Usianya baru 23 tahun, tapi Collin Morikawa sudah meraih tiga kemenangan dan berstatus juara Major pada PGA TOUR. Meski demikian, pegolf berdarah blasteran Jepang-China ini masih tetap rendah hati. Ia menuturkan bagaimana kehidupannya pada PGA TOUR, dasar permainannya dan pertumbuhannya yang pesat di sirkuit golf papan atas itu.

Oleh Collin Morikawa

Saya menyadari sesuatu setelah beberapa pekan dan dua turnamen berat yang saya hadapi pada U.S. Open dan Shriners Hospitals for Children Open. Saya sadar bahwa inilah musim baru pada PGA TOUR. Tentu saya bisa menggunakan semua hal positif yang saya peroleh dari kemenangan besar pada PGA Championship. Namun, tak berarti segalanya akan otomatis berjalan sesuai keinginan saya.

Buktinya, saya gagal lolos cut dalam dua turnamen pada awal musim 2020-2021. Memang saya sekarang juara Major, tapi saya masih harus bermain dengan baik, dan semua orang di sana sangat tangguh bermain golf. Itulah yang menjadikan PGA TOUR luar biasa, yaitu bahwa tiap pekan siapa pun bisa menjadi juara. Saya benar-benar harus fokus untuk bersiap menghadapi musim baru, dan perlahan-lahan bisa selaras dengan irama banyak hal.

Sudah pasti saya merasa diri saya lebih dewasa ketimbang orang berusia 23 tahun pada umumnya. Namun, ini hanya pemikiran yang saya simpan dalam benak saya. Saya selalu berusaha untuk tetap tenang dan tidak kelihatan sangat tak dewasa. Entah dari mana pemikiran ini. Apakah kalau sebagai orangtua Anda bisa sekadar mengajarkan dan menanamkan kualitas-kualitas seperti itu kepada anak-anak? Namun, begitulah saya. Seperti inilah saya.

 

Collin Morikawa menyebut keberadaan Kat Zhu, sang kekasih, sangat membantu karier golfnya sejauh ini. Foto: Getty Images.

Meski demikian, saya cukup beruntung bisa memiliki sekelompok orang yang luar biasa, yang selalu menjaga agar saya berada di jalur yang benar. Pelatih saya sejak lama, Rick Sessinghaus, berperan besar dalam hal psikologi dan telah menjadi pelatih mental. Selama 15 tahun ini, ia selalu menyampaikan soal menerapkan swing aktual dan aspek-aspek fisik golf dengan sisi mental permainan ini dan memadukan keduanya. Saya pikir semua hal itu harus benar-benar terjalin dengan sangat baik. Jadi, jika salah satunya tidak berfungsi dengan baik, Anda mungkin takkan bisa bermain golf secara konsisten. Kami senantiasa berusaha mencari hal-hal yang bermanfaat, atau kata-kata tertentu yang bisa melekat dalam benak saya sehingga membantu saya bermain sedikit lebih baik.

Pacar saya, Kat Zhu, juga berperan besar untuk aspek ini. Ia bermain golf di level universitas mewakili Pepperdine, jadi dia paham tantangan-tantangan dalam golf. Khususnya musim panas tahun lalu, ia ikut berkeliling selagi saya belum punya status. Kalau dia tidak bersama saya, saya akan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi dengan kedi yang baru saja saya jumpai. Keberadaannya memudahkan banyak hal. Saya jadi tidak terlau sendirian. Saya pikir itulah alasan mengapa saya bisa berangkat dan hanya bermain golf, dan ia bisa mengalihkan pikiran saya setelah atau sebelum memainkan sebuah putaran. Tapi begitu saya bertanding, saya bisa bermain dengan rileks dan benar-benar menikmati permainan, daripada memikirkan bagaimana hasil putaran ini atau berapa skor yang bakal saya dapatkan.

Kedua orangtua saya, Blaine dan Debbie, telah memberi semua yang saya inginkan. Saya sungguh beruntung bisa tumbuh dalam keluarga yang demikian. Saya sangat bersyukur dan diberkati dengan semua hal tersebut dalam hidup saya. Mereka mengajar saya untuk menghargai orang lain, dan hal ini sangat penting. Mereka hanya ingin saya menghormati siapa saja. Baik ketika bersama orang lain, atau berada di sekitar orang lain. Anda tak pernah tahu siapa yang bersama Anda, siapa mereka, atau apa yang mereka lalui. Menghargai orang lain adalah satu hal besar yang mereka ajarkan ketika saya masih kecil.

 

Collin Morikawa bertekad untuk menginspirasi banyak orang melakukan apa yang mereka sukai dan berjuang menggapai mimpi mereka. Foto: Getty Images.

Saya mungkin orang Amerika, dan sudah pasti saya mewakili Amerika Serikat. Namun, mengasyikkan juga bisa pergi ke Jepang tahun lalu untuk ajang ZOZO CHAMPIONSHIP dan melihat bagaimana mereka sedikit lebih mudah mengenali saya ketimbang kalau mereka menyaksikannya di sini pada ajang reguler PGA TOUR. Ayah saya seorang Jepang-Amerika dari Hawaii, ibu saya China-Amerika dari California, tapi para penggemar di sana masih melihat kalau mereka mirip dengan saya. Ada rasa bangga ketika menyadari hal ini. Mereka bisa melihat seseorang yang persis dengan mereka yang bisa meraih sukses di panggung PGA TOUR.

Saya belum pernah melihat penggemar seperti itu. Mereka berbaris berjajar di tee pertama—dan di setiap hole—dan memberi tepukan tangan ketika melakukan pukulan tee, ke mana pun arah pukulannya. Melihat kecintaan mereka terhadap golf merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Mereka menggemari golf. Sebagai pemain, kami menyukai reaksi-reaksi dari para penonton yang sangat menikmati berada di lapangan. Mereka ingin hadir di sana, seperti halnya kami yang ingin ada di sana untuk bermain golf.

Jadi, saya memang orang Amerika dan saya menerima fakta ini. Namun, rasanya keren juga melihat orang-orang memandang saya, dan bahkan mungkin memandang saya sebagai anutan, meskipun saya masih berusia 23 tahun. Semoga saja saya bisa menjadi inspirasi bagi mereka. Aneh juga memikirkan hal ini karena saya masih sangat muda. Saya merasa saya tak jauh berbeda dengan mereka. Saya masih merasa seperti masih kanak-kanak. Kalau ada bocah SMA yang menghampiri, saya takkan merasa lebih tua daripada mereka. Hanya saja saya sudah melakukan beberapa hal yang sangat berarti, dan saya harus benar-benar menerima fakta ini. Saya mesti menyadari posisi saya sekarang dan menikmatinya. Anak-anak muda saat ini ingin bersenang-senang, saya pun demikian. Jadi, bagi saya menunjukkan betapa menyenangkannya berada di lapangan sangatlah penting.

Itulah target saya. Saya ingin menginspirasi orang banyak untuk melakukan apa yang mereka suka, entah itu golf, atau apapun itu. Bermimpilah sebesar mungkin dan berjuanglah menggapainya!

CATATAN
Collin Morikawa merupakan pemegang tiga gelar PGA TOUR dan para penggemar golf di Indonesia bisa menonton aksinya dan berbagai ajang PGA TOUR melalui GOLFTV powered by PGA TOUR.