Jonathan Wijono meraih kemenangan pertama usai jeda panjang, Ida Ayu Indira Melati Putri menuntaskan misi dengan meraih kemenangan, pencapaian yang praktis melampaui ekspektasi, sekaligus memenuhi harapan pribadi.

Jonathan Wijono akhirnya sukses meraih kemenangan pertamanya usai jeda panjang hampir setahun terakhir. Tampil dengan perspektif yang lebih segar, ia sukses mengatasi kebangkitan Naraajie Emerald Ramadhan Putra pada hari terakhir, sekaligus melampaui ekspektasinya ketika mulai memainkan putaran final hari ini (11/10) di Gading Raya Padang Golf dan Klub.

Tertinggal satu stroke dari duo pimpinan klasemen hari ketiga, M. Rifqi Alam Ramadhan dan Alfred Raja Sitohang, bogey di hole pertama membuat Jonathan tak mematok ekspektasi berlebihan. Baginya, bisa mempertahankan tempat kedua atau ketiga pada pekan Kejurnas ini sudah menjadi prestasi yang baik.

“Bogey di hole pertama itu memang kecelakaan, jadi di sembilan hole pertama saya berpikir bagaimana supaya bisa main even. Fokus saya cuma bagaimana agar bisa berada di posisi kedua atau ketiga saja.

Baginya, lapangan yang telah berkali-kali menjadi tuan rumah Kejurnas ini adalah lapangan yang mudah membuat pemain kehilangan angka. “Kita tidak tahu apa yang bisa terjadi kalau pukulan kita meleset sedikit saja. Jadi, permainan saya hari ini lebih diarahkan bagaimana meminimalkan kesalahan,” imbuhnya.

Namun, chip-in di hole 10 turut mengubah targetnya. Ia mulai melihat peluang untuk bisa meraih kemenangan. Dengan perspektif meminimalisasi kesalahan, Jonathan berhasil mencatatkan par di enam hole berikutnya.

Jonathan Wijono mengekspresikan emosinya usai melihat putt birdie di hole 18 di Gading Raya Padang Golf dan Klub memastikan kemenangannya atas pegolf amatir No.1 Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Foto: GolfinStyle.

Sementara itu, Naraajie yang bermain satu hole di depan Jonathan, mulai memberi tekanan setelah mematok skor total 10-under 278. Ibarat mesin diesel, Naraajie kemudian

Akibatnya, meskipun berhasil mencatatkan birdie di hole 17, Jonathan wajib menorehkan birdie lagi untuk memastikan kemenangan. Par berarti play-off, sementara bogey berarti ia harus memberi kemenangan bagi Naraajie. Dengan pukulan keduanya yang tidak langsung masuk ke green di hole 18 par 5 itu, praktis ia harus melakukan maksimal dua pukulan untuk memastikan kemenangan.

Chipping dari luar green itu memang memberinya peluang birdie karena jaraknya masih dalam jangkauan. Meski demikian, pukulannya itu pun di luar prediksi.

“Di hole terakhir itu saya tidak tahu mesti omong apa karena sebenarnya chipping saya di sana ngawur. Niatnya supaya bola bergulir mendekati lubang, tapi malah berhenti. Pada saat putting juga sebenarnya saya mengambil waktu terlalu lama daripada rutinitas saya. Di sana saya sampai harus benar-benar mengarahkan bola, bahkan sampai bertanya kepada kedi. Padahal biasanya saya tidak pernah bertanya kepada kedi. Tapi di hole terakhir itu saya sampai bertanya hanya untuk memastikan,” tutur Jonathan lagi.

Ketika putt birdie itu akhirnya masuk, ia pun menumpahkan ekspresi lega. Inilah gelar Juara Nasional pertama yang ia raih, sekaligus kemenangan pertama sejak ia kembali bermain golf. Dan kemenangan kali ini jelas bakal membuatnya berpeluang untuk mewujudkan targetnya masuk Tim Indonesia untuk SEA Games 2019.

Belajar dari Pengalaman, Mela Raih Gelar Juara Nasional
Dua bulan silam, Ida Ayu Indira Melati Putri, nyaris meraih gelar Indonesia Ladies Amateur Open. Kala itu ia sempat memaksakan play-off dengan Patricia Sinolungan, namun harus mengakui keunggulan rekannya itu. Sadar bahwa mentalitasnya pada momen-momen krusial kala itu tidak setangguh yang ia butuhkan, dalam beberapa pekan terakhir ia banyak mengondisikan latihannya untuk mengasah kemampuan mental agar menjadi lebih baik.

Ida Ayu Indira Melati Putri memanfaatkan pengalamannya nyaris menjuarai Indonesian Ladies Amateur Open bulan Agustus 2019 lalu, yang digelar di lapangan yang sama, untuk meraih status Juara Nasional. Foto: GolfinStyle.

Latihan tersebut pun membuahkan hasil yang membanggakan. Memainkan putaran final kelompok Wanita dengan unggul tipis dari Aurelia Grace Nicole, pegolf yang akrab disapa Mela ini langsung mendapatkan momentum berkat dua birdie di dua hole pertamanya di hole 10 dan 11. Lalu birdie di hole 18 praktis membuatnya melejit sendirian, seakan tanpa saingan lagi.

Mela seakan melenggang dengan tenang menuju kemenangan lantaran Aurel, sapaan Aurelia Grace Nicole, juga justru tak kunjung mendapatkan birdie sejak birdie di hole 18. Ia bahkan tertinggal makin jauh setelah mendapat bogey di hole 1 dan 2.

Meskipun Mela akhirnya mendapat dua bogey berturut-turut di hole 7 dan 8, birdie di hole 9 membuatnya sukses menuntaskan kejuaraan pekan ini dengan sebuah kemenangan. Skor total 7-under 281 miliknya membuatnya unggul telak lima stroke dari Aurel yang menorehkan skor 2-under 286. Seperti halnya Jonathan, ini juga menjadi gelar Juara Nasional pertama bagi Mela.

“Jelas saya merasa senang dengan kemenangan ini. Tapi sebenarnya ada beberapa hal yang belum tercapai,” tutur Mela. “Setelah hari kedua, sebenarnya saya ingin memecahkan rekor saya pribadi untuk empat hari, yaitu bisa mencatatkan dua digit skor under. Memang belum berhasil sih, tapi mulai mendekati. Setelah ini saya pasti akan melakukan evaluasi, termasuk mengevaluasi apa saja yang bagus agar bisa mempertahankannya.”

Meskipun kali ini harus menerima keunggulan Mela, yang notabene merupakan pemain yang lebih senior daripadanya, toh Aurel masih bisa berbangga. Meskipun pada putaran final ia harus bermain 2-over 74, bersama Mela, ia menjadi salah satu dari hanya dua pemain yang berhasil menorehkan skor total under.

Peringkat ketiga akhirnya ditempati oleh Nanda Winnet Soraya, yang pada putaran final ini kembali menorehkan skor 73. Ia menuntaskan Kejurnas tahun ini dengan skor total 292.

Leave a comment