Tahun 2018 terbukti menjadi tahun yang luar biasa pada PGA TOUR Series-China. Sirkuit batu loncatan menuju Web.com Tour ini telah menghadirkan sejumlah momen penting yang akan dikenang sepanjang sejarah. Dengan berakhirnya seri ke-14 di Hong Kong, kini saatnya melihat PGA TOUR Series-China musim 2018 dengan perspektif baru. Memasuki musim keempat, tahun ini terbukti menjadi tahun perlombaan Order of Merit yang sangat seru. Juara Order of Merit baru bisa ditentukan hingga turnamen ke-14 di Clearwater Bay Golf and Country Club. Pegolf Inggris Callum Tarren berhasil menyalip pegolf Amerika Charlie Saxon untuk menyandang status resmi No.1 di China dengan keunggulan RMB2.376. Tarren sekaligus berhasil meraih penghargaan Player of the Year dan berhak mengikuti seluruh turnamen Web.com Tour. Perjalanan karier Tarren di China ini memang unik. Ia meraih semua status tersebut tanpa memenangkan satu turnamen pun! Dalam hal ini ia bahkan harus tertinggal di belakang Yuan Yechun, yang memenangkan satu turnamen ketika masih berstatus amatir. Apalagi dari Nick Voke yang memenangkan tiga turnamen dalam lima ajang yang ia ikuti. Kini Tarren telah enam kali menempati tempat kedua. Prestasi ini membuatnya menyamai Zhang Xinjun, yang menorehkan prestasi runner-up terbanyak pada PGA TOUR Series-China. Tarren meraih tempat kedua pada ajang tutup musim Clearwater Open. Jelang turnamen terakhir di Hong Kong itu, secara matematis, Saxon paling berpeluang menang setelah mengumpulkan total RMB197.473. Tarren yang berada di tempat kedua bisa menang dengan catatan ia menjadi juara atau finis di tempat kedua, sedangkan Saxon tidak bolah finis di posisi ke-24 atau lebih baik. Dan luar biasanya, skenario tersebut terwujud dengan Tarren meraih runner-up, sedang Saxon berada di peringkat T25. Saxon mungkin gagal menjuarai Order of Merit. Tapi ia sendiri berhasil mencatatan prestasi lain yang tak kalah membanggakan. Ia kini menjadi pegolf pengumpul hadiah uang terbanyak pada PGA TOUR Series-China, melampaui Dou Zecheng. Hingga musim keempat tahun ini, Saxon telah mengumpulkan RMB1.958.323. Dou sendiri, kini telah bermain di PGA TOUR, mengumpulkan RMB1.735.203. Zhang ada di tempat ketiga dengan RMB1.700.320, sementara Tarren di posisi berikutnya dengan RMB1.423.415. Bryden Macpherson berada di tempat kelima dengan RMB1.311.209. Sementara Todd Baek dan Gunn Charoenkul berhasil menembus tujuh digit pada musim ini dan berada di posisi tujuh dan delapan dari daftar pengumpul hadiah uang terbanyak.
Charlie Saxon menjadi pegolf pengumpul hadiah uang terbanyak pada PGA TOUR Series-China dengan koleksi RMB1.958.323.
Kolektor Birdie Tiga peraih birdie terbanyak tahun 2018 ditorehkan oleh Callum Tarren, Charlie Saxon, dan Yuwa Kosaihira. Masing-masing berada di peringkat 1, 2, dan 4 Order of Merit. Tarren menorehkan 255 birdie, 13 birdie lebih banyak daripada Saxon. Maksimalkan Kesempatan Bayangkan apa yang harus dilakukan Nick Voke kalau saja ia bermain lebih dari lima turnamen. Usai beralih profesional pada awal tahun ini, pegolf Selandia Baru ini baru bisa bermain di China pada turnamen ke-10. Tapi dalam lima turnamen terakhir ini, Voke menjuarai tiga di antaranya dan finis di posisi T4 dan 16, yang menunjukkan betapa dominannya ia. Dari tanpa status bermain pada PGA TOUR Series-China, sampai kini ia berhak main pada Web.com Tour 2019 setelah finis di tempat ketiga Order of Merit. 15 Stroke Lebih Baik Butuh waktu sampai ajang terakhir musim 2018 hingga seorang pemain bisa membukukan skor 18 hole terendah tahun ini. Pegolf Hong Kong Hak “Jason” Shunyat bermain 9-under 61 di lapangan kandangnya, The Clearwater Bay Golf and Country Club, satu stroke lebih baik daripada skor terendah awal tahun. Tapi ia malah bermain 6-over 76 pada hari ketiga.
Kevin Techakanokboon (tengah) memastikan statusnya pada PGA TOUR Series-China musim 2019 dengan menjuarai Zhuhai Championship. Foto: Liu Zhuang/PGA TOUR Series-China.
Mengamankan Status Musim 2019 Sepanjang musim 2018, Kevin Techakanokboon harus berjuang menemukan permainan terbaiknya. Ia bermain pada Zhuhai Championship dengan berada di peringkat 86 Order of Merit. Statusnya untuk musim depan pun mulai terancam. Empat kali ia gagal lolos cut dan harus mundur dari satu turnamen jelang Zhuhai. Tapi ia kemudian berhasil main 4-under 280 di Orient Golf Club dan menang dengan unggul satu stroke, yang memberinya hak main penuh tahun 2019. Tiga Hole-in-One Entah bagaimana penempatan pin di hole 10 putaran kedua Macau Championship, tapi empat pemain, Alvin Cheung, Richard Jung, dan Li Haoyuan berhasil membukukan hole-in-one di hole tersebut. Sepanjang musim ini, tercatat ada 11 hole-in-one yang tercipta. Skor Langka Satu putaran seusai tiga hole-in-one tersebut, Nick Voke mencatatkan sejarah lain dengan menjadi pegolf kedua yang mencatatkan double eagle alias albatros pada PGA TOUR Series-China. Pada putaran ketiga Macau Championship tersebut, ia memainkan 4-iron dan memukul sejauh 218 yard di hole 7 yang membuat bola akhirnya masuk. Ia finis dengan skor 65 pada hari itu dan mencatatkan kemenangan kedua secara berturut-turut. Double eagle pertama diraih oleh Kim Dohyun pada Hainan Open 2014.
Yuan “Carl” Yechun menjadi pegolf amatir kedua setelah Jin Cheng yang menjuarai ajang PGA TOUR Series-China ketika masih berstatus amatir. Foto: Liu Zhuang/PGA TOUR Series-China.
Yi Cao Mencengangkan Tak ada obrolan soal Yi Cao bakal jadi juara pada putaran final Chongqing Championship. Ia menguntit William Harrold dengan jarak 8 stroke ketika putaran final dimulai. Tapi pada hari itu, ia bermain tanpa bogey dan membukukan skor 63. Ia kemudian melihat Harrold lima kali berturut-turut mendapat par dan harus memainkan play-off. Cao menang dengan birdie di hole play-off pertama. Amatir Penakluk Pro Jin Cheng membuat sejarah dengan menjuarai Nine Dragons Open 2014 ketika ia masih berusia 16 tahun. Kala itu ia masih amatir, dan masih menyandang status amatir dan berkuliah di University of Southern California saat ini. Rekan satu timnya pada Asian Games XVII Yuan “Carl” Yechun kemudian mengikuti jejaknya dengan menjadi pegolf amatir kedua yang menjuarai ajang PGA TOUR Series-China. Yuan menjuarai Qingdao Championship pada bulan Juli. Yuan sempat menarik diri dari University of Washington dan kembali ke China untuk bersiap turun di Asian Games XVII di Jakarta. Ia beralih pro pada bulan Agustus dan finis di peringkat 23 Order of Merit. Yi Cao dan Yuan menjadi pegolf China ke-8 dan ke-9 yang menjadi juara sejak 2014. Raja dari Selandia Baru Hanya ada dua pegolf Selandia Baru yang menjadi juara di China. Keduanya pun mengumpulkan tiga gelar. Tahun 2015, Josh Geary menjuarai tiga turnamen dari lima turnamen dan berada di tempat kedua Order of Merit. Tiga tahun kemudian, Nick Voke menjuarai tiga dari lima turnamen yang ia ikuti dan finis di tempat ketiga Order of Merit.
Dari MacKenzie Tour-PGA TOUR Canada ke PGA TOUR Latinoamerica, Peter Campbell akhirnya meraih kemenangan pada PGA TOUR Series-China dengan menjuarai Beijing Championship. Foto: Liu Zhuang/PGA TOUR Series-China.
Penantian Panjang Todd Baek mesti menunggu selama 1.344 hari untuk meraih gelar PGA TOUR Series-China keduanya. Tahun 2014, ia menjuarai Chateau Junding Penglai Open. Dan musim ini, ia menjuarai Haikou Open di Hainan pada bulan Mei. Hole Ekstra Penentu Dalam 37 turnamen sebelum musim 2018, hanya ada empat play-off yang dilakukan untuk menentukan sang juara. Musim ini, ada tiga play-off yang mesti dilakukan: pada Chongqing Championship, Kunming Championship, dan Qinhuangdao Championship. Pada ketiga ajang tersebut, para pemenang membukukan birdie di hole play-off pertama, di mana masing-masing dimenangkan oleh Yi Cao, Motin Yeung, dan Nick Voke. Oh, Canada Setelah sebelumnya bermain pada MacKenzie Tour-PGA TOUR Canada di negerinya dan PGA TOUR Latinoamerica, Peter Campbell memutuskan menjajak PGA TOUR Series-China dan keputusannya itu membuahkan hasil. Ia menjuarai Beijing Championship dengan mendominasi turnamen dengan skor 64 pada hari kedua, membukukan 70 pada hari ketiga, dan mempertahankan keunggulan satu stroke dan kembali bermain 70 untuk menjadi pegolf Kanada kedua yang menang di China. Richard Jung mengikuti jejak Campbell dan Justin Shin, sebagai pegolf Kanada ketiga yang menjuarai PGA TOUR Series-China dengan menjuarai Suzhou Championship.

Leave a comment