Hideki Matsuyama menerima penghargaan dari Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyusul keberhasilannya memenangkan Masters Tournament.

Pencapaian Hideki Matsuyama meraih keberhasilan bersejarah pada Masters Tournament kian membuktikan bahwa kesuksesannya ini tidak hanya mengenai dirinya sendiri. Pada Jumat (30/4) ini, pegolf berusia 29 tahun ini menerima penghargaan dari Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Tokyo untuk pencapaiannya tersebut.

Ia lekas melayangkan pencapaian ini untuk masyarakat di Jepang.

”Akibat dampak dari virus corona, baik dunia dan seluruh Jepang, kita semua menjalani kehidupan yang berbeda, namun bahkan pada saat-saat seperti ini, jika kemenangan ini bisa memberikan secercah harapan bagi masyarakat, dan menginspirasi banyak anak, atau bahkan jika pun hanya satu anak yang ingin mencoba dan bermain golf pada masa depan, sudah membuat saya sangat senang. Saya sangat senang bisa menerima penghargaan dari Perdana Menteri setelah memenangkan Masters,” tutur Matsuyama, yang menjadi individu ke-34 yang menerima penghargaan prestisius tersebut.

Perdana Menteri Suga memuji Matsuyama, yang memberikan kemenangan monumental, yang akan mengangkat semangat masyarakat Jepang, sepuluh tahun setelah negara ini diluluhlantakkan oleh gempa bumi dan tsunami.

Tragedi yang dimaksud terjadi pada tahun 2011, persis beberapa pekan sebelum Matsuyama melakoni debut Mastersnya. Semula ia berniat mundur setelah menyaksikan langsung kerusakan yang terjadi, termasuk di universitasnya, Tohoku Fukushi University.

”… melalui pencapaian luar biasa Anda menjuarai Masters, Anda telah memberikan keberanian luar biasa dan harapan, tidak hanya bagi mereka yang secara langsung terdampak, tapi juga bagi seluruh pria dan wanita sebangsa ….” — Yoshihide Suga, Perdana Menteri Jepang.

Meski demikian, ia didorong untuk bermain bagi masyarakat Jepang dan finis sebagai pemain amatir terbaik. Ia juga menyaksikan bagaimana Phil Mickelson mengenakan Jaket Hijau kepada juara saat itu, Charl Schwartzel di Butler Cabin. Hak istimewa tersebutlah yang ia alami tiga pekan lalu ketika Dustin Johnson melakukan hal serupa kepadanya.

”Pertama dan yang terutama, selamat untuk pencapaian luar biasa Anda dalam memenangkan Masters,” ujar Suga, yang menambahkan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga memuji pencapaian Matsuyama tatkala kedua pemimpin negara in bertemu baru-baru ini.

”Dengan tahun ini menandakan 10 tahun peringatan (bencana besar di wilayah timur Jepang), melalui pencapaian luar biasa Anda menjuarai Masters, Anda telah memberikan keberanian luar biasa dan harapan, tidak hanya bagi mereka yang secara langsung terdampak, tapi juga bagi seluruh pria dan wanita sebangsa, dan saya mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.”

Matsuyama, yang memberikan kenang-kenangan dari Masters kepada Suga, menambahkan, ”Mengingat kembali Masters 2011 bahkan setelah sepuluh tahun berlalu, saya masih bisa ingat betapa bersyukurnya saya bisa menerima dukungan luar biasa dari semua orang di Tohoku dan di seluruh negeri ini.”

Pegolf yang kini menyandang enam gelar PGA TOUR itu mengungkapkan harapannya bahwa generasi muda golf yang baru akan muncul dari Negeri Matahari Terbit ini, persis pada tahun ketika Tokyo akan menggelar Olimpiade bulan Juli nanti.

”Jika dengan saya memenangkan Masters ini menginspirasi anak-anak kecil untuk berpikir bahwa mereka juga bisa memenangkan Masters, saya sudah merasa sangat senang sekali.” — Hideki Matsuyama.

”Jika dengan saya memenangkan Masters ini menginspirasi anak-anak kecil untuk berpikir bahwa mereka juga bisa memenangkan Masters, saya sudah merasa sangat senang sekali. Saya akan sangat bersemangat jika ada atlet-atlet lain dan anak-anak yang melihat golf dan ingin bermain lebih baik. Saya akan terus berjuang sebaik mungkin,” ujarnya.

Matsuyama bahkan telah disebut-sebut sebagai kandidat untuk menyalakan api Olimpiade. Meski demikian, pemikirannya akan ditujukan untuk memenangkan medali emas di Kasumigaseki Country Club, lapangan uang juga menyaksikan dirinya mengangkat trofi Asia-Pacific Amateur Championship satu dekade lalu.

”Keberhasilan ini hanya mendorong saya untuk berlatih lebih keras lagi dan bermain lebih baik lagi, dan saya berterima kasih untuk semua dukungan kalian. Saya akan berlatih keras untuk memenangkan medali emas pada Olimpiade Tokyo,” imbuhnya.

Sertifikat yang ia terima dari Perdana Menteri Suga, di antaranya, berbunyi: ”Dengan ini kami menghargai Anda dan pencapaian Anda yang telah memberi kontribusi luar biasa dalam mempromosikan olahraga di Jepang, meyakinkan pentingnya ketekunan bagi masyarakat kita, dan memberikan impian dan harapan yang benar-benar luar biasa.”

Jelas Matsuyama kini menjalani mimpinya dan sangat mungkin telah menciptakan mimpi-mimpi baru bagi generas-generasi yang akan datang.