menantikannya. Bagus juga bisa berada di grup terdepan hari ini. Sudah cukup lama saya tidak bermain di grup terakhir. Saya pikir saya sudah berhasil menaklukkan rasa gugup saya hari ini (27/10), jadi mestinya besok akan lebih baik. Beberapa hole terakhir sangat sempt dan akan benar-benar menantang ketika dimainkan dalam tekanan.”

Untuk kedua kalinya pada tahun ini, Suradit Yongcharoenchai akan bermain di grup terakhir. Sebelumnya, ia juga berada di grup terakhir ketika bermain di Myanmar awal tahun ini. Foto: Asian Tour.

Siddikur jelas akan memanfaatkan pengalaman dan catatan prestasinya di Delhi Golf Club. Tidak ada pemain lain yang berlaga pekan ini yang memiliki pengalaman dan prestasi sebaik pegolf asal Bangladesh ini. Selain meraih gelar Asian Tour keduanya tahun 2013 di sini, ia juga empat kali masuk sepuluh besar dari lima kali partisipasinya pada ajang Panasonic Open India. Selain itu, ia juga enam kali masuk sepuluh besar dalam turnamen Asian Tour lain yang dimainkan di sini.

Satu stroke di belakang Joshi dan Siddikur, nama Ajeetesh Sandhu juga akan siap untuk meramaikan persaingan. Sama seperti Siddikur, Sandhu juga bermain dengan skor 70 untuk mengumpulkan skor total 12-under 204. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya lantaran merasa permainannya jauh lebih baik, tapi harus menerima performa putting-nya yang tak sesolid yang ia harapkan.

Senada dengan Siddikur, Sandhu juga menilai bahwa sembilan hole terakhir di Delhi Golf Club tidaklah gampang untuk dimainkan.

“Terutama di hole 11, 12, dan 16. Kalau main bagus, Anda bisa mendapat beberapa birdie, tapi juga bisa kehilangan skor. Jadi, hasil permainan Anda tak bisa sepenuhnya tergantung pada hole-hole awal, Anda mesti bersabar sepanjang 18 hole,” ujarnya.

Satu nama lagi yang tak ingin melewatkan kemenangan besok ialah Suradit Yongcharoenchai. Pegolf asal Thailand ini akan genap berusia 20 tahun besok dan akan berusaha untuk mengikuti jejak senior dan teman-temannya, termasuk Tirawat Kaewsiribandit, rekan sekamarnya, ketika menjuarai gelar Asian Tour pertamanya di Pakistan dua pekan lalu. Dengan skor total 11-under 205, ia hanya berjarak dua stroke dari Joshi dan Siddikur.

“Ini akan menjadi yang kedua kalinya saya bermain di grup terakhir pada putaran final. Kesempatan pertama saya dapatkan di Myanmar pada awal tahun. Saya hanya tertinggal dua stroke. Saya pikir saya masih punya peluang bagus besok,” tandasnya.

Leave a comment