Yuki Inamori berharap bisa melejitkan karier golfnya lewat ajang WGC-Workday Championship at The Concession pekan ini.

Selain ajang Major, para pegolf profesional dari seluruh dunia kerap berharap bisa bermain pada ajang World Golf Championships. Pencapaiannya dianggap mendekai prestasi tampil pada ajang Major mana pun.

Meski sebelumnya juga pernah tampil pada ajang World Golf Championships, partisipasinya pada World Golf Championships-Workday Championship at The Concession pekan ini merupakan yang pertama kalinya bagi Yuki Inamori. Baginya kesempatan ini memberinya peluang untuk bisa mewujudkan impian Amerikanya.

Pegolf berusia 26 tahun ini menjadi bagian dari peserta elite yang hanya berjumlah 72 pemain, dipimpin oleh pegolf No.1 Dunia Dustin Johnson. Patrick Reed, yang notabene merupakan juara bertahan juga akan membuat persaingan makin seru dengan niatannya mempertahankan kemenangan pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$10,5 juta ini.

Bagi Inamori, WGC-Workday Championship ini menjadi turnamen pertamanya pada tahun 2021 ini. Itu berarti ia harus lekas panas agar bisa bersaing dan memaksimalkan peluang saat ini.

”Sudah tentu saya pun ingin menang, tapi saya hanya ingin mencoba dan berusaha kompetitf sepanjang pekan. Semoga saja saya bisa menempatkan diri saya untuk mendapatkan peluang menang pada hari Minggu. Saya sudah berlatih dan bermain golf di Jepang selama beberapa bulan terakhir,” tutur Inamori.

Sebagai juara nasional, Inamori jelas patut berbangga. Kemenangan satu stroke yang ia raih pada Japan Open bulan Oktober 2020 lalu mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain yang layak ditonton. Gelar Japan Open pertama ia raih dua tahun sebelumnya. Kini ia berniat mengikuti jejak dua rekan senegaranya, Hideki Matsuyama dan Satoshi Kodaira, yang bermain pada PGA TOUR.

Inamori sendiri telah tiga kali tampil pada ajang yang disokong oleh PGA TOUR. Yang pertama ialah WGC-HSBC Champions 2018 ketika ia finis T73. Lalu ia juga lolos cut pada ajang Sony Open in Hawaii 2019 dan Open Championship 2019. Ajang WGC pekan ini akan memberinya kesempatan bertanding selama empat pekan penuh (tanpa cut-off). Ini berarti Inamori bisa mengambil pengalaman sebanyak mungkin untuk lebih mempersiapkan permainannya menuju PGA TOUR.

”Ajang pekan ini akan menjadi ajang WGC kedua bagi saya. … saya akan mengambil semua pelajaran dari pengalaman terdahulu dan bermain sebaik mungkin pada pekan ini.” — Yuki Inamori.

”Saya senang bisa menjadi juara (Japan Open), tapi mesti berlatih lebih keras lagi. Saya sendiri merasa sangat gembira setelah tahu saya mendapat spot pada ajang WGC-Workday Championship. Ajang pekan ini akan menjadi ajang WGC kedua bagi saya. Hasil dari kesempatan pertama cukup mengecewakan. (Tapi) saya akan mengambil semua pelajaran dari pengalaman terdahulu dan bermain sebaik mungkin pada pekan ini,” sambungnya.

”Setelah melihat Hideki dan Satoshi menikmati sukses (pada PGA TOUR), saya telah membarui manajemen lapangan dan metode latihan supaya lebih menyerupai mereka. Saya ingin suat hari kelak bisa bersaing dan menjuarai ajang PGA TOUR.”

Inamori sendiri mulai mengenal golf dari ayahnya ketika berusia 6 tahun. Ia pun tumbuh dengan mengidolakan Tiger Woods, yang menjuarai ZOZO CHAMPIONSHIP, ajang PGA TOUR pertama di Jepang.

”Ayah saya memberi pengaruh yang sangat besar dalam golf dan dialah alasan mengapa saya mulai bermain golf. Dan Tiger Woods juga menjadi sosok yang saya idolakan,” tuturnya.

”Sebagai anak-anak, saya ingat menonton golf di televisi dan sekarang bisa bermain dalam turnamen yang sama, yang dulunya saya tonton, jelas memberi kebanggaan tersendiri. Target saya sekarang ialah berlatih keras dan menjadi pegolf sukses di Jepang dan kemudian memiliki kesempatan bersaing di berbagai ajang di luar negeri.”

Matsuyama, yang sejauh ini telah mengoleksi lima gelar PGA TOUR dan dua gelar World Golf Championships juga akan meramaikan persaingan di The Concession Golf Club, Bradenton, Florida ini.

WGC-Workday Championship at The Concession ini seyogianya digelar di Meksiko sebagai WGC-Mexico Championship. Namun, mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang masih jauh dari tuntas, ajang ini terpaksa dimainkan di Amerika.