Setelah beberapa kali hanya nyaris menjadi juara, pegolf Amerika Max McGreevy kini kembali berada di posisi ideal untuk meraih kemenangan perdananya pada PGA TOUR Series-China. Alumnus University of Oklahoma ini memegang keunggulan dua stroke menuju putaran ketiga, yang sekaligus menjadi putaran final Guangzhou Open, yang dimainkan di Nansha Golf Club.

Cuaca yang sangat tidak bersahabat dalam dua hari pertama memaksa komite untuk menunda turnamen beberapa kali. Kondisi inilah yang kemudian memaksa keputusan lebih jauh harus diambil, yaitu menjadikan turnamen ini hanya dimainkan 54 hole.

Harapan bahwa alam menjadi lebih bersahabat pada hari Sabtu (20/07) ini ternyata tidak terwujud. Beruntung pada sepanjang pagi, para peserta bisa bermain penuh, sampai komite kembali menghentikan permainan tepat pukul 12:39 waktu Guangzhou lantaran ancaman petir.

Meski rekan senegaranya kini memimpin, Trevor Sluman berpeluang untuk menyamai atau bahkan melampaui raihan 9-under 129 Max McGreevy setelah mengoleksi 7-under dan menyisakan empat hole lagi untuk putaran keduanya. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Permainan baru bisa dilanjutkan kembali pada pukul 17:15, namun harus kembali dihentikan pukul 18:51 lantaran lapangan telah menjadi gelap. Akibatnya, kurang lebih hanya sepertiga peserta saja yang berhasil menuntaskan putaran kedua mereka pada hari ini.

McGreevy sendiri akhirnya berhasil menuntaskan 13 hole yang tersisa dari putaran keduanya pada pagi hari. Kali ini ia harus puas bermain dengan skor 2-under 67 setelah sempat mencatatkan skor 62 untuk putaran pertama. Kartu skornya untuk putaran kedua harus diwarnai dengan tiga bogey dan lima birdie.

Beruntung catatan 9-under 129 miliknya menempatkannya tiga stroke lebih baik sejumlah pemain, seperti pimpinan Order of Merit saat ini David Kocher, Brad Gehl, Cyril Bouniol asal Perancis, Kenta Endo dari Jepang, pegolf tuan rumah Jin Cheng dan Aaron Wilkin dari Australia, yang semuanya berhasil menyelesaikan putaran kedua.

Posisi McGreevy memang masih jauh dari aman dan ia berpeluang tergeser ketika sebagian pemain melanjutkan putaran kedua mereka besok. Dan sosok yang paling berpeluang untuk menggesernya ialah Trevor Sluman, yang juga membukukan skor total 7-under dan menyisakan empat hole lagi.

Jin Cheng menjadi satu-satunya pegolf tuan rumah yang berpeluang memberi kejutan pada putaran final besok (21/7). Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Sepanjang musim ini, McGreevy memang menjadi salah satu pegolf paling konsisten. Satu-satunya yang kurang baginya ialah gelar juara, yang belum mendarat di tangannya. Dalam delapan turnamen yang ia ikuti musim ini, pegolf berusia 24 tahun ini kini berada di tempat ketiga Order of Merit. Posisi itu ia raih, di antaranya dengan empat kali finis di lima besar. Diperhadapkan pada peluang kelima kali ini, ia jelas berharap bisa mengakhirinya dengan kemenangan.

“(Belum sekalipun menang) jelas mengesalkan. Dan saya juga merasa sedikit kecewa dengan beberapa hasil terakhir karena saya sebenarnya bermain dengan konsisten. Tapi hari Minggu besok (21/7) mungkin menjadi hari yang kurang konsisten bagi saya,” ujar McGreevy, yang juga memegang posisi teratas setelah memainkan 54 hole pada ajang Nantong Championship.

“Jadi, saya harus melakukan hal yang sama ketika bermain dengan baik dan berusaha menikmati permainan di lapangan dan tak terlalu banyak memberi tekanan, tekanan hanya membuat segalanya menjadi lebih sulit. Semoga saja kami bisa mengatasi tekanan ini dan bermain bagus.”

Leave a comment