Rory McIlroy meraih kemenangan dramatis di Shanghai dengan mengalahkan sang juara bertahan Xander Schauffele lewat play-off satu hole.

Pada titik awal, ketika putaran final World Golf Championships-HSBC Champions dimulai pagi tadi, Rory McIlroy berstatus sebagai pimpinan klasemen. Tapi pada satu periode lainnya, Louis Oosthuizen mengambil alih posisi tersebut.

Oosthuizen memang lebih cepat panas pada putaran final tadi. Ia langsung mendapat dua birdie di dua hole pertama, yang sekaligus membawanya memegang posisi teratas. Setidaknya sampai hole 8. Dua bogey yang ia dapatkan di hole 9 dan 11 praktis mengubur impiannya untuk meraih gelar World Golf Championships (WGC) pertamanya. Ia akhirnya harus puas finis di peringkat 3.

McIlroy sendiri baru mendapat birdie pertamanya di hole 5, sebelum kemudian kembali mendapatkannya di hole 8. Dan ketika ia kembali menorehkan birdie di hole 9, ia kembali berada di posisi teratas dengan 18-under.

Sementara itu, sang juara bertahan Xander Schauffele juga memberikan perlawanan yang luar biasa. Seakan tak ingin melepas gelarnya begitu saja, ia membukukan lima birdie dengan satu bogey di sembilan hole pertama. Schauffele yang memulai putaran final dengan tertinggal dua stroke, kini menempel McIlroy dengan satu stroke. Dan ketika memasuki sembilan hole terakhir itu, perlombaan praktis menjadi miliki McIlroy dan Schauffele.

McIlroy masih mempertahankan keunggulannya sampai akhirnya menorehkan birdie keempatnya pada hari terakhir ini di hole 14. Schauffele masih terus menempel dengan satu stroke setelah menorehkan birdie di hole 15. Dan birdie di hole terakhir berhasil memaksa Sang Juara FedExCup 2019 McIlroy harus melakoni babak play-off.

“Beberapa hole terakhir merupakan rangkaian hole yang sulit, bahkan di hole-hole yang rasanya bisa memberikan birdie. Saya bermain konservatif ketika harus melakukannya ….” – Rory McIlroy

McIlroy mencapai green di hole 18 dalam dua pukulan, sementara Schauffele harus melakukan lay-up. Dan dua putt untuk birdie sudah cukup untuk memberinya gelar WGC ketiga dalam kariernya. Kemenangan kali ini sekaligus memberinya gelar WGC-HSBC Champions pertama, sejak meraih prestasi terbaiknya dengan finis T4 pada edisi 2016 lalu. Kini ia tinggal memenangkan WGC-Mexico Championship untuk melengkapi seluruh empat gelar WGC dalam kariernya. Sejauh ini, hanya Dustin Johnson yang berhasil mengoleksi seluruh empat gelar WGC.

“Saya mesti melakukan sejumlah up-and-down untuk mempertahankan posisi teratas dan berhasil melakukannya. Kondisi green mulai lebih keras dan lebih sulit. Dan pada satu titik saya hanya harus memukul bola ke fairway dan green. Beberapa hole terakhir merupakan rangkaian hole yang sulit, bahkan di hole-hole yang rasanya bisa memberikan birdie. Saya bermain konservatif ketika harus melakukannya dan syukurlah strategi tersebut berjalan dengan baik,” tutur McIlroy.

Kemenangan McIlroy memang mengagumkan, tapi tak kalah mengagumkan ialah perlawanan yang diberikan oleh Schauffele. Ia memulai turnamen di Sheshan International Golf Club ini tanpa berlatih, memainkan putaran latihan dan Pro-Am lantaran flu, namun masih berhasil mengemas total 28 birdie untuk memaksa McIlroy memainkan satu hole tambahan. Sayangnya, Schauffele tak dapat mengulangi apa yang terjadi tahun lalu, ketika ia pun memaksakan play-off dan menang di hole tambahan pertama, kala itu dari Tony Finau.

“Xander memberi tekanan kepada saya sepanjang pekan, kami bermain bersama dalam 73 hole pada pekan ini. Dia bermain dengan kondisi sedang flu sepanjang pekan dan ia bermain luar biasa bagus, tidak dalam kondisi fisik terbaik, tapi bisa menampilkan permainan sekaliber itu pekan ini,” sanjung McIlroy, yang membawa pulang hadiah senilai US$1.745.000.

Sepanjang pekan ini, McIlroy mencatatkan 34 kali memukul bola dari total 56 fairway yang dimainkan, 52 dari 72 green in regulation, dan melakukan total 106 putt untuk menorehkan 19-under 269.

Mengenai performanya pekan ini, McIlroy menekankan kemenangan kali ini menjadi salah satu bukti dari kerja keras yang masih terus ia lakukan sepanjang waktu.

“Ada banyak hal yang tidak orang lihat di belakang layar, khususnya untuk urusan latihan dan menghabiskan waktu berjam-jam di rumah. Berlatih keras dan melakukan segalanya dengan baik, lalu melihat hasilnya dengan kemenangan seperti ini, jelas membuat semua upaya itu benar-benar bernilai,” tegas McIlroy yang kini resmi mengemas 18 kemenangan PGA TOUR sejak beralih profesional pada 2007.

Schauffele sendiri menilai kesempatannya bermain dengan McIlroy dalam beberapa putaran memberinya banyak hal positif, meskipun ia sendiri tak menutup kekecewaan lantaran gagal mempertahankan gelar.

“Sayangnya, sikap yang baik saja tak bisa membantu Anda memukul sejauh 350 yard. Tapi saya sudah berusaha, saya berusaha sebaik mungkin. Main bagus. Saya bisa mengalahkannya (McIlroy) agar bisa memaksakan play-off,” tutur Schauffele.

“Dia pemain elite ketika sedang panas. Dia juga membuat saya bermain dengan lebih baik. Saya main dengan dia di Jepang. Rasanya saya bermain enam atau delapan putaran dengannya. Jadi, dia membuat saya lebih baik sepanjang Asian Swing tahun ini dan saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi.”