Setelah enam kali finis di sepuluh besar, termasuk empat kali di lima besar, Max McGreevy akhirnya menuntaskan penantiannya untuk mengangkat trofi pertamanya pada kancah PGA TOUR Series-China pada ajang Guangzhou Open hari ini (21/7). Kondisi cuaca yang tak kunjung bersahabat memaksa turnamen akhirnya hanya ditentukan dalam 36 hole.

Kemenangan ini akhirnya memang tercatat sebagai kemenangan tak resmi, meski demikian hadiah uang yang ia peroleh sebesar RMB288.000 sudah cukup membawanya mengambil alih posisi teratas Order of Merit dari sesama pegolf Amerika, David Kocher.

Meskipun komite sempat memutuskan bahwa turnamen ini hanya akan memainkan 54 hole, kondisi cuaca pada hari Minggu (21/7) ternyata tidak cukup untuk membuat seluruh peserta menuntaskan 18 hole lagi. Putaran kedua sendiri baru bisa sepenuhnya dituntaskan pada pagi hari.

Baru segelintir pemain memainkan putaran finalnya, komite kembali menghentikan pertandingan pada pukul 10:39 lantaran ancaman petir di Nansha Golf Club. Khawatir bahwa putaran final tak bisa dimainkan oleh seluruh peserta, komite akhirnya memutuskan menentukan pemenang berdasarkan 36 hole yang telah dimainkan.

Keputusan ini jelas menguntungkan McGreevy, yang mencatatkan skor 62 dan 67 dalam dua putaran yang harus dimainkan dalam empat hari. Skor total 129 itu menempatkan alimnis University of Oklahoma ini dua stroke lebih baik daripada Sluman. Sluman sendiri, yang terpaksa melanjutkan empat hole tersisa pada Minggu pagi tak dapat memperbaiki catatan skornya lantaran hanya bermain even par di empat hole terakhirnya.

Sebuah bogey dan sebuah birdie di empat hole terakhir putaran kedua yang ia mainkan Minggu (21/7) pagi cukup membuat Trevor Sluman finis sendirian di tempat kedua. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Meski berhasil memastikan kemenangan, McGreevy jelas merasa tidak puas.

“saya sedikit kecewa karena kami tak dapat bermain lebih banyak. Tapi seperti inilah akhirnya dan saya tak bisa melakukan apa-apa. Sangat disayangkan karena saya sangat ingin bermain menghadapi mereka. Putaran final pasti menjadi ujian yang sangat bagus,” ujar McGreevy.

“Saya berusaha untuk berada di puncak klasemen dalam dua putaran untuk berjaga-jaga, dan saya beruntung mendapat hasil ini, meski terasa menyakitkan bagi yang lain. Saya sendiri sudah pernah berada dalam posisi mereka, tapi sekarang saya senang bisa mengangkat trofi.”

McGreevy menjadi lulusan University of Oklahoma ketiga yang meraih kemenangan di China sejak 2016. Luke Kwon telah menjuarai Qinhuangdao Championship pada awal tahun ini, sementara pimpinan Order of Merit sepanjang masa Charlie Saxon, menang dua kali pada 2016 dan dua kali lagi pada 2018, dan kini ia telah bermain pada level Korn Ferry Tour. McGreevy dan Saxon sendiri merupakan teman sekamar di Dallas, Texas, tempat mereka menetap saat ini. Kemenangan kali ini jelas memberi motivasi ekstra baginya untuk bisa kembali ke Korn Ferry Tour dan bermain bersama Saxon musim depan.

“Target saya ialah mempertahankan posisi No.1 Order of Merit. Saya hanya bisa mempertahankannya seminggu di Suzhou, tapi sepanjang tahun ini saya sudah bermain dengan bagus. Semoga saya bisa mempertahankannya dan mengamankan peringkat teratas hingga akhir tahun ini,” sambung McGreevy.

David Kocher (kedua dari kiri) dan Trevor Sluman, masing-masing, kini menempati peringkat tiga dan dua Order of Merit PGA TOUR Series-China. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Meski kini berada di posisi yang ideal, ia menyadari bahwa mempertahankan peringkat teratas itu tidak bakal mudah.

“Para pemain yang lain juga bermain sangat bagus, jadi semoga saya bisa memenangkan trofi lainnya pada akhir tahun ini,” tandasnya.

Sluman dan pemain lain, yang secara matematis berpeluang mengejar bahkan menyalip McGreevy jelas merasa kecewa tak bisa melanjutkan persaingan. Namun, Sluman menyikapinya secara positif lantaran ia masih menjaga peluang menjuarai Order of Merit. Apalagi ia hanya berjarak RMB100.000 di belakang McGreevy.

“Max memang telah bermain luar biasa, jadi dia layak menerima kemenangan itu. Dia pemain dengan skor terendah pada turnamen ini, dan ternyata hanya 36 hole yang dibutuhkan untuk menentukan pemenang. Saya sendiri merasa puas bisa berada di posisi kedua sendirian. Peringkat ini menjadi yang kedua kalinya buat saya tahun ini. Semua itu bakal membantu untuk mengoleksi hadiah uang hingga akhir tahun nanti,” tutur Sluman, yang finis di peringkat 9 Order of Merit 2018.

Dengan penentuan berdasarkan 36 hole, pegolf tuan rumah Jin Cheng mencatatkan hasil terbaik bagi China. Ia berada di tempat ketiga bersama duo Amerika David Kocher dan Brad Gehl, pegolf Jepang Kenta Endo, Cyril Bouniol dari Perancis, dan Aaron Wilkin asal Australia.

Leave a comment