Rory McIlroy kini memburu gelar World Golf Championships (WGC) ketiga dalam kariernya.

Rory McIlroy menjadi salah satu pemain yang memiliki catatan performa yang bagus selama mengikuti ajang World Golf Championships. Setelah menjuarai WGC-FedEx St. Jude Invitational 2014 dan WGC-Dell Technologies Match Play 2015, sudah sembilan kali ia finis di jajaran sepuluh besar. Tiga tahun lalu di Sheshan International Golf Club ia juga meraih finis lima besar untuk keempat kalinya pada WGC-HSBC Champions, setelah sebelumnya finis di posisi 4 (2009), 5 (2010), dan T4 (2011).

Sejak meraih finis di posisi T3 pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP di Chiba, Jepang pekan lalu, McIlroy memang terlihat melanjutkan momentum tersebut pada pekan ini. Setelah pada dua putaran awal WGC-HSBC Champions ini ia bermain dengan skor 67 dan 67, ia kembali menorehkan skor 67 ketiganya. Kali ini ia menorehkan lima birdie dan tanpa bogey, yang sekaligus menempatkannya ke puncak klasemen sementara dengan skor total 15-under 201.

Catatan ini menempatkan pegolf No.2 Dunia ini satu stroke lebih baik dari juara Major asal Afrika Selatan Louis Oosthuizen. Hari ini Oosthuizen mencatatkan skor terendah yang dibukukan oleh 78 peserta turnamen, yaitu dengan bermain 7-under 65.

Sampai putaran ketiga ini, McIlroy telah mengumpulkan 18 birdie, 1 eagle, dan hanya 5 bogey. Yang menarik, dari sisi akurasi permainan dari tee, McIlroy mengalami peningkatan sejak hari pertama. Setelah hanya memukul bolanya ke 6 dari 14 fairway pada hari pertama, ia memukul bola ke 7 dari 14 fairway pada hari kedua. Lalu hari ini, kualitasnya bertambah lagi menjadi 11 dari 14 fairway.

“… ketika hendak melakukan sesuatu yang ada di hadapan Anda, memainkan sebuah turnamen untuk dimenangkan atau sesuatu untuk diraih, Anda harus memaksimalkannya, dan itulah yang akan saya lakukan besok.” – Rory McIlroy

“Mungkin saya menampilkan permainan terbaik saya sepanjang pekan ini. Drive saya bagus, sebagian besar permainan iron saya juga bagus. Memang rasanya saya tidak melakukan pukulan sebagus yang seharusnya saya lakukan, tapi saya tidak bisa mengeluh. Saat ini saya berada dalam posisi memimpin, jadi tinggal mengambil waktu istirahat sebelum kembali bermain dan memainkan putaran solid lainnya,” papar McIlroy usai menuntaskan putaran ketiga tadi.

Dengan performa green in regulation yang sama seperti hari kedua, di mana ia memenuhi 13 dari 18 GIR, McIlroy sebenarnya berpeluang mencatatkan skor yang lebih baik lagi. Pasalnya, performa putting-nya justru tidak lebih baik daripada putaran kedua kemarin. Kali ini ia harus melakukan total 27 putt untuk kembali menorehkan skor 67.

“Saya pikir dari segi konsistensi, tahun ini saya berhasil meningkatkannya ke level yang lebih baik ketimbang yang saya lakukan sebelumnya. Saat ini permainan saya terasa cukup sederhana. Memang tak selalu terasa seperti ini dan saya akan melakukan segalanya (untuk bisa terus bermain dengan baik),” sambungnya lagi.

McIlroy menyebut kemenangannya di Kanada (pada ajang RBC Canadian Open) memberinya pelajaran yang penting. Saat itu ia memainkan putaran final sebagai salah satu pimpinan klasemen dan meyakinkan dirinya sejak awal untuk bermain habis-habisan.

“Pengalaman tersebut memberi pelajaran yang bagus bahwa ketika hendak melakukan sesuatu yang ada di hadapan Anda, memainkan sebuah turnamen untuk dimenangkan atau sesuatu untuk diraih, Anda harus memaksimalkannya, dan itulah yang akan saya lakukan besok,” tegas Juara FedExCup dan PGA TOUR Player of the Year 2019 ini.

McIlroy memang harus bermain habis-habisan untuk menambaha koleksi kemenangan WGC-nya. Sebab secara teori, beberapa pemain juga memiliki peluang untuk menyalipnya. Salah satu yang paling berpeluang jelas Oosthuizen. Pegolf Afrika Selatan ini memiliki motivasi khusus untuk menang besok (3/11) lantaran belum sekalipun ia menjuarai ajang WGC. Pencapaian terbaiknya ialah finis runner-up pada WGC-Dell Technologies Match Play 2016. Kala itu ia kalah 5&4 dari Jason Day.

Oosthuizen memang layak menjadi pesaing terkuat lantaran pada putaran ketiga ini ia telah bermain 5-under dalam lima hole pertamanya. Hari ini ia menorehkan total 9 birdie dan 2 bogey untuk mencatatkan skor terendah di antara 78 peserta yang berlaga.

“Hari ini saya benar-benar memainkan bola dengan sangat baik dengan iron saya. Ada beberapa swing yang tidak nyaman dengan driver, tapi pada akhirnya saya bisa memperbaiki driver saya. Jadi, secara keseluruhan, saya mendapatkan sensasi yang sangat baik di atas green sehingag bisa main sangat baik hari ini,” ujarnya.

Oosthuizen sendiri telah menyaksikan bagaimana permainan McIlroy terus meningkat dalam dua pekan terakhir ini sehingga tak ada cara lain baginya untuk menang selain bermain semaksimal mungkin.

“Dalam dua putaran terakhir minggu lalu, saya bermain dengan Rory. Dia benar-benar luar biasa. Saya harus main sangat bagus besok (kalau ingin menang),” tegasnya.

Juara bertahan Xander Schauffele juga mulai menghadirkan ancaman, sekaligus menunjukkan determinasi untuk mempertahankan gelarnya. Pada hari ketiga ini, ia bermain dengan skor 68 berkat tujuh birdie dan tiga bogey. Hasil tersebut sudah cukup menempatkannya di posisi ketiga, bersama dengan pimpinan klasemen hari kedua asal Inggris, Matthew Fitzpatrick. Keduanya mengumpulkan skor total 203, hanya dua stroke di belakang McIlroy.

“Rasanya aneh. Rasanya sebelum ini saya tak pernah mendapat birdie di tiga hole pertama dan tiga hole terakhir. Saya memang agak mandek di pertengahan putaran ketiga ini. Tapi saya senang bisa berada di posisi yang bagus dengan tersisa satu hari lagi,” ujar Schauffele.