Ida Ayu Indira Melatih Putri menuntaskan Australian Women’s Amateur Championship sebagai runner-up.

Dalam dua pekan berturut-turut, Ida Ayu Indira Melati Putri berhasil mencatatkan prestasi membanggakan bagi Indonesia. Melanjutkan keberhasilannya membukukan finis 15 besar pada ajang bergengsi Australian Women’s Master of the Amateurs, pegolf asal Bali ini kembali menorehkan hasil luar biasa pada ajang Australian Women’s Amateur Championship, dengan menaklukkan sejumlah pemain top.

Ajang Australia Women’s Amateur Championship ini merupakan ajang bergengsi yang dimainkan dengan format stroke play dan match play. Turnamen ini menjadi turnamen yang sangat bergengsi, mengingat sejarahnya yang panjang, dimulai sejak 1894. Babak kualifikasi dilakukan dengan memainkan format stroke play selama dua putaran untuk menentukan pertandingan format match play.

Kala memainkan dua putaran kualifikasi tersebut, Mela, sapaan Ida Ayu Indira Melati Putri, memang hanya bermain 75 dan 74. Skor ini memang tidak otomatis menempatkannya ke babak match play lantaran ia harus melakoni play-off dengan Alexander Gilliard dan Darae Chung, yang sama-sama finis di posisi 31. Dan ia berhasil melangkah ke babak math play setelah Chung tersingkir.

“Silent Assassin”
Pada partai match play pertamanya, Mela harus berhadapan dengan pegolf Inggris, Emily Toy, yang memuncaki klasemen babak kualifikasi dengan skor 7-under 136. Ditemani oleh sang ayah sebagai kedinya, Mela secara mengagumkan berhasil menaklukkan Toy dengan skor 3&2.

Ia juga harus berjuang keras menyingkirkan wakil Selandia Baru, Carmen Lim di babak selanjutnya. Skor tipis 1-up berhasil memaksa Lim pulang lebih awal.

“Saya sudah menembus final dalam ajang match play beregu, tapi belum pernah melakukannya secara individu. Pekan ini saya memang tidak memiliki ekspektasi apa-apa, ….” – Ida Ayu Indira Melati Putri

Partai terbesarnya berlangsung setelah duelnya dengan Lim. Dalam duel berikutnya, Mela harus menghadapi pegolf amatir yang tengah berada dalam performa yang bagus, Cassie Porter. Porter sempat memimpin pada ajang Australian Women’s Master of the Amateurs sepekan sebelumnya. Namun, pegolf unggulan tuan rumah ini pun ternyata tak sanggup menahan laju Mela, yang memastikan kemenangan dengan skor 3&2.

Lalu pada sore harinya, ia harus berhadapan dengan Grace Kim, yang finis di posisi keempat pada babak kualifikasi. Kim, yang juga tengah naik daun, hanya bisa memimpin dalam tiga hole pertama, sebelum Mela mendominasi. Dan meskipun Kim berusaha bangkit, Mela memastikan kemenangan 2&1 untuk melangkah ke putaran final untuk pertama kalinya.

Keberhasilan Mela melangkah ke putaran final bahkan membuatnya mendapat jululkan “Silent Assassin” lantaran menaklukkan sejumlah pemain top untuk mencapai final.

“Saya sudah menembus final dalam ajang match play beregu, tapi belum pernah melakukannya secara individu. Pekan ini saya memang tidak memiliki ekspektasi apa-apa, tapi akhirnya bisa sampai ke final,” tutur Mela kepada Golf Australia. “Saya akan berjuang sebaik mungkin.”

Takluk di tangan Charlotte Heath
Memainkan 36 hole matchplay pada hari terakhir, Heath justru menampilkan permainan yang dominan. Dalam 20 hole pertama, ia memastikan unggul atau hanya sekadar bermain imbang dari Mela. Hingga hole ke-13 pegolf asal Inggris tersebut sudah unggul 7-up.

“Mela benar-benar tampil dengan sangat baik, mengingat ia berhasil menyingkirkan pemain terbaik pada babak kualifikasi stroke play. Dan dia juga berhasil mengalahkan pemain terbaik dari Selandia Baru dan dua pemain tangguh tuan rumah.” – David Milne

Performa putting Mela secara mengejutkan menurun pada partai final ini. Padahal dalam partai-partai sebelumnya, ia berhasil tampil mengagumkan.

Namun, ia berhasil menunjukkan semangat juang yang luar biasa ketika mmeenangkan empat dari lima hole berikutnya setelah Heath memantapkan keunggulan 10-up. Mela bahkan mencatatkan eagle lewat chip-in di hole 7 par 5 di Royal Queensland Golf Club tersebut. Sayangnya, kebangkitannya ini sedikit terlambat. Heath kemudian memastikan kemenangannya di hole 12 par 4 dan menjadi pegolf Inggris kelima yang berhasil menang dalam sejarah 126 tahun kejuaraan ini.

“Mela benar-benar tampil dengan sangat baik, mengingat ia berhasil menyingkirkan pemain terbaik pada babak kualifikasi stroke play. Dan dia juga berhasil mengalahkan pemain terbaik dari Selandia Baru dan dua pemain tangguh tuan rumah,” tutur David Milne, yang memantau terus perkembangan Mela.

“Memang sayang, di partai final itu ia tidak mengawalinya dengan solid sementara lawannya bermain luar biasa. Meski sedikit terlambat, dia bisa menunjukkan perlawanan yang berarti.”

Dari kelompok putra, perjuangan Naraajie hanya mencapai babak 16 besar. Setelah memastikan melangkah ke babak match play dengan finis di posisi T24 berkat permainan 2-under 140, ia harus berhadapan dengan Toby Walker. Walker kemudian menaklukkan Naraajie dengan skor 4&3.