Penggemar golf di Asia berpeluang melihat lebih banyak wakilnya menjadi bagian dari Tim Internasional untuk Presidents Cup tahun ini.

World Golf Championship (Mexico Championship dan Dell Technologies Match Play), THE PLAYERS Championship, Masters Tournament, U.S. PGA Championship. Turnamen-turnamen kaliber tersebut telah dimainkan untuk musim ini. Dengan Major terakhir yang berlangsung di Bethpage Black Course, adakah kita kini memiliki gambaran mengenai wakil-wakil Tim Internasional dan Tim Amerika Serikat pada ajang Presidents Cup yang akan digelar di Royal Melbourne Golf Club, Melbourne, Australia, pada 9-15 Desember 2019 mendatang?

Meskipun ajang dua tahunan ini memberi peluang yang cukup berat bagi para pegolf dari Asia untuk bisa ikut memperkuat Tim Internasional, sejumlah nama tampak membuka bahkan mempertahankan posisinya untuk menjadi salah satu kekuatan guna menghadapi Tim AS. Dan salah satu nama yang kini tengah menjadi topik pembicaraan jelas adalah pegolf asal Korea Selatan, Kang Sung-hoon atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Kang Sung.

Kang Sung telah menjadi salah satu nama yang mulai berkibar di kancah PGA TOUR berkat kemenangannya pada ajang AT&T Byron Nelson. Pegolf berusia 31 tahun ini memang bukan nama baru di level Tour No.1 di dunia itu. Ia telah menembus PGA TOUR pada 2011 dan bermain hingga 2012. Setelah sempat bermain pada Web.com Tour, ia kembali ke PGA TOUR pada tahun 2016 dan hingga saat ini menjadi salah satu wakil Asia yang aktif bermain di AS.

Dalam periode dua pekan, Kang memperbesar kansnya untuk menjadi salah satu pegolf Asia yang akan memperkuat Tim Internasional. Dari 19 turnamen yang ia mainkan tahun ini, mantan mahasiswa Yonsei University ini telah empat kali menembus sepuluh besar, termasuk ketika menjuarai AT&T Byron Nelson dan finis di peringkat 7 pada U.S. PGA Championship.

“Jika bisa masuk sebagai anggota tim, saya bakal merasa terhormat sekali bisa bermain pada Presidents Cup.” – Kang Sung

Prestasi istimewa dalam periode tersebut berhasil melambungkan peringkatnya pada klasemen menuju Presidents Cup. Dari semula berada di peringkat 38, kini ia melambung hingga 28 posisi dan berada di peringkat 10. Kang pun menjadi pegolf Korea dengan peringkat tertinggi, melampaui rekan senegaranya, seperti Kim Siwoo (15), Im Sungjae (16), atau An Byeonghun (25).

“Jika bisa masuk sebagai anggota tim, saya bakal merasa terhormat sekali bisa bermain pada Presidents Cup,” ujar Kang, setelah memastikan kemenangan pertamanya pada PGA TOUR.

Tentu saja tak hanya Kang yang memiliki prospek untuk memperkuat Tim Internasional. Pegolf Australia berpengalaman, Adam Scott, masih memiliki peluang untuk kembali menjadi bagian dari tim setelah mempertahankan posisinya di peringkat 11.

Sementara itu, pegolf asal Thailand Jazz Janewattananond berhasil memikat publik tuan rumah berkat permainan yang mengesankan dan keberhasilannya finis di peringkat T14 untuk kini berada di peringkat 12. Bersama Kiradech Aphibarnrat (18), yang saat ini merupakan satu-satunya pegolf Thailand yang bermain pada PGA TOUR, Jazz memiliki peluang terbaik dari Thailand untuk menjadi bagian dari tim utama. Jika keduanya berhasil menembus tim, Kiradech dan Jazz akan mengikuti jejak senior mereka, Thongchai Jaidee, yang menjadi bagian dari Tim Internasional pada edisi 2015 di Incheon, Korea Selatan.

“Bisa menjadi bagian dari Tim Internasional pada Presidents Cup jelas masuk dalam bayangan saya,” ujar Jazz. “Beberapa pekan sebelumnya (sebelum U.S. PGA Championship) saya bermain dengan Ernie (Els), dan ia mengingatkan saya untuk tetap bermain bagus. Jadi, saya akan mengikuti sarannya itu.”

Jazz Janewattananond meninggalkan kesan yang sangat positif bagi publik golf di New York setelah finis T14 pada ajang U.S. PGA Championship, ajang Major kedua yang ia ikuti sepanjang karier profesionalnya. Foto: Asian Tour

Dua pemain top Asia lainnya berhasil mempertahankan posisi mereka di peringkat lima besar klasemen menuju Presidents Cup. Hideki Matsuyama asal Jepang bertahan di peringkat 3, sementara itu pegolf asal China Li Haotong juga bertahan di peringkat 4. Sementara pegolf China Taipei C.T. Pan berhasil memperbaiki peringkatnya setelah finis di peringkat T3 pada ajang Charles Schwab Challenge. Kini ia berada di peringkat 5.

Delapan pegolf internasional, kecuali Eropa, berperingkat teratas pada akhir BMW Championship, ajang kedua dari tiga ajang FedExCup Playoff, akan secara otomatis menjadi bagian dari Tim Internasional. Kapten Tim Internasional Ernie Els kemudian akan memilih empat pemain lainnya pada awal November, setelah rangkaian Asian Swing PGA TOUR.

Peringkat pertama masih dipegang oleh pegolf Australia Marc Leishman, dengan Louis Oosthuizen asal Afrika Selatan berada di tempat kedua. Sementara juara Indonesia Open 2018 asal Afrika Selatan Justin Harding kini berada di peringkat 8, dengan pegolf Meksiko Abraham Ancer juga memiliki potensi untuk bisa menjadi anggota tim secara otomatis.

Sementara itu, dari kubu Tim AS, Brooks Koepka memperkuat posisinya di klasemen Tim AS setelah mempertahankan gelar U.S. PGA Championship pada 19 Mei 2019 lalu. Kemenangan ini memperbaiki peringkatnya dari No.5 menjadi No.2, di bawah Dustin Johnson yang finis runner-up pada ajang Major tersebut.

Perubahan terjadi di peringkat 7 saat ini, yang kini ditempati Tony Finau setelah finis runner-up di belakang Kevin Na pada Charles Schwab Challenge. Adapun Kapten Tiger Woods untuk sementara masih berada di peringkat 11, yang berarti ia sendiri masih memiliki peluang untuk menjadi kapten bermain pada bulan Desember mendatang.

Leave a comment