Hideki Matsuyama terpaut lima stroke dari Brendan Steele menuju putaran final Sony Open in Hawaii.

Bermain bagus dalam sebuah putaran turnamen golf jelas menjadi sesuatu yang sangat relatif. Anda bisa saja bermain dengan baik, namun hampir selalu ada yang bermain lebih baik daripada Anda.

Lihatlah apa yang terjadi pada Hideki Matsuyama. Pada putaran ketiga Sony Open in Hawaii, yang dimainkan di Waialae Country Club, ia berhasil mencatatkan skor yang bagus, 4-under 66. Bukan skor yang buruk, namun ternyata masih belum cukup untuk bersaing ke jajaran atas.

Pegolf Amerika Serikat Brendan Steele mencatatkan satu dari hanya dua skor 9-under 61 pada putaran ketiga untuk skor total 18-under 192. Sembilan birdie ia bukukan tanpa sekali pun mendapat bogey. Alhasil, ia berhasil menggusur Nick Taylor dari peringkat teratas klasemen.

Steele jelas masih ingat bagaimana ia harus mengakui ketangguhan Cameron Smith pada ajang ini tahun lalu. Dengan keunggulan dua stroke dari pesaing terdekatnya, Kevin Na dan Joaquin Niemann, ia jelas berpeluang menebus kekalahannya pada babak play-off kala itu.

Na juga layak mendapat sorotan. Seperti halnya Steele, ia juga menorehkan skor terendah putaran ketiga berkat tujuh birdie dan sebuah eagle.

 

 

Matsuyama sendiri mencatatkan sebuah eagle, tiga birdie, dengan satu bogey untuk membantunya mengumpulkan skor total 13-under 197. Catatan tersebut, meskipun bukan sesuatu yang buruk, hanya menempatkannya di posisi T13.

Meskipun Matsuyama berhasil sekali lagi memenuhi 16 green in regulation, pemegang lima gelar PGA TOUR ini harus kehilangan 2,65 stroke dalam kategori Strokes Gained: Putting.

Lima stroke jelas menjadi selisih skor yang bisa dianggap sangat besar, namun bisa juga dianggap sangat mungkin tercapai. Kita jelas patut menanti bagaimana Matsuyama berusaha menciptakan fenomena pada putaran final.

Sementara itu, Anirban Lahiri sukses melakukan loncatan yang signifikan. Skor 64 yang ia torehkan melambungkan peringkatnya ke posisi T17.

Bermain dari hole 10, Juara Indonesian Masters 2014 ini mencatatkan tiga birdie berturut-turut dari hole 12, sebelum terpaksa mendapat doube bogey di hole 18 par 5. Ia terpaksa mendapat penalti di sana setelah pukulannya meleset.

Demikian pun mantan pegolf No.1 Asian Tour ini masih bisa bangkit dan menorehkan birdie di hole 2, 4, 7, 8, dan 9 di sembilan hole terakhirnya.